MATERI TEMBANG PANGKUR KELAS VIII SEM 1


 

Tembang Pangkur, Cengkok Kasmaran, Laras Pelog Pathet Nem

(B. Arintoko, 1981 : 22 – 23)

 

tembang pangkur

(Serat Wulangreh, Paku Buwana IV, ing Sri hartuti, 2007 : 29 – 30)

sekar: tembang

pangkur: araning tembang macapat

winarna:dicritakake

lelabuhan: pangorbanan

kanggo: dianggo tumrap

wong: manungsa

prayoga: becik

urip: gesang (krama)

ala: elek

becik: apik

puniku: iku

adat: pakulinan

waton: aturan/paugeran/pathokan

dipunkadulu: dingerteni

miwah: lan/saha

tata krama: sopan santun

kaesthi: diupaya

siyang: awan

ratri: bengi

Struktur metrum tembang pangkur:

a. Guru wilangan lan guru lagune

Pada:

1. 8 a

2. 11 i

3. 8 u

4. 7 a

5. 12 u

6. 8 a

7. 8 i

b. B. Guru gatrane : 7 gatra

Isining Tembang Pangkur:

Tembang pangkur kang dicritakake,

lelabuhane tumrap wong urip,

kudu ngerti ala lan becik,

prayogane ngertenana,

adat waton iku kudu dingerteni,

lan ana ing tata krama,

diupaya awan bengi

(Serat Wulangreh, Paku Buwana IV, ing Sri hartuti, 2007 : 29 – 30)

sekar: tembang

pangkur: araning tembang macapat

winarna:dicritakake

lelabuhan: pangorbanan

kanggo: dianggo tumrap

wong: manungsa

prayoga: becik

urip: gesang (krama)

ala: elek

becik: apik

puniku: iku

adat: pakulinan

waton: aturan/paugeran/pathokan

dipunkadulu: dingerteni

miwah: lan/saha

tata krama: sopan santun

kaesthi: diupaya

siyang: awan

ratri: bengi

Struktur metrum tembang pangkur:

a. Guru wilangan lan guru lagune

Pada:

1. 8 a

2. 11 i

3. 8 u

4. 7 a

5. 12 u

6. 8 a

7. 8 i

b. B. Guru gatrane : 7 gatra

Isining Tembang Pangkur:

Tembang pangkur kang dicritakake,

lelabuhane tumrap wong urip,

kudu ngerti ala lan becik,

prayogane ngertenana,

adat waton iku kudu dingerteni,

lan ana ing tata krama,

diupaya awan bengi

JADWAL UJI KOMPETENSI GURU 2012


Pelaksanaan UKG tahun 2012 dilakukan dengan 2 cara, yakni melalui sistem online dan manual (paper pencil test). Kegiatan UKG direncanakan akan dilakukan dengan jadwal sebagai berikut:

1. Tanggal 30 Juli hingga 12 Agustus 2012 ditujukan bagi guru yang sudah bersertifikat dan bersifat online.
2. Untuk Kepala Sekolah dan Pengawas UKG dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 bersifat online.
3. Ujian manual (paper pencil test) dilaksanakan pada 4 September 2012.
4. Untuk guru yang belum bersertifikat UKG dilaksanakan pada tahun 2013.
Untuk peserta yang ikut dalam UKG nanti, Bapak/Ibu Guru bisa mengecek melalui link yang terkait dengan Kemdiknas. Begitu pula untuk kisi-kisi mata pelajaran yang akan diikuti. Berikut ini adalah link yang dimaksud:

Daftar Peserta dan Kisi-kisi  UKG 2012 silahkan cek disini

KISI-KISI UJI AWAL KOMPETENSI GURU 2012


Kisi-Kisi Bahasa Indonesia

1 Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Jenjang : SMP/SMA

Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) l 1. Mengungkapkan secara lisan wacana nonsastra

Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar)

1.1 Menggunakan wacana lisan untuk wawancara

Indikator Esensia

1.1.1 Disajikan penggalan teks wawancara, guru dapat menentukan jenis pertanyaan yang cocok dengan   kutipan.

1.1.2 Disajikan sebuah pertanyaan untuk wawancara, guru dapat menentukan jawaban yang harus disampaikan narasumber dengan benar

1.2 Menggunakan wacana lisan untuk presentasi laporan dan pidato

1.2.1 Disajikan penggalan pidato, guru dapat memilih kalimat yang tidak sesuai dengan konteksnya.

1.2.2 Disajikan penggalan pidato, guru dapat menentukan jenis komponen pidato yang sesuai dengan penggalan tersebut.

1.2.3 Disajikan sebuah konteks berpidato, guru dapat menentukan kalimat pembuka/penutup pidato yang benar.

1.3 Menggunakan wacana lisan untuk diskusi

Indikator Esensia

1.3.1 Disajikan pernyataan yang disampaikan dalam diskusi, guru dapat menentukan pernyataan persetujuan atau tidak persetujuan yang tepat.

1.3.2 Disajikan sebuah konteks diskusi, guru dapat memilih komponen diskusi yang seharusnya ada.

2. Mengungkapkan wacana tulis nonsastra

2.1 Menulis pesan singkat dan surat

Indikator Esensia

2.1.1 Disajikan konteks kebutuhan pembuatan surat dinas, guru dapat menentukan pembuka surat yang tepat.

2.1.2 Disajikan konteks kebutuhan pembuatan surat dinas, guru dapat menentukan penutup surat yang tepat.

2.1.3 Disajikan konteks pembuatan surat pribadi, guru dapat menentukan isi surat pribadi yang santun.

2.1.4 Disajikan konteks kelembagaan pembuat surat, guru dapat memilih penulisan kepala surat yang tepat. 2.1.5 Disajikan konteks kebutuhan menulis memo dari seorang pejabat, guru dapat memilih kalimat isi memo yang tepat .

2.2 Menulis teks berita

Indikator Esensia

2.2.1 Disajikan sebuah berita, guru dapat menentukan kelemahan penulisan berita tersebut.

2.3 Menulis slogan, poster, dan iklan baris

Indikator Esensia

2.3.1 Disajikan sebuah slogan, guru dapat menentukan kelemahan slogan tersebut.

2.4 Menulis karya ilmiah

Indikator Esensia

2.4.1 Disajikan tema sebuah karangan, guru dapat menentukan komponen isi karangan secara tepat.

2.4.2 Disajikan sebuah kutipan dari buku yang disertai dengan identitas buku, guru dapat menentukan kutipan yang tepat.

2.4.3 Disajikan identitas tiga buku, guru dapat menuliskan daftar pustaka secara tepat. Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 2 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial

2.4.4 Disajikan sebuah konteks penulisan karya ilmiah, guru dapat menentukan penulisan judul yang tepat. 2.4.5 Disajikan penggalan karya ilmiah, guru dapat menentukan penggalan tersebut termasuk dalam komponen apa.

2.5 Menulis paragraf

Indikator Esensia

2.5.1 Disajikan sebuah paragraf yang bagian awalnya dirumpangkan, guru dapat memilih kalimat yang tepat mengawali paragraf.

2.5.2 Disajikan sebuah paragraf yang bagian akhirnya dirumpangkan, guru dapat memilih kalimat yang tepat mengawali paragraf.

2.5.3 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat menentukan paragraf lain yang pola pengembangannya sama. 2.5.4 Disajikan sebuah paragraf yang penanda hubung antarkalimatnya dihilangkan, guru dapat memilih kata hubung yang paling tepat.

2.6 Menulis kalimat dan penggunaan ejaan

Indikator Esensia

2.6.1 disajikan sebuah kalimat yang salah beberapa ejaannya, guru dapat memilih kalimat yang ejaannya benar

2.6.2 Disajikan kalimat yang tidak efektif, guru dapat menentukan kalimat efektifnya

3. Memahami wacana nonsastra

3.1 Memahami berbagai teks

Indikator Esensia

3.1.1 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat memilih kalimat topik yang tepat.

3.1.2 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat memilih kalimat penjelas yang tidak mendukung isi paragraf.

3.1.3 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat memilih ide pokok yang tepat.

3.1.4 Disajikan satu penggalan teks, guru dapat menentukan makna kalimat yang selaras dengan teks (secara tersirat).

3.2 Menyimpulkan dan merangkum isi suatu teks

Indikator Esensia

3.2.1 Disajikan satu penggalan teks, guru dapat memilih simpulan yang cocok dengan isi teks.

3.2.2 Disajikan satu penggalan teks, guru dapat menentukan rangkuman yang relevan dengan isi teks.

3.3 Membedakan antara fakta dan opini dalam teks

Indikator Esensia

3.3.1 Disajikan sebuah teks, guru dapat memilih fakta yang terdapat dalam teks secara benar.

3.3.2Disajikan sebuah teks, guru dapat memilih opini yang terdapat dalam teks secara benar.

3.4 Mengubah sajian grafik, tabel, atau bagan menjadi uraian

Indikator Esensia

3.4.1 Disajikan sebuah tabel, guru dapat menentukan simpulan isi tabel secara benar.

3.4.2 Disajikan sebuah diagram, guru dapat menentukan simpulan isi tabel secara benar.

4. Membacakan dan membawakan karya sastra

4.1 Membacakan cerita pendek atau novel

Indikator Esensia

4.1.1 Berdasarkan kutipan cerpen atau novel, guru dapat menyimpulkan cara bercerita dengan memperhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi

4.2 Membacakan puisi

Indikator Esensia

4.2.1 Berdasarkan kutipan puisi, guru dapat menyimpulkan cara membaca puisi dengan memperhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi

4.3 Membawakan atau

Indikator Esensia

4.3.1 Berdasarkan kutipan dialog drama, guru dapat menyimpulkan Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 3 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial memerankan drama cara memerankan drama dengan memperhatikan lafal, intonasi, ekspresi, dan lakuan 5. Memahami ragam teks sastra

5.1 Memahami unsurunsur puisi lama dan baru

Indikator Esensia

5.1.1 Guru dapat menyimpulkan pesan puisi dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan.

5.1.2 Guru dapat menyimpulkan tema puisi dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan 5.1.3 Guru dapat melengkapi puisi dengan mempertimbangkan rima berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan

5.1.4 Guru dapat melengkapi puisi dengan pilihan dan makna kata yang tepat, berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan

5.1.5 Guru dapat menentukan makna puisi dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan

5.1.6 Guru dapat melengkapi puisi dengan mempertimbangkan majas yang tepat, berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan \

5.1.7 Guru dapat menentukan pencitraan dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan

5.2 Memahami unsurunsur cerita pendek atau novel

Indikator Esensia

5.2.1 Guru dapat menyimpulkan tema cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.2 Guru dapat menganalisis watak tokoh dengan tepat berdasarkan kutipan cerpen atau novel yang disediakan. 5.2.3 Guru dapat menentukan latar cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.4 Guru dapat menentukan sudut pandang cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.5 Guru dapat menentukan alur cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.6 Guru dapat menentukan pesan cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.3 Memahami unsurunsur drama 5.3.1 Guru dapat menentukan alur drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan. 5.3.2 Guru dapat menentukan pesan drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan. 5.3.3 Guru dapat menentukan tema drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan. 5.3.4 Guru dapat menentukan latar drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan tokoh. 6. Mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui karya sastra 6.1 Menulis pantun sesuai dengan syarat pantun 6.1.1 Disajikan sebuah pantun, guru dapat memilih dengan tepat pantun yang sejenis. 6.1.2 Guru dapat melengkapi pantun dengan tepat berdasarkan isi atau sampiran pantun yang disajikan. 6.1.3 Guru dapat melengkapi pantun dengan rima yang tepat dari pantun yang dirumpangkan. 6.2 Menulis dongeng 6.2.1 Guru dapat menyusun kembali dongeng dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang kalimat-kalimatnya diacak. 6.2.2 Guru dapat melengkapi dongeng dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang dirumpangkan. 6.2.3 Guru dapat menentukan tokoh dongeng dengan tepat berdasarkan dongeng yang dirumpangkan. 6.3 Menulis puisi bebas 6.3.1 Guru mampu menyusun kembali puisi dengan isi yang tepat Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 4 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial berdasarkan kutipan puisi yang larik-lariknya diacak 6.3.2 Guru mampu menyusun rima dan isi puisi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan. 6.4 Menulis drama 6.4.1 Guru menyusun dialog drama dengan tepat, berdasarkan ilustrasi yang disajikan 6.4.2 Guru melengkapi keterangan lakuan drama, berdasarkan dialog yang disajikan 6.5 Menulis cerpen 6.5.1 Guru dapat menyusun kembali alur cerpen dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang kalimat-kalimatnya diacak. 6.5.2 Guru dapat melengkapi cerpen dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang dirumpangkan. 6.5.3 Guru dapat menentukan tokoh cerpen dengan tepat berdasarkan cerpen yang dirumpangkan. 6.6 Menulis kritik dan esai 6.6.1 Berdasarkan ilustrasi yang diberikan, guru dapat menulis isi kritik 6.6.2 Guru bisa memilih tulisan kritik yang bahasanya santun 7. Memiliki Kompetensi. Pedagogis Pembela-jaran Bahasa Indonesia 7. 1 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran menyimak yang mendidik 7.1.1 Setelah disajikan sebuah KD “menyimak” guru dapat memilih indikator yang tepat 7.1.2 Disajikan KD “menyimak” guru dapat memilih rancangan materi pembelajaran yang tepat 7.1.3 Disajikan rancangan pembelajaran dengan KD “menyimak” guru dapat memilih media yang tepat 7.1.4 Guru dapat memilih jenis evaluasi pembelajaran menyimak dengan KD “menyimak” 7.1.5 Disajikan situasi penilaian pembelajaran menyimak dengan KD “menyimak” guru dapat memilih jenis pertanyaan yang sesuai dengan prinsip pembelajaran BI yang mendidik 7.2 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbicara yg mendidik 7.2.1 Guru dapat memilih materi yang sesuai dengan KD “berbicara” 7.2.2 Disajikan sebuah metode pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan KD “berbicara” guru dapat memperbaiki langkah pembelajaran yang kurang tepat. 7.2.3 Setelah disajikan KD ”berbicara” guru dapat memilih jenis tes yang tepat 7.3 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran membaca yg mendidik 7.3.1 Disajikan sebuah KD “membaca” guru dapat memilih indikator yang sesuai dengan KD tersebut. 7.3.2 Disajikan KD “membaca“ guru dapat memilih metode yang tepat. 7.3.3 Disajikan konteks pelaksanaan pembelajaran membaca dengan KD “tertentu” guru dapat memilih media yang tepat. Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 5 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial 7.4 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran menulis yg mendidik 7.4.1 Setelah disajikan KD “menulis” guru dapat memilih indikator yang tepat 7.4.2 Disajikan KD ”menulis” guru dapat memilih materi pembelajaran yang tepat 7.4.3 Disajikan sebuah konteks metode pembelajaran menulis guru dapat menentukan KD yang sesuai dengan rancangan metode tersebut. 7.4.4 Disajikan gambar-gambar media pembelajaran menulis guru dapat menentukan KD yang sesuai dengan rancangan media tersebut. 7.4.5 Disajikan konteks pembelajaran menulis dengan KD “tertentu” guru dapat memilih metode dan merancang pelaksanaan pembelajaran dengan benar. 8. Memiliki Kompetensi Pedagogis Pembelajaran Sastra Indonesia (puisi, prosa fiksi, drama) 8.1 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran menyimak unsur dan nilai karya sastra yang mendidik 8.1.1 Disajikan KD “menyimak sastra” guru dapat memilih materi yang tepat. 8.1.2 Disajikan KD “menyimak sastra” guru dapat menentukan teknik evaluasi yang tepat 8.1.3 Disajikan KD “menyimak sastra” guru dapat menentukan jenis penilaian yang tepat. 8.2 Menyusun RPP, melaksanaka, dan mengevaluasi pembelajaran berbicara unsur dan nilai karya sastra yang mendidik 8.2.1 Disajikan sebuah konteks pembelajaran berbicara sastra dengan KD ”tertentu” guru dapat menilai materi yang tepat. 8.2.2 Disajikan konteks pembelajaran berbicara sastra dengan KD “tertentu” guru dapat menganalisis rancangan pembelajaran yang sesuai dengan KD tersebut. 8.2.3 Disajikan KD “berbicara sastra” guru dapat memilih media yang tepat 8.2.4 Disajikan sebuah kriteria penilaian “berbicara sastra” guru dapat menilai ketepatan criteria tersebut. 8.3 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran membaca unsur dan nilai karya sastra yang mendidik 8.3.1 Disajikan sebuah KD “tertentu” guru dapat menentukan sumber belajar yang tepat. 8.3.2 Disajikan KD ”membaca sastra”. Guru dapat memilih materi yang tepat. 8.3.3 Disajikan KD “Membaca sastra” guru dapat memilih materi yang tepat 8.4 Menyusun RPP, melaksanakan, dan 8.4.1 Disajikan indikator pembelajaran guru dapat memilih KD “menulis sastra” yang tepat untuk indikator tersebut Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 6 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial mengevaluasi pembelajaran menulis kreatif karya sastra yang mendidik 8.4.2 Disajikan KD “menulis sastra “ guru dapat memilih rancangan pembelajaran yang tepat 8.4.3 Disajikan KD ”menulis sastra” guru dapat memilih media yang tepat 8.4.4 Disajikan tabel penilaian dengan KD “menulis sastra” guru dapat menentukan alat penilaian yang kurang tepat

LATIHAN SOAL BAHASA JAWA KELAS VIII UKK 2012


Wangsulana pitakonan-pitakoan ing ngisor iki kanthi milih wangsulan kang paling bener!

Wacan 1

Kanggo soal no. 1 – 8

NANDUR PARI

Beras dadi kabutuhane masyarakat, mula ya ora nggumunake manawa ora sethithik beras kang kudu dicawisake. Dene kang kajibah nyukupi beras ora liya para among tani, srana nggarap sawah nandur pari.

Pangolahe lemah kawiwitan gawe pawinihan. Cara iku kajumbuhake karo kahananing lahan. Yen ing sawah kono banyune angel, adate katindakake kanthi ngurit. Ngurit yaiku ndhedher wiji pari kang isih wulen, dene kretegan yaiku pari kang disebar garingan tanpa dilebi banyu.

Sinambi ngenteni gedhene winih, Pak Tani nuli nggarap sawah. Sawah dilebi nuli diluku, luwih dhisik sawah disukoni, yaiku maculi pojok-pojoking sawah kang ora bakal kaambah dening luku. Nyukoni iku bisa uga katindakake sawise diluku, bakda iku, lemah dilebi lan dileremake sawatara dina supaya suket lan gegodhongan padha bosok dadi lemi. Tindak mangkono iku arane didhayungake. Sinambi ngenteni anggone ndhayungake, lumrahe pak tani nampingi utawa nembok galengan supaya ora padha bolong, bisa wutuh, rapi lan rata.

Watara setengah sasi tandur wiwit ijo, mracihnani yen urip, diarani nglilir. Watara umur sesasi diwatun utawa digosrok. Kajaba kanggo ngilangi suket sing ngganggu, uga duwe tujuan nggemburake lemah. Bakda iku tanduran dirabuk. Ora antara sasi tandur dadi ijo royo-royo, gumadhung. Tandur mekar, mundhak gedhe lan dhuwur. Ora suwe maneh mlecuti, siji loro katon wulene. Dene yen wulen pari wis jumedhul kabeh, arane mrekatak. Bakda iku wulen kang mentes padha tumungkul, dene sing gabug padha ndangak. Saya suwe pari saya kuning. Yen wis mangkono becike sawah disat supaya nyepetake pari padha tuwa. Sawise sesaji “wiwitan” dileksanani, pari banjur dipanen.

1. Damel pawinihan menika kajumbuhaken kaliyan menapa? Baca lebih lanjut

Sarasehan Tembang Macapat Guru SD, SMP Kab. Gunungkidul


Kangge ningkataken Kompetensi Guru Basa Jawa SD, SMP Kabupaten Gunungkidul ing babagan tembang macapat, kala dinten Kemis tanggal 10 Mei 2012 dipunadani Sarasehan Tembang Macapat ingkang mapan wonten RBC CULINARY. Sarasehan menika dipunpandhegani dening panjenenganipun Ibu Dwi Endang S, S.Pd.,M.M.(Kepala Sekolah SD Piyaman 1). Nalika mbikak sarasean  ngendikakaken bilih Sarasehan Tembang Macapat menika nggadhahi ancas kangge ningkataken kompetensi Guru SD/SMP babagan tembang macapat saha kangge nguri-uri amrih lestantun saha ngrembakanipun seni tembang macapat. Wonten ing sarasehan menika ugi dipunrawuhi panjenenganipun bapak Dwiyanto Budi Utomo Kasie Kebudayaan  Dinas Kebudayaan Provinsi DIY. Bapak Dwiyanto Budi Utomo kagungan pangajab bilih sasampunipun sarasehan saha gladhen tembang macapat menika, ing samangke para Bapak/ibu Guru SD/SMP saged nularaken dhumateng para siswanipun.

BEAUTY OF MATH


Enjoy

Beauty of Mathematics !!!!!!!

1 x 8 + 1 = 9

12 x 8 + 2 = 98

123 x 8 + 3 = 987

1234 x 8 + 4 = 9876

12345 x 8 + 5 = 98765

123456 x 8 + 6 = 987654

1234567 x 8 + 7 = 9876543

12345678 x 8 + 8 = 98765432

123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11

12 x 9 + 3 = 111

123 x 9 + 4 = 1111

1234 x 9 + 5 = 11111

12345 x 9 + 6 = 111111

123456 x 9 + 7 = 1111111

1234567 x 9 + 8 = 11111111

12345678 x 9 + 9 = 111111111

123456789 x 9 +10= 1111111111

9 x 9 + 7 = 88

98 x 9 + 6 = 888

987 x 9 + 5 = 8888

9876 x 9 + 4 = 88888

98765 x 9 + 3 = 888888

987654 x 9 + 2 = 8888888

9876543 x 9 + 1 = 88888888

98765432 x 9 + 0 = 888888888

Brilliant, isn’t it?

And look at this symmetry:

1 x 1 = 1

11 x 11 = 121

111 x 111 = 12321

1111 x 1111 = 1234321

11111 x 11111 = 123454321

111111 x 111111 = 12345654321

1111111 x 1111111 = 1234567654321

11111111 x 11111111 = 123456787654321

111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Now, take a look at this…

101%

From a strictly mathematical viewpoint:

What Equals 100%?

What does it mean to give MORE than 100%?

Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?

We have all been in situations where someone wants you to

GIVE OVER 100%.

How about ACHIEVING 101%?

What equals 100% in life?

Here’s a little mathematical formula that might help

answer these questions:

If:

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Is represented as:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.

If:

H-A-R-D-W-O- R- K

8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%

And:

K-N-O-W-L-E- D-G-E

11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%

But:

A-T-T-I-T-U- D-E

1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%

THEN, look how far the love of God will take you:

L-O-V-E-O-F- G-O-D

12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%

Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:

While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will

get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!

It’s up to you if you share this with your friends & loved ones just

the way I did..

Have a nice day & God bless!!

from Meta cafe

DAFTAR POPULER WEB PENDIDIKAN


ALAMATIPUN WEB PENDIDIDKAN

http://www.egurucool.com

http://www.schoolcircle.com

http://www.netvarsity.com
http://www.onlinevarsity.com
http://www.shiksha.com

www.careerlauncher.com

http://www.classteacher.com

http://www.gurukulonline.com
http://www.iln.net
http://www.esaras.com
http://www.lycoszone.com
http://www.mastertutor.com
http://www.zeelearn.com
www.netprotraining.co

http://www.pinkmonkey.com

 

http://www.schoolsofcalcutta.com

http://www.entranceguru.com
http://www.pentafour.com
http://www.Qsupport.com

KEYBOARD SHORTCUTS KANGGE WIN XP


Para kadang ingkang taksih ngginakaken Windows XP, menika kula aturaken 100 Keyboard Shortcuts kangge WIin XP, sinaosa sampun kalebet  ketingglan makaten, mugi-mugi wonten paedahipun.

CTRL+C (Copy)
CTRL+X (Cut)
CTRL+V (Paste)
CTRL+Z (Undo)
DELETE (Delete)
SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
CTRL while dragging an item (Copy the selected item)
CTRL+SHIFT while dragging an item (Create a shortcut to the selected item)
F2 key (Rename the selected item)
CTRL+RIGHT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next word)
CTRL+LEFT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous word)
CTRL+DOWN ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next paragraph)
CTRL+UP ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous paragraph)
CTRL+SHIFT with any of the arrow keys (Highlight a block of text)
SHIFT with any of the arrow keys (Select more than one item in a window or on the desktop, or select text in a document)
CTRL+A (Select all)
F3 key (Search for a file or a folder) Baca lebih lanjut

Serat Wulang Reh


SERAT WULANGREH

ANGGITANIPUN SUNAN PAKUBUWANA IV

NO

NAMA TEMBANG

JUMLAH PADA/BAIT

1 Dhandhanggula 8
2 Kinanthi 16
3 Gambuh 17
4 Pangkur 17
5 Maskumambang 34
6 Megatruh 17
7 Durma 12
8 Wirangrong 27
9 Pocung 23
10 Mijil 26
11 Asmaradana 28
12 Sinom 33
13 Girisa

Dhandhanggula

Lamun sira anggeguru kaki,

amiliha manungsa kang nyata,

ingkang becik martabate,

sarta kang wruh ing ukum,

kangibadah,

lan kang wirangi,

sokur oleh wong tapa,

ingkang wus amungkul,

tan mikir pawehing liyan,

iku pantes sira guronan kaki,

sartane kawruhana.

Kinanthi

Padha gulangen ing kalbu,

ing sasmita amrih lantip,

aja pijer mangan nendra,

kaprawiran den kaesthi,

pesunen sariranira,

sudanen dhahar lan guling.

25 

LT – IV -2012 SMP N 1 WONOSARI SABET 6 EMAS


Lomba Tingkat IV Tahun 2012 dilaksanakan di Bumi Perkemahan Babarsari tangga 9 s.d. 12 Februari 2012. Loma Tingkat Regu Pramuka Penggalang Empat Tahun 2012 (LT-IV 2012) lebih dititik beratkan pada bidang pengembangan diri Pramuka Penggalang yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual, dan sosial sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Sedangkan pelaksanaannya menggunkan metode beragam, sehingga para peserta dapat merasakan, mempelajari, menghayati kegiatan yang dilombakan. Dengan demikian setelah mengikuti kegiatan Lomba Tingkat IV para peserta akan mendapat bekal dalam proses pembentukan karakternya.

Dalam kegiatan Lomba Tingkat IV taun 2012 Gugus Depan 023-024 Pangkalan SMP N 1 Wonosari berhasil membuktikan kebolehannya dalam berkompetisi, terutama pada bidang Teknologi Informasi dapat merebut emas . Gugus Depan Gunungkidul 025-024 akhirnya dapat mempersembahkan meraih 6 Emas, 1 perak dan 6 perunggu.

DAFTAR PEROLEHAN KEJUARAAN LT- IV SMP N 1 WONOSARI

REGU PUTRA

NO

JENIS LOMBA

EMAS

PERAK

PERUNGGU

1 ADMINISTRASI REGU

*

2 TEKNOLOGI INFORMASI

*

3 SEJARAH BANGSA

*

4 HALANG RINTANG

*

5 MEMBUAT JAMU TRADISIONAL

*

6 MASAKAN KHAS DAERAH

*

REGU PUTRI

NO

JENIS LOMBA

EMAS

PERAK

PERUNGGU

1 ADMINISTRASI REGU

*

2 BUDAYA DAERAH

*

3 SEJARAH BANGSA

*

4 PIDATO

*

5 PETA PITA

*

6 TALI TEMALI

*

UNGGAH-UNGGUH BASA


UNGGAH-UNGGUH BASA

Unggah-Ungguh Basa
Manut owah gingsire jaman, ragam basa Jawa saiki mung kapantha dadi loro, yaiku basa ngoko lan basa krama. Basa ngoko kapantha maneh dadi loro: ngoko lugu lan ngoko alus. Basa krama uga kapantha dadi loro: krama lugu lan krama alus. Bedane ngoko lugu, ngoko alus, krama lugu lan krama alus kaya kang kaandharake ing ngisor iki.
1. Ngoko Lugu
Ngoko lugu wujude kabeh tetembungane migunakake tembung ngoko. Ngoko lugu digunakake kanggo omong-omongan antarane wong sing wis kekancan akrab lan wong tua marang anake.
Tuladha:
1) Kowe mengko ana ngomah apa ora?
2) Amir ora mlebu sekolah jalaran lara weteng.
3) Kowe sida melu bapak menyang Sala apa ora Le?
4) Mengko bengi sinau bareng ana ngomahmu ya?
2. Ngoko Alus
Ngoko alus wujude tembung-tembung ngoko kang kacampuran tembung krama kanggo ngajeni wong sing diajak guneman/omongan. Ngoko alus biasane digunakake kanggo omong-omongan antarane wong tuwa kang wis akrab nanging isih padha ngajeni, wong tuwa marang wong nom sing diajeni, lan kanggo ngomongake wong sing diajeni.
Tuladha:
1) Pak Parna saiki wis rawuh apa durung?
2) Panjenengan arep tindak menyang Gunungkidul dina apa?
3) Mas Parja arep siram saiki apa mengko?
4) Wingi Pak Lik rawuhe nitih motor mabur.
3. Krama Lugu
Krama lugu wujude kabeh tetembungane nganggo tembung krama nanging wuwuhane isih migunakake wuwuhan basa ngoko. Krama lugu biyasane digunakake dening bakul ing pasar menawa omong-omongan karo wong kang arep tuku.
Tuladha:
1) Sampeyan mundhute sayur ingkang pundi?
2) Mangke kula betakake dhateng daleme panjenengan.
3) Kopine sampun diunjuk eyang kakung.
4) Bapak kondure mangke jam kalih.
4. Krama Alus
Krama alus wujude kabeh tetembungane krama kabeh. Krama alus digunakake kanggo wong nom menawa matur marang wong tuwa, anak buah marang pimpinan, lan wong sing durung kenal.
Tuladha:
1) Mangga pinarak, panjenengan sampun dipuntengga bapak.
2) Menawi sampun dados tugasipun saged dipunkempalaken.
3) Bapak lan ibu sampun tindak dhateng Jogja kala wingi.
4) Pak, kula badhe nyuwun arta kangge tumbas buku basa Jawi.

Tuladha cak-cakane unggah-ungguh basa ing padinan
Semaken wacan ing ngisor iki?
SAWAH
………………………………………………………………………………………………………………………………….

Esuk kuwi, mbah wongso uga katon menyang sawah nggawa pacul sing disampirake ing pundhake. Tangane kiwa katon kelap-kelip amarga ing slempitane driji ana mawane. Klempas-klempus sadalan-dalan katon nikmat banget.
Wektu kuwi Parja lagi nyapu latar sing kebak godhong jambu.”Mruput, Mbah! Tindak Sabin?”
“Genah nggawa pacul ngono, mosok arep njagong.” Semaure Mbah Wongso sakecekele. Mbah Wongso sanajan wis tuwa nanging isih seneng guyonan. Malah ana sing ngarani Mbah Gaul.
“Panjenengan niku nggih aneh, Mbah! Nek kula boten aruh-aruh, mangke diarani cah enom boten ngerti unggah-ungguh.”
“Oo, ya wis bener Le. Lho kowe gek nyapu?”
“Boten Mbah, niki nembe dhahar.”Parjo mbales Mbah Wongso.
“Dhahar gundhulmu kuwi! Lha kok malah mbales.” Wong loro padha ngguyu.
Tekan sawah Mbah Wongso nyelehake pacule. Dheweke terus lungguh nyawang tanduran pari sing wis merkatak. Sawise ngentekake udute. Mbah Wongso terus mak nyat ngadeg, terus mbabati suket sakiwa tengene tanduran pari. Sukete diklumpukake kanggo pakan wedhus.
Udakara jam sanga esuk, Suminah anake wadon katon nggawa sarapan lan wedang teh sing ginasthel, legi panas tur kenthel. Keringet wis dleweran, weteng ya wis pating kluthuk njaluk diisi.
“Sarapan rumiyin Pak:”
“Kene Ndhuk! Wah kebeneran banget. Wetengku wis kluruk terus, je!”
“Wau saderenge tindak purih sarapan riyin boten purun.Wong nggih sampun mateng sedanten.”
“Mangan kuwi paling enak ki nek wis luwe ngene kiyi.”
Mbah Wongso anggone dhahar katon dhokoh nyenengake tenan. Mula ora mokal senajan wis sepuh isih katon gagah. Amarga olahragane macul ora tau leren lan dhahare ya akeh tenan. Bar dhahar terus ngunjuk benteran ginasthel kalajengaken udud. Kesenengan sing keri kuwi janjane wis dilarang dening anake wadon.
“Pak, mbok sesipun dipun kirangi. Nek saget malah mboten sah udud mawon. Cobi jenengan waos gen bungkus rokok niku! Merokok dapat menyebabkan kanker….”durung rampung wis dipunggel Mbah Wongso.
“Rak dapat menyebabkan, ta? Jarene Pardi wingi kae, dapat menyebabkan kuwi tegese ora mesthi. Iso lara iso ora, iyo ta? Jarene nek wong –wong ora udut, pabrik rokok isa bangkrut, karyawane padha nganggur, mbako ora payu, petani mbako klenger, pemerintah ora nampa pajeg. Jarene pajeg seka rokok kuwi paling gedhe, Ndhuk? Lho, piye? Aku udut iki rak membantu pemerintah, ta?”
“Panjenengan niku nek diaturi mesthi ngeyel. Mengke nek gerah paru-parune mang raoske piyambak!” Suminah katon mrengut.
Ora let suwe sarampunge Mbah Wongso dhahar,saka wetan katon wong loro lanang-wadon numpak pit montor nyedhak marang lungguhe Mbah Wongso.Wong loro mau terus nyelehake heleme terus mudhun nyalami Mbah Wongso lan Suminah.
“Nyuwun pirsa, ingkang nggarap sabin niki sinten ,Mbah?” Wong wadon mau takon marang Mbah Wongso.
“Kula!” semaure Mbah Wongso.
“Panjenengan nyewa sabin niki saking sinten?”
“Lho, nyewa pripun? Sampeyan ampun golek perkara, niki sabin kula. Kula tumbas pun sedasa taun kepengker! Malah wonten surate, surtipikat niku,lho!”.
“Pak, jenenge sertifikat!” Suminah njawil bapake.
“Nggih ngoten niku!” Semaure Mbah Wongso.
Oleh keterangan saka Mbah Wongso, wong loro lanang-wadon mau padha ulat-ulatan semu gumun.
…………………………………………………………………………………………………………………………..
(Mutiyara Basa Jawa 3: 61 – 62)
B. Wangsulana pitakonan-pitakonan ing ngisor iki nganggo basa krama!
1. Sebutna unggah-ungguh basa kang ana ing pethikan cerkak ing ndhuwur!
2. Nalika Parja ngeruhi Mbah Wongso migunakake basa apa?
3. Basa apa kang digunakake Suminah nalika guneman karo Mbah Wongso?
4. Mbah Wongsa anggone rembugan karo Suminah migunakake basa apa?
5. Basa apa kang digunakake wong lanang wadon nalika guneman karo Mbah Wongso?

Negesi tembung
Tembung-tembung ing ngisor iki golekana kramane!
1 katon ………………………..
2 nggawa ……………………..
3 disampirake ………………
4 kecekel …………………….
5 diarani ……………………..
6 enom ………………………..
7 ngguyu ……………………..
8 sawah ……………………….
9 lungguh …………………….
10 nyawang ………………….
11 tanduran ………………….
12 wedhus ……………………
13 diklumpukake ………….
14 udakara …………………..
15 esuk ………………………..
16 weteng …………………….
17 mangan ……………………
18 ngombe ……………………
19 lara ………………………..
20 gedhe ……………………..

Tembung-tembung ing ndhuwur, sawise ketemu kramane, tembung nomer 1 tekan 10 gawenen ukara!

No Tembung Ukara
1 ………. ………………………………………………………………………………
2 ………. ………………………………………………………………………………
3 ………. ………………………………………………………………………………
4 ………. ………………………………………………………………………………
5 ………. ………………………………………………………………………………
6 ………. ………………………………………………………………………………
7 ………. ………………………………………………………………………………
8 ………. ………………………………………………………………………………
9 ………. ………………………………………………………………………………
10 ………. ………………………………………………………………………………

Ukara-ukara ing ngisor iki owahana manut unggah-ungguh basane!
1. Panjenengan niku nggih aneh, Mbah! Nek kula boten aruh-aruh, mangke diarani cah enom boten ngerti unggah-ungguh.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
2. Boten Mbah, niki nembe dhahar.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
3. Wau saderenge tindak purih sarapan riyin boten purun.
………………………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………….
4. Nek saget malah mboten sah udud mawon.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
5. Nggih ngoten niku!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

KISI-KISI USEK BAHASA JAWA 2016


KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN SEKOLAH (USEk) MATA PELAJARAN BAHASA JAWA

TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 

NO KOMPETENSI DASAR URAIAN MATERI KELAS/

SEMESTER

JML SOAL INDIKATOR BNTK SOAL

NOMOR SOAL

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

3.5  Memahami tujuan, struktur teks, unsur kebahasaan, dan pesan moral dari teks lisan dan tulis yang berupa puisi Jawa (geguritan).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.1 Memahami teks untuk menyatakan berbagai maksud dan tujuan dalam masyarakat sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

 

Geguritan

“Gotong Royong”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Unggah-ungguh basa

VII/1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VII/2

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

–         Disajikan teks karya sastra Jawa siswa dapat menentukan jenis karya sastra Jawa tersaji

–         Disajikan teks karya sastra Jawa siswa dapat menerangkan makna kalimat dalam teks tersaji

–         Disajikan teks karya sastra Jawa siswa dapat menjawab pertanyaan bacaan

–         Disajikan teks karya sastra Jawa siswa dapat menerangkan makna kalimat dalam teks tersaji

–         Disajikan teks karya sastra Jawa siswa dapat menjawab pertanyaan bacaan

–         Siswa dapat menggunakan unggah-unggah basa untuk berbagai keperluan

PG

 

 

PG

 

 

PG

 

 

PG

 

 

PG

 

 

PG

1

2

3

4

5

6, 7, 8, 9

3.

 

 

4.

 

 

 

1.2. Menanggapi cerita wayang

 

 

1.3. Menanggapi pepindhan

Bacaan cerita wayang

 

Pepindhan

VIII/1 3

 

 

2

 

–       Disajikan bacaan cerita wayang siswa dapat menjawab pertanyaan bacaan

–       Disajikan kalimat yang rumpang siswa dapat melengkapi dengan pepindhan

PG

PG

10, 11, 12

13, 14

5. 5.1. Menanggapi isi wacana lisan rambu-rambu lalulintas melalui media elektronik Bacaan “Rambu-rambu lalulintas” VIII/2 2 –       Siswa dapat menerangkan tanda-tanda/gambar lalu-lintas PG

 

 

 

15. 16

 

 

 

 

6.

 

 

7.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8.

 

 

 

3.1. Memahami teks untuk menyatakan berbagai maksud dan tujuan dalam masyarakat sesuai dengan unggah-ungguh Jawa

 

3.2. Memahami tentang pranatacara (MC) dalam kegiatan sederhana.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.3. Memahamisesorah (pidato)se derhana berbahasa jawa

Unggah-ungguh basa

 

 

 

Pranatacara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sesorah

IX/1 7

 

 

 

 

1

 

 

 

1

 

1

 

1

 

1

 

 

1

 

 

 

1

 

2

 

 

 

 

 

–       Siswa dapat melaksanakan komunikasi fungsional antar pribadi dengan teman, guru, dan orang tua menggunakan   tataran bahasa Jawa yang sesuai.

–       Mampu menjelaskan peranan pranatacara dalam kegiatan sederhana

–       Siswa dapat menjelaskan makna kata dalam teks pranatacara

–       Siswa dapat menjelaskan sebutan pranatacara

–       Siswa dapat menjelaskan tugas pranatacara

–       Siswa dapat menjelaskan cara mengolah bahasa dalam pranatacara

–       Siswa dapat menyusun susunan acara dalam suatu kegiatan

 

–       Siswa dapat menerangkan pebgertian sesorah

–       Menerangkan urut-urutan dan isi sesosorah

 

PG

 

 

 

 

 

PG

17, 18, 19, 20, 21, 22, 23

 

 

 

24

25, 26, 27, 28

29

30

31

32

 

33

34, 35

 

9.

 

 

10.

 

 

 

11.

 

 

 

 

 

 

 

 

11.

3.4 Memahami karya jurnalistik

 

 

4.5 Membaca dan menulis paragraf sederhana beraksara Jawa

 

3.6  Memahami tembang maskumambang

 

 

 

 

 

 

3.7  Menganalisa ajaran moral dalam cerita wayang Mahabarata

 

 

 

 

 

Jurnalistik

 

 

Aksara Jawa

 

 

 

Tembang Macapat Maskumambang

 

 

 

 

 

 

 

Asthabrata

IX/2 7

 

 

 

4

 

 

 

1

 

 

 

2

 

 

 

1

–         Siswa dapat menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kejurnalistikan

 

–         Siswa dapat membaca dan menulis dengan aksara Jawa menggunakan aksara rekan, aksara murda

 

–         Disajikan tembang macapat maskumambang siswa dapat menentukan struktur metrum tembang macapat maskumambang

–         Siswa daoat mengartikan kata-kata penting dalam cakepan tembang Maskumambang

 

–         Siswa dapat menerangkan nama paraga wayang dalam asthabrata

 

PG

36, 37, 38, 39, 40, 41, 42

 

43, 44, 45, 46

47

48, 49

 

 

50

Wonosari, 28 Maret 2015

 

Trianjar Priyanta, S.Pd., M.Pd.

 

 

ULANGAN HARIAN BAHASA JAWA KELAS IX SEMESTER 2 SMP TAHUN PELAJARAN 2014/2015


Wangsulana pitakonan-pitakonan ing ngisor iki kanthi milih wangsulan kang wus cumawis!

1. Tembung liya Pranatacara kaya ing ngisor iki kejaba….

a. pambiwara

b. pranataadicara

c. pranata titilaksana

d. juru paniti priksa

2. MC iku cekakan saka tembung ….

a. Mastery of Ceremony

b. Mastery Ceremony

c. Master of Ceremony

d. Magester of Ceremonial

3. Pranata adicara menika salah satunggaling paraga ingkang nggadhahi jejibahan … .

a. caos seserepan dhumateng para rawuh

b. caos panglipur dhumateng ingkang rawuh ing adicara

c. nglantaraken titilaksana ing satunggaling adicara

d. atur pangandikan ing salebetipun adicara

4. Supados saged ngolah basa lan sastra pranatacara kedah saged mangertos … .

a. paramasastra

b. unggah-ungguh

c. tatakrama

d. unggah-ungguh lan tatakrama

5. Kanthi pangertosan paramasastra pranatacara/pamedarsabda saged ndhapuk mocap, tembung, ukara, wacana kanthi laras lan leres. Laras tegesipun … .

a. pranatacara saged ngrantam trep kaliyan kawontenan saha swasana.

b. pranatacara saged ngrantam saha mbabar titi laksana trep kaliyan kawontenan saha swasana.

c. Saged ngginakaken basa ingkang trep kaliyan paramasastra.

d. Pranatacara saged nguwaosi kawontenan kanthi sae.

6. Teks sesorah kang isine ngucapake salam marang para tamu minangka tanda sapa aruh lan pakurmatan, perangan sesorah:

a. Isi

b. Pambuka

c. Pangarep-arep

d. Panutup

7. Teks sesorah kang isine memuji syukur dhumateng Gusti ingkang Maha Asih supaya acara saged kalaksanan kanthi lancar, perangan sesorah:

a. Isi

b. Pambuka

c. Pangarep-arep

d. Pamuji

8. Nalika sesorah wirasa dipatrapake karo swasana, upamane layatan boten sami kaliyan syukuran. Aja nganti gojegan. Kang ngono iku ateges wong sesorah iku nggatekake … .

a. wicara

b. wiraga

c. wirama

d. wirasa

9. Nalika sesorah swantenipun ingkang trep, boten keseron, boten bengok-bengok, lan boten kelirihen, tegesipun tiyang sesorah menika nggatosaken … .

a. wicara

b. wiraga

c. wirama

d. wirasa

10. Tiyang sesorah kedahipun patrap kaliyan swasana badan kedah teteg, jejeg, mantep, asta ngapurancang. Praen ulat sumeh, grapyak, ora besengut. Ateges nggatosaken … .

a. wicara

b. wiraga

c. wirama

d. wirasa

11.

1

Isi

2

Pangarep-arep

3

Pamuji

4

Pambuka

5

Panutup

Urut-urutanipun sesorah ingkang leres inggih menika … .

a. 2, 3, 5, 1, 4

b. 4, 3, 1, 2, 5

c. 4, 2, 1, 3, 5

d. 4, 1, 3, 2, 5

12. Keparenga kula ingkang piniji panitya supados ngaturaken urut reroncening upacara Pelantikan Pengurus OSIS SMP N 1 Wonosari Pereode 2014/2015. Tembung piniji tegese ….

a. didhapuk

b. dijaluk

c. diprayogakake

d. ditindakake

13. Kula minangka pranata adicara, mbok bilih wonten galap gangsuling atur saestu kula nyuwun pangapunten. Tembung galap gangsuling atur tegese….

a. kaluputan panggonan/ papan

b. kaluputan anggone matur/ngomong

c. kaluputan wektu

d. kaluputan sandhangan/ dandanan

14. “Dhumateng Bapak Kepala sekolah SMP Tunas Muda ingkang dhahat kinurmatan, Bapak Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak/Ibu Guru, Karyawan, saha para siswa ingkang tansah winantu ing suka basuki. Tembung “basuki” tegesipun ….

a. alangan

b. diajeni

c. diormati

d. slamet

15. Perangane pranatacara kang isine njaluk pangapura mbok menawa anggone matur/ngomong ana kaluputan , diarani ….

a. Pambuka

b. Isi

c. Ngatuarke acara siji mbaka siji kanthi wijang/cetha

d. Panutup

16. “… kanthi pinayungan karaharjan, tebih saking rubeda nir ing sambekala.” Tembung “sambekala” tegese …..

a. rahayu

b. alangan

c. slamet

d. raharja

17. Waspadakna ukara ing ngisor iki!

(1) Kupat janure tuwa menawi lepat nyuwun pangapura.

(2) Jenang sela wader kalen sesondheran, apuranta yen wonten lepat kawula.

(3) Tebah siti sekul binuntel roning kalapa, apuranta sedaya lepat kawula

(4) Kupat kecemplung santen, menawi lepat nyuwun pangapunten.

Kang kalebu wangsalan kanggo nutup adicara yaiku ….

a. (1), (2)

b. (3), (4)

c. (2), (3)

d. (1), (4)

18. Bapak Ibu Guru ingkang dhahat kinormatan, sumangga adicara menika kapungkasan kanthi dedonga miturut kapitadosan sowang-sowang, ndedonga kasumanggakaken ……………. cekap. Tembung sowang-sowang tegese ….

a. madhep mantep

b. dhewe-dhewe

c. sesarengan

d. bebarengan

19. “Wusananing atur dhumateng pengurus OSIS Pereode 2014/2015 ingkang sampun kalantik, kula ngaturaken sugeng makarya, mugi tansah manggih karaharjan, rahayu ingkang pinanggih, widada ingkang jinangka. Ukara “widada ingkang jinangka” tegese ….

a. kaleksanan kang dikarepake

b. ora ana alangan sawiji apa

c. ngepenakake ati

d. tansah nemu keslametan

20. Sawahe jembar-jembar, parine lemu-lemu. Menawi dipunserat ngangge aksara jawa….

ulhar ix

SERTIFIKASI GURU DIHAPUS?


GAJI PNS DIRANCANG SINGLE SALARY SYSTEM
Berdasarkan PP No.7 Tahun 1977 tentang Gaji PNS, penghasilan sah yang diterima seorang pegawai negeri sipil terdiri atas gaji pokok, kenaikan gajiberkala, kenaikan gaji istimewa, tunjangan, serta Honorarium. Dalam implementasinya, sistem penggajian ini masih menyisakan beberapa permasalahan karena besaran gaji yang diberikan dirasakan kurang memenuhi unsur kehidupan layak, gaji PNS kurang kompetitif dan tidak memenuhi prinsip “equity”.
Kondisi tersebut memberikan efek kurang memotivasi pegawai untuk bekerja secara kompetetif karena variabel penggajian hanya mempertimbangkan masa kerja & golongan ruang. Selain itu, tunjangan (jabatan struktural) lebih besar dari gaji pokok sehingga ketika seorang pegawai pensiun, maka akan terjadi penurunan penghasilan yang sangat signifikan karena besaran pensiun didasarkan pada gaji pokok.
Untuk melakukan perbaikan, maka BKN tengah melakukan focus group discussion (FGD) draft penataan sistem penggajian pemberian tunjangan dan fasilitas PNS menuju pada sistem yang adil dan layak, yang berdasarkan tugas, tanggung jawab, beban kerja serta kinerja dengan sistem single salary. salah satu kegiatan FGD dilaksanakan pada jum’at (5/04) di ruang rapat Kanreg I BKN Yogyakarta. FGD ini menghadirkan mantan rektor UGM yang sekaligus mantan Kepala BKN Prof. Sofyan Effendi, perwakilan dari Kementerian Keuangan, Sekretariat Negara, dan beberapa perwakilan BKD.

(Prof. Sofyan Effendi (paling kanan) saat memberikan tanggapan dalam FGD Single Salary System)

Dalam konstruksi Single Salary System, pegawai hanya akan diberikan gaji bersih. Anatomi Single salary system terdiri atas unsur jabatan, kinerja, serta grade+step. Single salary system mengakumulasi berbagai jenis penghasilan dan menetapkan komponen penghasilan menjadi satu jenis penghasilan (gaji jabatan). Sistem penggajian PNS berbasis jabatan tidak lagi mendasarkan pangkat dan golongan ruang, tetapi didasarkan bobot/grade jabatan (evaluasi jabatan). Penetapan besaran gaji terendah harus mempertimbangkan standar kehidupan layak (cost of living), besaran gaji di sektor swasta atau BUMN untuk semua jenjang jabatan setara.

(Tabel gaji PNS berdasarkan jabatan dan kinerja)

Selain penghasilan yang diterimakan secara langsung, juga dimungkinkan pemberian tunjangan lainnya (tunjangan operasi pengamanan padapulau-pulau kecil terluar dan wilayah perbatasan, tunjangan daerah terpencil, daerah konflik, tunjangan resiko bahaya). Sementara Penghasilan PNS yang tidak diterimakan secara langsung meliputi: tunjangan pajak iuran kesehatan & kecelakaan kerja, iuran pensiun dan THT, iuran tabungan perumahan, iuran jaminan pendidikan bagi putera-puteri PNS, serta uang pengganti cuti. (Rdl)
(SUMBER:BKD YOKYAKARTA)

GLADHEN SOAL UTS BASA JAWA KELAS IX SEM 1


GLADHEN SOAL UTS BASA JAWA KELAS IX SEM 1

 

Pilihen wangsulan kang bener kanthi cara ngirengake bunderan (l) ing sangareping aksara a, b, c utawa d  ing lembar wangsulan kang cumawis!



Wacan 1

Kanggo soal nomer 1 – 5

 

Indra lagi asyik ngelapi sepedah montore. Kabeh diresiki ora ana kang kliwatan. Sela-selaning ruji uga ora keri. Tangan kiwane nyemproti nganggo cairan pengkilap logam. Tangan tengene banjur ibut nggosoki nganggo suwekan kaos tilas sragam bal-balane, bola-bali digosok. Indra mesam-mesem. Dheweke ngilo ing slebor montore kang kincling meling-meling. Wayangane pancen katon cetha nanging wujude ya pating plethot urut karo wujude slebor montor. Sirahe Indra dadi dawa. Lucu.

“Wis jam setengah pitu Ndra, ndang mangkat mengko telat!” Simboke Indra ngelingake karo madhahi tela pohung ana ing bagor. Sedyane arep digawa menyang pasar.

“Hemm… iki ya wis arep mangkat, njaluk sangune Mbok!” Indra wangsulan karo ngadeg nguncalake gombal suwekan ana pojokan.

“Kae anane mung limang ewu, aku  lagi arep adol tela iki ana pasar, muga-muga wae wae mengko laangsung didhuwiti.” Wangsulane Mboke Indra karo ubat-ubet  naleni bagor isi tela pohung.

“Ming mang ewu, entek nggo tuku bensin Mbok…..” Indra mecucu.

Ora let suwe Indra wis nyangklong tas ireng lecek. Ing pinggir ana gambar tengkorake. Motor banjur distater, ora suwe Indra banjur nggeblas. Ibune gedhek-gedhek karo unjal ambegan.

 

1.      Tokoh utawa paraga kang ana ing pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku ….

a.    gurune Indra,  mbakyune Indra lan Indra

b.    mboke Indra lan mbayune Indra

c.    mbokne Indra lan Indra

d.    Kancane Indra lan Gurune

 

2.      Latar papan ana ing pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku …

a.    pasar

b.    omahe Indra

c.    bengkel motor

d.    tegalan

 

3.      Miturut pethikan cerkak ing ndhuwur, kedadeyane dumadi ing wanci …

a.    wayah awan bubar sekolah

b.    bangun esuk

c.    wayah mangkat sekolah

d.    wayah sore nalika padha sinau

 

4.      Miturut pethikan cerkak ing ndhuwur, watake Indra iku ….

a.    sumeh

b.    jujur

c.    nesunan

d.    apikan

 

 

 

5.      Watake mboke Indra manut pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku ….

a.    sabar lan tlaten

b.    culika lan degsura

c.    nesunan lan umuk

d.    srakah lan cethil

 

6.      Sadurunge maca cerkak nggatekake olah vokal, kayata ….

a.    Latihan pocapan a, e, i, o kanthi bener

b.    Nggatekake seru lan lirihe swara

c.    Mangerteni isine cerkak

d.    Nuwuhake rasa mantep ing ati

 

7.      Maca cerkak kudu bisa mangerteni watak lan sesipate paraga kang ana ing crita. Kaya mangkene iki tegese nggatekake ….

a.    Lagu

b.    Intonasi

c.    Wirasa

d.    Obah mosik awak

 

8.      Tuladha lelewaning basa (gaya bahasa) antitesis ana ing ukara …

a.    Sugih mlarat, enom tuwa, gedhe cilik, kabeh tumplek bleg ing lapangan.

b.    Tumindak becik aja nganti diandheg, apa maneh nganti dialang-alangi ngrembakane.

c.    Awake dhewe kudu mikir, mikir, mikir lan mikir kanthi tenanan

d.    Apa kowe arep mulih, apa kowe arep turu kene, apa kowe arep lunga, aku ora nggagas.

 

9.      Sadurunge nulis cerkak prayogane luwih dhisik ….

a.    gawe cengkorongan

b.    nyepakake buku crita

c.    nyepakake kamus

d.    nyepakake teks sesorah

 

10.  Urut-urutane cerkak kang lumrah yaiku ….

a.    Wiwitan crita – thukule pradondi (konflik) – gedhe-gedhene pradondi (puncak konflik) – wiwitan mendhane pradondi – wusana crita.

b.    wusana crita– thukule pradondi (konflik) – gedhe-gedhene pradondi (puncak konflik) – wiwitan crita – wiwitan mendhane pradondi.

c.    Wiwitan crita – wiwitan mendhane pradondi – wusana crita – thukule pradondi (konflik) – gedhe-gedhene pradondi (puncak konflik).

d.    gedhe-gedhene pradondi (puncak konflik) – Wiwitan crita – wiwitan mendhane pradondi  – wusana crita – thukule pradondi (konflik).

 

11.  Atmaja anggone maca cerkak apik. Obahe awak sangsaya nambahi cetha surasane crita. Kaya mangkono iku tegese Atmaja nggatekake ….

a.    Wiraga

b.    Wirama

c.    Wirasa

d.    Wicara

 

12.  Nalika maca cerkak, Atmaja nganti netesake luh, swarane keprungu katon sedhih banget. Kaya mangkono iku tegese Atmaja bisa ngetrapake ….

a.    wiraga

b.    wirama

c.    wirasa

d.    wicara

 

13.  Nalika maca cerkak uga kudu nggatekake munggah-mudhun, alon cepete, uga seru lirihe swara. Iku tegese nggatekake ….

a.   wiraga

b.   wirama

c.   wirasa

d.   wicara

 

14.  Tuladha tema kanggo cerkak kang njupuk saka kahanan lingkungan omah(masyarakat) yaiku ….

a.    Didukani guru

b.    Telat mangkat sekolah

c.    Ngrewangi ibu ngumbahi

d.    Ditimbali guru BP

 

15.   ?ptihsuwnF. Tulisan aksara jawa iku manawa katulis latin ….

a.     Patih Sumantri

b.    Raden Sukrasana

c.     Raden Suwanda

d.    Patih Suwanda

 

 

 

 

 

 

 

16.     Tulisan aksara jawa ing ngisor iki tulisen ganepana nganggo tembung kang trep!

?fh[wnHti .

a.     [ao[pn\

b.    sush

c.     buzh

d.    ti[tn\

17.    “Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa.” Unen iku manawa katulis nganggo aksara jawa ….

a.    ?c]hag[wbub]h,rukunHg[wsnTs.

b.    ?c]hag[wbub]h,rukunHg[ws[nTos.

c.    ?c]hag[wbub]h,rukunHg[wsnT[so.

d.    ?c]hag[wbub]h,rukunHg[ws[nTo[so.

18.    Paraga ing carita kang watak wantune becik, tansah mbiyantu paraga diarani paraga

a.    antagonis

b.    paragatama

c.    gantine paragatama

d.    protagonis

 

19.  Tuladha lelewaning basa ingkang kalebet  epizeuksis inggih menika ….

a.     Dikandhani kok mung plonga-plongo kaya kebo

b.     Dhuwite negara digondhil tikus dhasinan.

c.     Awake dhewe kudu mikir, mikir, mikir lan mikir kanti tenanan.

d.     Polatane ndamar kanginan

 

20.  “Atiku rasane mak ces kaya nemu banyu sewindu.” Ukara iku mugunakake lelewaning basa kang diarani ….

a.    pepindhan

b.    panyandra

c.    metafora

d.    personifikasi

 

21.  “Tembunge pedhes ngabangake kuping.” Ukara iku migunakake lelewaning basa ….

a.    metafora

b.    eufemisme

c.    litotes

d.    personifikasi

 

22.  Tumindak becik aja nganti diandheg, apa maneh nganti dialang-alangi. Ukara iku migunakake lelewaning basa ….

a.    pararelisme

b.    nntitesis

c.    epizeuksis

d.    anafora

 

23.  Urutaning carita saka wiwitan nganti pungkasan diarani ….

a.    setting

b.   tema

c.    alur

d.   konflik

 

24.  Papan lan wektu dumadine crita ing cerkak arane apa?

a.    amanat

b.    konflik

c.    alur

d.    setting

 

25.    Nanging esuke, mruput banget. Sriyanto wis tekan omahe Hartini. Kagawa rasa kuwatir kelangan priya papan ugeraning ati.

Pratelan cerkak ing ndhuwur nuduhake perangan ….

a.    tema

b.    alur

c.    irah-irahan

d.    setting

 

Wacan 2

Kanggo soal nomer 25 – 29

 

Asih unjal ambegan bareng kumbahan sing pungkasan rampung diucek. Sabun buthek tilas kumbahan disuntak, diganti banyu resik kanggo mbilasi. Nalika nedheng-nedhenge lagi mbilasi. Asih kelingan welinge ragile mau esuk sadurunge mangkat sekolah.

“Aku sesuk gawekna kolak ya Mak!”. Mangkono panjaluke.

“Iya” wangsulaneAsih cekak.

Kelingan panjaluke anake kuwi, Asih ora nerusake mbilasi. Dheweke banjur menyat saka papan mirunggan sing sok gawe umbah-umbah sing ana cedhak sumur iku. Mumpung isih esuk, Asih banjur gage ngadeg saperlu blanja kanggo gawe kolak.Ranti ragile kuwi wiwit cilik angel mangan. Awake cilik nanging tujune isih gelem modot, dadi ora kalah dhuwur karo sabarakane.Mula Asih kerep nuruti yen Ranti njaluk digawekake panganan.

 

26.  Tema kang trep karo pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku ….

a.    ibu kang ora nggatekake anake

b.    ibu kang nggugung anake

c.    ibu kang nggatekake anake

d.    ibu kang repot amarga ngurusi anake

 

27.  Watake Asih manut pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku ….

a.    tega marang anake

b.    tegel marang anake

c.    welas marang anake

d.    ngetog marang anake

 

28.  Latar papan ing pethikan cerkak iku ….

a.    ana ing kolah

b.    ana ing cedhak sumur

c.    ana ing pawon mburi

d.    ana ing emperan ngomah

 

29.  Latar wektu kang digambarake ing pethikan cerkak mau yaiku ….

a.    sore

b.    awan

c.    bengi

d.    esuk

 

30.  Kang dadi sebab Asih enggal tuku bahan kanggo gawe kolak yaiku ….

a.    amarga anggone ngumbahi wis rampung

b.    amarga panjaluke Ranti

c.    amarga banyune buthek

d.    amarga Ranti angel mangan

 

31.  Carita kang kawiwitan  saka wingenane, banjur nyritakake wingi tekan saiki diarani ….

a.    alur maju

b.    alur mundur

c.    alur campuran

d.    alur balik

 

32.  Paraga kang tansah sulaya lan ora seneng karo paraga utama diarani ….

a.    paarga protagonis

b.    paraga “pembantu

c.    paraga antagonis

d.    paraga “pelengkap

 

33.  Gawe cengkorongan crita iku sawise nemtokake ….

a.    topik

b.    alur

c.    tema

d.    paraga

 

34.  Lakuning crita iku ana perangan kang diarani tetepungan, yaiku nyritakake ….

a.    kedadean-kedadean kang njalari was-was

b.    kahanan paraga utama

c.    carane ngrampungake perkara-perkara wigati

d.    suasana kang nrenyuhake

 

35.  Dene perangan konflik iku nyritakake ….

a.    kedadean-kedadean kang njalari was-was

b.    kahanan paraga utama

c.    carane ngrampungake perkara-perkara wigati

d.    suasana kang nrenyuhake

 

Wacan 3

Kanggo soal nomer 35 38

 

Kurang mareme aku banjur tuku tiket numpak prau rakit. Sawise penumpange cukup, nahkoda ngelingake supaya kabeh penumpang nganggo klambi pelampung. Prau wiwit mlaku ngetut dawaning kali. Tanpa kendhat aku noleh kiwa tengen sinambi ngresepi sesawangan kang endah nengsemake. Ocehing manuk jalak, kacer lan thilang uga asring keprungu malah jare nahkoda prau yen lagi beja bisa ngawruhi elang jawa kang kala-kala golek mangsa ing kali. Kira-kira setengah jam prau rakit kali menyang dermaga. Udakara jam 10.00 pengunjung wis akeh banget, papan parkir sepedha motor lan mobil wis meh kebak. Bakul-bakul wis pirang-pirang ana bakso, soto, siomay, sprite, fanta lsp.

 

36.  Bab apa kang dicritakake ing pethikan cerkak ing ndhuwur?

a.    Pepelinge nahkoda

b.    Suwene numpak rakit

c.    Kahanan sakiwa tengen kali

d.    Regane tiket

37.  “Ocehing manuk jalak, kacer lan thilang uga asring keprungu malah jare nahkoda prau yen lagi beja bisa ngawruhi elang jawa kang kala-kala golek mangsa ing kali.” Tembung ngawruhi tegese ….

a.    weruh

b.    aweh kawruh

c.    ngawur

d.    duwe kawruh

 

38.  Ukara-ukara ing ngisor iki kang cocok karo isine crita yaiku ….

a.    Numpak prau rakit rasane ora marem.

b.    Elang jawa saben dina golek mangsa ing kali

c.    Jam 10.00 penumpange tambah akeh

d.    Prau wiwit mlaku nalika penumpange cukup

 

39.  Manut unggah-ungguh basa kang digunakake ing pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku ….

a.    ngoko alus

b.    ngoko

c.    krama alus

d.    krama

 

40.  Yen ana panggedhe kang kang seda akeh kang bela sungkawa. Tembung bela sungkawa tegese ….

a.    nelakake rasa susah

b.    nelakake rasa seneng

c.    nelakake rasa bungah

d.    nelakake rasa marem

 

Wacan 3

Kanggo soal nomer 41 – 50

 

SI BELO

 

Pak Wita Kere olehe mati wis suwe, nututi sing wadon kang ndhisiki ninggal alam iki. Anake mung siji jenenge Sabariman. Nanging nalika isih cilik tansah lelaranen wae, dening wong tuwane dielih jenenge,  jeneng sakecekele wae yaiku Belo. Dadi cetha, Belo dudu anak jaran, nanging anak manungsa.

Nunggak semi wong tuwane wis padha Jenat, Belo uga dadi kere ing pasar. Umure saiki telulasan taun, dedege lencir, awake kuru aking, igane katon nggambang, rupane pucet nyengingis, ora beda karo wong kena lelara cacingen.

Dina iku sajake Belo lagi apes, anggone njejaluk separan-paran paribasane njajah desa milangkori ora oleh gawe, wetenge sing sambat njaluk ganjel kudu ngampet sawetara.

“Den …… nyuwun kawelasan ……., kalih dinten kula dereng kambon sekul”. Wong sing ditembungi sajak  ora ngrewes marang pisambate mung liwat wae ora noleh. Bola-bali BelO njaluk kawelasan wong sing liwat sangarepe, ana wong kang noleh kanthi ngucap ”Sori …. ora duwe dhuwit cilik”. Wong mau banjur nerusake lakune. Belo tetep kaliren tanpa ana wong sing peduli. Anggone ngampet ngelih nganti keturon.

Jam papat sore Belo Nglilir, weruh wong padha ngadeg, lanang wadon, gedhe cilik sauruting ratan. Belo kelingan yen sore iku bakal ana tamu agung, rawuh saka manca negara tindak ing Ngayogyakarta.

“Wadhuh-wadhuh gagahe”. Aloke Belo nalika montor iku liwat sangarepe. Samburine ana iring-iringan montor lan mobil, sing nonton padha sorak, mratandhani yen tamune wis teka temenan. Wong-wong padha ngawe-awe tandha kurmat lan gembiraning atine.

Lakune montor lan mobil sing liwat wis entek. Belo nglumpruk tanpa daya, dening wong sing weruh Belo diangkat lan dipasrahake mobil Palang Merah sing jaga sacedhake ratan kono. Awake Belo sing ringkih ambruk, ora kuwat nahan nyawa kanggo urip sateruse .

Esuke wong-wong padha alok sawise maca layang kabar, yen ana bocah mati ndadak, ora dingerteni ahli warise. Belo dadi kondhang, ing atase kere bisa mlebu koran, mesthi wae ya beda yen ana penggedhe yen dikabarake sedane, mesthi akeh sing bela sungkawa.

 

41.    Sadurunge diganti jeneng Belo, jeneng maune Sabariman. Apa sebabe dening wong tuwane banjur diganti Belo?

a.    Amarga jenenge ora pas karo kahanane

b.    Amarga wiwit cilik tansah lelaranen

c.    Amarga bingung arep diganti jeneng sapa

d.    Amarga bocahe bodho

 

42.    Wong tuwane Belo iku biyen dadi apa?

a.    wong sugih

b.    wong kecukupan

c.    priyayi

d.    kere

 

43.    Nunggak semi wong tuwane sing  wis padha jenat, Belo uga dadi kere ing pasar. Apa tegese tembung Jenat ing ukara iku?

a.    wis mati

b.    wis kecukupan

c.    sugih

d.    mlarat

44.    Anggone njejaluk saparan-paran paribasane njajah desa milang kori. Njajah desa milang kori tegese ….

a.    lelungan tekan ngendi-endi

b.    mlaku-mlaku

c.    lelungan seneng-seneng

d.    mlaku ngalor ngidul ora duwe tujuwan

 

45.    Crita cekak si Belo iku anggitane/karangane sapa?

a.    Kus Sudyarsana

b.    ST. I Iesmaniasita

c.    Suwardi Endraswara

d.    Krisna Miharja

 

46.    Apa sebabe Belo dadi kere?

a.    Amarga ora sekolah

b.    Amarga pancen keturunan kere

c.    Amarga usahane bangkrut

d.    Amarga diapusi wong

 

47.    Kepriye watak wantune wong sing padha liwat?

a.    Ora duwe rasa welas/mesakake

b.    Padha duwe rasa welas/mesake

c.    Padha duwe rasa kamanungsan

d.    Padha nggatekake Belo

 

48.    Apa sebabe Belo dadi kondhang?

a.    Amarga ing atase kere Belo mlebu koran

b.    Amarga matine Belo nrenyuhake

c.    Amarga Belo kere

d.    Amarga Belo ora duwe ahli waris

 

49.    Yen ana panggedhe kang kang seda akeh kang bela sungkawa. Tembung bela sungkawa tegese ….

a.    nelakake rasa susah

b.    nelakake rasa seneng

c.    nelakake rasa bungah

d.    nelakake rasa marem

 

50.    Jam papat sore Belo nglilir, weruh kang padha ngadeg, lanang wadon, gedhe cilik sauruting ratan. Belo banjur kelingan menawa sore iku bakal ana apa?

a.    Ana panggedhe kang bakal liwat ing Ngayogyakarta

b.    Ana tontonan ing Ngayogyakarta

c.    Ana balapan ing Ngayogyakarta

d.    Ana tamu agung saka manca kang rawuh ing Ngayogyakarta