MATERI TEMBANG PANGKUR KELAS VIII SEM 1


 

Tembang Pangkur, Cengkok Kasmaran, Laras Pelog Pathet Nem

(B. Arintoko, 1981 : 22 – 23)

 

tembang pangkur

(Serat Wulangreh, Paku Buwana IV, ing Sri hartuti, 2007 : 29 – 30)

sekar: tembang

pangkur: araning tembang macapat

winarna:dicritakake

lelabuhan: pangorbanan

kanggo: dianggo tumrap

wong: manungsa

prayoga: becik

urip: gesang (krama)

ala: elek

becik: apik

puniku: iku

adat: pakulinan

waton: aturan/paugeran/pathokan

dipunkadulu: dingerteni

miwah: lan/saha

tata krama: sopan santun

kaesthi: diupaya

siyang: awan

ratri: bengi

Struktur metrum tembang pangkur:

a. Guru wilangan lan guru lagune

Pada:

1. 8 a

2. 11 i

3. 8 u

4. 7 a

5. 12 u

6. 8 a

7. 8 i

b. B. Guru gatrane : 7 gatra

Isining Tembang Pangkur:

Tembang pangkur kang dicritakake,

lelabuhane tumrap wong urip,

kudu ngerti ala lan becik,

prayogane ngertenana,

adat waton iku kudu dingerteni,

lan ana ing tata krama,

diupaya awan bengi

(Serat Wulangreh, Paku Buwana IV, ing Sri hartuti, 2007 : 29 – 30)

sekar: tembang

pangkur: araning tembang macapat

winarna:dicritakake

lelabuhan: pangorbanan

kanggo: dianggo tumrap

wong: manungsa

prayoga: becik

urip: gesang (krama)

ala: elek

becik: apik

puniku: iku

adat: pakulinan

waton: aturan/paugeran/pathokan

dipunkadulu: dingerteni

miwah: lan/saha

tata krama: sopan santun

kaesthi: diupaya

siyang: awan

ratri: bengi

Struktur metrum tembang pangkur:

a. Guru wilangan lan guru lagune

Pada:

1. 8 a

2. 11 i

3. 8 u

4. 7 a

5. 12 u

6. 8 a

7. 8 i

b. B. Guru gatrane : 7 gatra

Isining Tembang Pangkur:

Tembang pangkur kang dicritakake,

lelabuhane tumrap wong urip,

kudu ngerti ala lan becik,

prayogane ngertenana,

adat waton iku kudu dingerteni,

lan ana ing tata krama,

diupaya awan bengi

JADWAL UJI KOMPETENSI GURU 2012


Pelaksanaan UKG tahun 2012 dilakukan dengan 2 cara, yakni melalui sistem online dan manual (paper pencil test). Kegiatan UKG direncanakan akan dilakukan dengan jadwal sebagai berikut:

1. Tanggal 30 Juli hingga 12 Agustus 2012 ditujukan bagi guru yang sudah bersertifikat dan bersifat online.
2. Untuk Kepala Sekolah dan Pengawas UKG dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 bersifat online.
3. Ujian manual (paper pencil test) dilaksanakan pada 4 September 2012.
4. Untuk guru yang belum bersertifikat UKG dilaksanakan pada tahun 2013.
Untuk peserta yang ikut dalam UKG nanti, Bapak/Ibu Guru bisa mengecek melalui link yang terkait dengan Kemdiknas. Begitu pula untuk kisi-kisi mata pelajaran yang akan diikuti. Berikut ini adalah link yang dimaksud:

Daftar Peserta dan Kisi-kisi  UKG 2012 silahkan cek disini

KISI-KISI UJI AWAL KOMPETENSI GURU 2012


Kisi-Kisi Bahasa Indonesia

1 Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Jenjang : SMP/SMA

Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) l 1. Mengungkapkan secara lisan wacana nonsastra

Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar)

1.1 Menggunakan wacana lisan untuk wawancara

Indikator Esensia

1.1.1 Disajikan penggalan teks wawancara, guru dapat menentukan jenis pertanyaan yang cocok dengan   kutipan.

1.1.2 Disajikan sebuah pertanyaan untuk wawancara, guru dapat menentukan jawaban yang harus disampaikan narasumber dengan benar

1.2 Menggunakan wacana lisan untuk presentasi laporan dan pidato

1.2.1 Disajikan penggalan pidato, guru dapat memilih kalimat yang tidak sesuai dengan konteksnya.

1.2.2 Disajikan penggalan pidato, guru dapat menentukan jenis komponen pidato yang sesuai dengan penggalan tersebut.

1.2.3 Disajikan sebuah konteks berpidato, guru dapat menentukan kalimat pembuka/penutup pidato yang benar.

1.3 Menggunakan wacana lisan untuk diskusi

Indikator Esensia

1.3.1 Disajikan pernyataan yang disampaikan dalam diskusi, guru dapat menentukan pernyataan persetujuan atau tidak persetujuan yang tepat.

1.3.2 Disajikan sebuah konteks diskusi, guru dapat memilih komponen diskusi yang seharusnya ada.

2. Mengungkapkan wacana tulis nonsastra

2.1 Menulis pesan singkat dan surat

Indikator Esensia

2.1.1 Disajikan konteks kebutuhan pembuatan surat dinas, guru dapat menentukan pembuka surat yang tepat.

2.1.2 Disajikan konteks kebutuhan pembuatan surat dinas, guru dapat menentukan penutup surat yang tepat.

2.1.3 Disajikan konteks pembuatan surat pribadi, guru dapat menentukan isi surat pribadi yang santun.

2.1.4 Disajikan konteks kelembagaan pembuat surat, guru dapat memilih penulisan kepala surat yang tepat. 2.1.5 Disajikan konteks kebutuhan menulis memo dari seorang pejabat, guru dapat memilih kalimat isi memo yang tepat .

2.2 Menulis teks berita

Indikator Esensia

2.2.1 Disajikan sebuah berita, guru dapat menentukan kelemahan penulisan berita tersebut.

2.3 Menulis slogan, poster, dan iklan baris

Indikator Esensia

2.3.1 Disajikan sebuah slogan, guru dapat menentukan kelemahan slogan tersebut.

2.4 Menulis karya ilmiah

Indikator Esensia

2.4.1 Disajikan tema sebuah karangan, guru dapat menentukan komponen isi karangan secara tepat.

2.4.2 Disajikan sebuah kutipan dari buku yang disertai dengan identitas buku, guru dapat menentukan kutipan yang tepat.

2.4.3 Disajikan identitas tiga buku, guru dapat menuliskan daftar pustaka secara tepat. Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 2 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial

2.4.4 Disajikan sebuah konteks penulisan karya ilmiah, guru dapat menentukan penulisan judul yang tepat. 2.4.5 Disajikan penggalan karya ilmiah, guru dapat menentukan penggalan tersebut termasuk dalam komponen apa.

2.5 Menulis paragraf

Indikator Esensia

2.5.1 Disajikan sebuah paragraf yang bagian awalnya dirumpangkan, guru dapat memilih kalimat yang tepat mengawali paragraf.

2.5.2 Disajikan sebuah paragraf yang bagian akhirnya dirumpangkan, guru dapat memilih kalimat yang tepat mengawali paragraf.

2.5.3 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat menentukan paragraf lain yang pola pengembangannya sama. 2.5.4 Disajikan sebuah paragraf yang penanda hubung antarkalimatnya dihilangkan, guru dapat memilih kata hubung yang paling tepat.

2.6 Menulis kalimat dan penggunaan ejaan

Indikator Esensia

2.6.1 disajikan sebuah kalimat yang salah beberapa ejaannya, guru dapat memilih kalimat yang ejaannya benar

2.6.2 Disajikan kalimat yang tidak efektif, guru dapat menentukan kalimat efektifnya

3. Memahami wacana nonsastra

3.1 Memahami berbagai teks

Indikator Esensia

3.1.1 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat memilih kalimat topik yang tepat.

3.1.2 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat memilih kalimat penjelas yang tidak mendukung isi paragraf.

3.1.3 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat memilih ide pokok yang tepat.

3.1.4 Disajikan satu penggalan teks, guru dapat menentukan makna kalimat yang selaras dengan teks (secara tersirat).

3.2 Menyimpulkan dan merangkum isi suatu teks

Indikator Esensia

3.2.1 Disajikan satu penggalan teks, guru dapat memilih simpulan yang cocok dengan isi teks.

3.2.2 Disajikan satu penggalan teks, guru dapat menentukan rangkuman yang relevan dengan isi teks.

3.3 Membedakan antara fakta dan opini dalam teks

Indikator Esensia

3.3.1 Disajikan sebuah teks, guru dapat memilih fakta yang terdapat dalam teks secara benar.

3.3.2Disajikan sebuah teks, guru dapat memilih opini yang terdapat dalam teks secara benar.

3.4 Mengubah sajian grafik, tabel, atau bagan menjadi uraian

Indikator Esensia

3.4.1 Disajikan sebuah tabel, guru dapat menentukan simpulan isi tabel secara benar.

3.4.2 Disajikan sebuah diagram, guru dapat menentukan simpulan isi tabel secara benar.

4. Membacakan dan membawakan karya sastra

4.1 Membacakan cerita pendek atau novel

Indikator Esensia

4.1.1 Berdasarkan kutipan cerpen atau novel, guru dapat menyimpulkan cara bercerita dengan memperhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi

4.2 Membacakan puisi

Indikator Esensia

4.2.1 Berdasarkan kutipan puisi, guru dapat menyimpulkan cara membaca puisi dengan memperhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi

4.3 Membawakan atau

Indikator Esensia

4.3.1 Berdasarkan kutipan dialog drama, guru dapat menyimpulkan Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 3 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial memerankan drama cara memerankan drama dengan memperhatikan lafal, intonasi, ekspresi, dan lakuan 5. Memahami ragam teks sastra

5.1 Memahami unsurunsur puisi lama dan baru

Indikator Esensia

5.1.1 Guru dapat menyimpulkan pesan puisi dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan.

5.1.2 Guru dapat menyimpulkan tema puisi dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan 5.1.3 Guru dapat melengkapi puisi dengan mempertimbangkan rima berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan

5.1.4 Guru dapat melengkapi puisi dengan pilihan dan makna kata yang tepat, berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan

5.1.5 Guru dapat menentukan makna puisi dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan

5.1.6 Guru dapat melengkapi puisi dengan mempertimbangkan majas yang tepat, berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan \

5.1.7 Guru dapat menentukan pencitraan dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan

5.2 Memahami unsurunsur cerita pendek atau novel

Indikator Esensia

5.2.1 Guru dapat menyimpulkan tema cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.2 Guru dapat menganalisis watak tokoh dengan tepat berdasarkan kutipan cerpen atau novel yang disediakan. 5.2.3 Guru dapat menentukan latar cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.4 Guru dapat menentukan sudut pandang cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.5 Guru dapat menentukan alur cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.6 Guru dapat menentukan pesan cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.3 Memahami unsurunsur drama 5.3.1 Guru dapat menentukan alur drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan. 5.3.2 Guru dapat menentukan pesan drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan. 5.3.3 Guru dapat menentukan tema drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan. 5.3.4 Guru dapat menentukan latar drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan tokoh. 6. Mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui karya sastra 6.1 Menulis pantun sesuai dengan syarat pantun 6.1.1 Disajikan sebuah pantun, guru dapat memilih dengan tepat pantun yang sejenis. 6.1.2 Guru dapat melengkapi pantun dengan tepat berdasarkan isi atau sampiran pantun yang disajikan. 6.1.3 Guru dapat melengkapi pantun dengan rima yang tepat dari pantun yang dirumpangkan. 6.2 Menulis dongeng 6.2.1 Guru dapat menyusun kembali dongeng dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang kalimat-kalimatnya diacak. 6.2.2 Guru dapat melengkapi dongeng dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang dirumpangkan. 6.2.3 Guru dapat menentukan tokoh dongeng dengan tepat berdasarkan dongeng yang dirumpangkan. 6.3 Menulis puisi bebas 6.3.1 Guru mampu menyusun kembali puisi dengan isi yang tepat Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 4 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial berdasarkan kutipan puisi yang larik-lariknya diacak 6.3.2 Guru mampu menyusun rima dan isi puisi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan. 6.4 Menulis drama 6.4.1 Guru menyusun dialog drama dengan tepat, berdasarkan ilustrasi yang disajikan 6.4.2 Guru melengkapi keterangan lakuan drama, berdasarkan dialog yang disajikan 6.5 Menulis cerpen 6.5.1 Guru dapat menyusun kembali alur cerpen dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang kalimat-kalimatnya diacak. 6.5.2 Guru dapat melengkapi cerpen dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang dirumpangkan. 6.5.3 Guru dapat menentukan tokoh cerpen dengan tepat berdasarkan cerpen yang dirumpangkan. 6.6 Menulis kritik dan esai 6.6.1 Berdasarkan ilustrasi yang diberikan, guru dapat menulis isi kritik 6.6.2 Guru bisa memilih tulisan kritik yang bahasanya santun 7. Memiliki Kompetensi. Pedagogis Pembela-jaran Bahasa Indonesia 7. 1 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran menyimak yang mendidik 7.1.1 Setelah disajikan sebuah KD “menyimak” guru dapat memilih indikator yang tepat 7.1.2 Disajikan KD “menyimak” guru dapat memilih rancangan materi pembelajaran yang tepat 7.1.3 Disajikan rancangan pembelajaran dengan KD “menyimak” guru dapat memilih media yang tepat 7.1.4 Guru dapat memilih jenis evaluasi pembelajaran menyimak dengan KD “menyimak” 7.1.5 Disajikan situasi penilaian pembelajaran menyimak dengan KD “menyimak” guru dapat memilih jenis pertanyaan yang sesuai dengan prinsip pembelajaran BI yang mendidik 7.2 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbicara yg mendidik 7.2.1 Guru dapat memilih materi yang sesuai dengan KD “berbicara” 7.2.2 Disajikan sebuah metode pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan KD “berbicara” guru dapat memperbaiki langkah pembelajaran yang kurang tepat. 7.2.3 Setelah disajikan KD ”berbicara” guru dapat memilih jenis tes yang tepat 7.3 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran membaca yg mendidik 7.3.1 Disajikan sebuah KD “membaca” guru dapat memilih indikator yang sesuai dengan KD tersebut. 7.3.2 Disajikan KD “membaca“ guru dapat memilih metode yang tepat. 7.3.3 Disajikan konteks pelaksanaan pembelajaran membaca dengan KD “tertentu” guru dapat memilih media yang tepat. Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 5 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial 7.4 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran menulis yg mendidik 7.4.1 Setelah disajikan KD “menulis” guru dapat memilih indikator yang tepat 7.4.2 Disajikan KD ”menulis” guru dapat memilih materi pembelajaran yang tepat 7.4.3 Disajikan sebuah konteks metode pembelajaran menulis guru dapat menentukan KD yang sesuai dengan rancangan metode tersebut. 7.4.4 Disajikan gambar-gambar media pembelajaran menulis guru dapat menentukan KD yang sesuai dengan rancangan media tersebut. 7.4.5 Disajikan konteks pembelajaran menulis dengan KD “tertentu” guru dapat memilih metode dan merancang pelaksanaan pembelajaran dengan benar. 8. Memiliki Kompetensi Pedagogis Pembelajaran Sastra Indonesia (puisi, prosa fiksi, drama) 8.1 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran menyimak unsur dan nilai karya sastra yang mendidik 8.1.1 Disajikan KD “menyimak sastra” guru dapat memilih materi yang tepat. 8.1.2 Disajikan KD “menyimak sastra” guru dapat menentukan teknik evaluasi yang tepat 8.1.3 Disajikan KD “menyimak sastra” guru dapat menentukan jenis penilaian yang tepat. 8.2 Menyusun RPP, melaksanaka, dan mengevaluasi pembelajaran berbicara unsur dan nilai karya sastra yang mendidik 8.2.1 Disajikan sebuah konteks pembelajaran berbicara sastra dengan KD ”tertentu” guru dapat menilai materi yang tepat. 8.2.2 Disajikan konteks pembelajaran berbicara sastra dengan KD “tertentu” guru dapat menganalisis rancangan pembelajaran yang sesuai dengan KD tersebut. 8.2.3 Disajikan KD “berbicara sastra” guru dapat memilih media yang tepat 8.2.4 Disajikan sebuah kriteria penilaian “berbicara sastra” guru dapat menilai ketepatan criteria tersebut. 8.3 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran membaca unsur dan nilai karya sastra yang mendidik 8.3.1 Disajikan sebuah KD “tertentu” guru dapat menentukan sumber belajar yang tepat. 8.3.2 Disajikan KD ”membaca sastra”. Guru dapat memilih materi yang tepat. 8.3.3 Disajikan KD “Membaca sastra” guru dapat memilih materi yang tepat 8.4 Menyusun RPP, melaksanakan, dan 8.4.1 Disajikan indikator pembelajaran guru dapat memilih KD “menulis sastra” yang tepat untuk indikator tersebut Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 6 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial mengevaluasi pembelajaran menulis kreatif karya sastra yang mendidik 8.4.2 Disajikan KD “menulis sastra “ guru dapat memilih rancangan pembelajaran yang tepat 8.4.3 Disajikan KD ”menulis sastra” guru dapat memilih media yang tepat 8.4.4 Disajikan tabel penilaian dengan KD “menulis sastra” guru dapat menentukan alat penilaian yang kurang tepat

LATIHAN SOAL BAHASA JAWA KELAS VIII UKK 2012


Wangsulana pitakonan-pitakoan ing ngisor iki kanthi milih wangsulan kang paling bener!

Wacan 1

Kanggo soal no. 1 – 8

NANDUR PARI

Beras dadi kabutuhane masyarakat, mula ya ora nggumunake manawa ora sethithik beras kang kudu dicawisake. Dene kang kajibah nyukupi beras ora liya para among tani, srana nggarap sawah nandur pari.

Pangolahe lemah kawiwitan gawe pawinihan. Cara iku kajumbuhake karo kahananing lahan. Yen ing sawah kono banyune angel, adate katindakake kanthi ngurit. Ngurit yaiku ndhedher wiji pari kang isih wulen, dene kretegan yaiku pari kang disebar garingan tanpa dilebi banyu.

Sinambi ngenteni gedhene winih, Pak Tani nuli nggarap sawah. Sawah dilebi nuli diluku, luwih dhisik sawah disukoni, yaiku maculi pojok-pojoking sawah kang ora bakal kaambah dening luku. Nyukoni iku bisa uga katindakake sawise diluku, bakda iku, lemah dilebi lan dileremake sawatara dina supaya suket lan gegodhongan padha bosok dadi lemi. Tindak mangkono iku arane didhayungake. Sinambi ngenteni anggone ndhayungake, lumrahe pak tani nampingi utawa nembok galengan supaya ora padha bolong, bisa wutuh, rapi lan rata.

Watara setengah sasi tandur wiwit ijo, mracihnani yen urip, diarani nglilir. Watara umur sesasi diwatun utawa digosrok. Kajaba kanggo ngilangi suket sing ngganggu, uga duwe tujuan nggemburake lemah. Bakda iku tanduran dirabuk. Ora antara sasi tandur dadi ijo royo-royo, gumadhung. Tandur mekar, mundhak gedhe lan dhuwur. Ora suwe maneh mlecuti, siji loro katon wulene. Dene yen wulen pari wis jumedhul kabeh, arane mrekatak. Bakda iku wulen kang mentes padha tumungkul, dene sing gabug padha ndangak. Saya suwe pari saya kuning. Yen wis mangkono becike sawah disat supaya nyepetake pari padha tuwa. Sawise sesaji “wiwitan” dileksanani, pari banjur dipanen.

1. Damel pawinihan menika kajumbuhaken kaliyan menapa? Baca lebih lanjut

Sarasehan Tembang Macapat Guru SD, SMP Kab. Gunungkidul


Kangge ningkataken Kompetensi Guru Basa Jawa SD, SMP Kabupaten Gunungkidul ing babagan tembang macapat, kala dinten Kemis tanggal 10 Mei 2012 dipunadani Sarasehan Tembang Macapat ingkang mapan wonten RBC CULINARY. Sarasehan menika dipunpandhegani dening panjenenganipun Ibu Dwi Endang S, S.Pd.,M.M.(Kepala Sekolah SD Piyaman 1). Nalika mbikak sarasean  ngendikakaken bilih Sarasehan Tembang Macapat menika nggadhahi ancas kangge ningkataken kompetensi Guru SD/SMP babagan tembang macapat saha kangge nguri-uri amrih lestantun saha ngrembakanipun seni tembang macapat. Wonten ing sarasehan menika ugi dipunrawuhi panjenenganipun bapak Dwiyanto Budi Utomo Kasie Kebudayaan  Dinas Kebudayaan Provinsi DIY. Bapak Dwiyanto Budi Utomo kagungan pangajab bilih sasampunipun sarasehan saha gladhen tembang macapat menika, ing samangke para Bapak/ibu Guru SD/SMP saged nularaken dhumateng para siswanipun.

BEAUTY OF MATH


Enjoy

Beauty of Mathematics !!!!!!!

1 x 8 + 1 = 9

12 x 8 + 2 = 98

123 x 8 + 3 = 987

1234 x 8 + 4 = 9876

12345 x 8 + 5 = 98765

123456 x 8 + 6 = 987654

1234567 x 8 + 7 = 9876543

12345678 x 8 + 8 = 98765432

123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11

12 x 9 + 3 = 111

123 x 9 + 4 = 1111

1234 x 9 + 5 = 11111

12345 x 9 + 6 = 111111

123456 x 9 + 7 = 1111111

1234567 x 9 + 8 = 11111111

12345678 x 9 + 9 = 111111111

123456789 x 9 +10= 1111111111

9 x 9 + 7 = 88

98 x 9 + 6 = 888

987 x 9 + 5 = 8888

9876 x 9 + 4 = 88888

98765 x 9 + 3 = 888888

987654 x 9 + 2 = 8888888

9876543 x 9 + 1 = 88888888

98765432 x 9 + 0 = 888888888

Brilliant, isn’t it?

And look at this symmetry:

1 x 1 = 1

11 x 11 = 121

111 x 111 = 12321

1111 x 1111 = 1234321

11111 x 11111 = 123454321

111111 x 111111 = 12345654321

1111111 x 1111111 = 1234567654321

11111111 x 11111111 = 123456787654321

111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Now, take a look at this…

101%

From a strictly mathematical viewpoint:

What Equals 100%?

What does it mean to give MORE than 100%?

Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?

We have all been in situations where someone wants you to

GIVE OVER 100%.

How about ACHIEVING 101%?

What equals 100% in life?

Here’s a little mathematical formula that might help

answer these questions:

If:

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Is represented as:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.

If:

H-A-R-D-W-O- R- K

8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%

And:

K-N-O-W-L-E- D-G-E

11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%

But:

A-T-T-I-T-U- D-E

1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%

THEN, look how far the love of God will take you:

L-O-V-E-O-F- G-O-D

12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%

Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:

While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will

get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!

It’s up to you if you share this with your friends & loved ones just

the way I did..

Have a nice day & God bless!!

from Meta cafe

DAFTAR POPULER WEB PENDIDIKAN


ALAMATIPUN WEB PENDIDIDKAN

http://www.egurucool.com

http://www.schoolcircle.com

http://www.netvarsity.com
http://www.onlinevarsity.com
http://www.shiksha.com

www.careerlauncher.com

http://www.classteacher.com

http://www.gurukulonline.com
http://www.iln.net
http://www.esaras.com
http://www.lycoszone.com
http://www.mastertutor.com
http://www.zeelearn.com
www.netprotraining.co

http://www.pinkmonkey.com

 

http://www.schoolsofcalcutta.com

http://www.entranceguru.com
http://www.pentafour.com
http://www.Qsupport.com

KEYBOARD SHORTCUTS KANGGE WIN XP


Para kadang ingkang taksih ngginakaken Windows XP, menika kula aturaken 100 Keyboard Shortcuts kangge WIin XP, sinaosa sampun kalebet  ketingglan makaten, mugi-mugi wonten paedahipun.

CTRL+C (Copy)
CTRL+X (Cut)
CTRL+V (Paste)
CTRL+Z (Undo)
DELETE (Delete)
SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
CTRL while dragging an item (Copy the selected item)
CTRL+SHIFT while dragging an item (Create a shortcut to the selected item)
F2 key (Rename the selected item)
CTRL+RIGHT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next word)
CTRL+LEFT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous word)
CTRL+DOWN ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next paragraph)
CTRL+UP ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous paragraph)
CTRL+SHIFT with any of the arrow keys (Highlight a block of text)
SHIFT with any of the arrow keys (Select more than one item in a window or on the desktop, or select text in a document)
CTRL+A (Select all)
F3 key (Search for a file or a folder) Baca lebih lanjut

Serat Wulang Reh


SERAT WULANGREH

ANGGITANIPUN SUNAN PAKUBUWANA IV

NO

NAMA TEMBANG

JUMLAH PADA/BAIT

1 Dhandhanggula 8
2 Kinanthi 16
3 Gambuh 17
4 Pangkur 17
5 Maskumambang 34
6 Megatruh 17
7 Durma 12
8 Wirangrong 27
9 Pocung 23
10 Mijil 26
11 Asmaradana 28
12 Sinom 33
13 Girisa

Dhandhanggula

Lamun sira anggeguru kaki,

amiliha manungsa kang nyata,

ingkang becik martabate,

sarta kang wruh ing ukum,

kangibadah,

lan kang wirangi,

sokur oleh wong tapa,

ingkang wus amungkul,

tan mikir pawehing liyan,

iku pantes sira guronan kaki,

sartane kawruhana.

Kinanthi

Padha gulangen ing kalbu,

ing sasmita amrih lantip,

aja pijer mangan nendra,

kaprawiran den kaesthi,

pesunen sariranira,

sudanen dhahar lan guling.

25 

LT – IV -2012 SMP N 1 WONOSARI SABET 6 EMAS


Lomba Tingkat IV Tahun 2012 dilaksanakan di Bumi Perkemahan Babarsari tangga 9 s.d. 12 Februari 2012. Loma Tingkat Regu Pramuka Penggalang Empat Tahun 2012 (LT-IV 2012) lebih dititik beratkan pada bidang pengembangan diri Pramuka Penggalang yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual, dan sosial sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Sedangkan pelaksanaannya menggunkan metode beragam, sehingga para peserta dapat merasakan, mempelajari, menghayati kegiatan yang dilombakan. Dengan demikian setelah mengikuti kegiatan Lomba Tingkat IV para peserta akan mendapat bekal dalam proses pembentukan karakternya.

Dalam kegiatan Lomba Tingkat IV taun 2012 Gugus Depan 023-024 Pangkalan SMP N 1 Wonosari berhasil membuktikan kebolehannya dalam berkompetisi, terutama pada bidang Teknologi Informasi dapat merebut emas . Gugus Depan Gunungkidul 025-024 akhirnya dapat mempersembahkan meraih 6 Emas, 1 perak dan 6 perunggu.

DAFTAR PEROLEHAN KEJUARAAN LT- IV SMP N 1 WONOSARI

REGU PUTRA

NO

JENIS LOMBA

EMAS

PERAK

PERUNGGU

1 ADMINISTRASI REGU

*

2 TEKNOLOGI INFORMASI

*

3 SEJARAH BANGSA

*

4 HALANG RINTANG

*

5 MEMBUAT JAMU TRADISIONAL

*

6 MASAKAN KHAS DAERAH

*

REGU PUTRI

NO

JENIS LOMBA

EMAS

PERAK

PERUNGGU

1 ADMINISTRASI REGU

*

2 BUDAYA DAERAH

*

3 SEJARAH BANGSA

*

4 PIDATO

*

5 PETA PITA

*

6 TALI TEMALI

*

GLADHEN SOAL UTS BASA JAWA KELAS IX SEM 1


GLADHEN SOAL UTS BASA JAWA KELAS IX SEM 1

 

Pilihen wangsulan kang bener kanthi cara ngirengake bunderan (l) ing sangareping aksara a, b, c utawa d  ing lembar wangsulan kang cumawis!



Wacan 1

Kanggo soal nomer 1 – 5

 

Indra lagi asyik ngelapi sepedah montore. Kabeh diresiki ora ana kang kliwatan. Sela-selaning ruji uga ora keri. Tangan kiwane nyemproti nganggo cairan pengkilap logam. Tangan tengene banjur ibut nggosoki nganggo suwekan kaos tilas sragam bal-balane, bola-bali digosok. Indra mesam-mesem. Dheweke ngilo ing slebor montore kang kincling meling-meling. Wayangane pancen katon cetha nanging wujude ya pating plethot urut karo wujude slebor montor. Sirahe Indra dadi dawa. Lucu.

“Wis jam setengah pitu Ndra, ndang mangkat mengko telat!” Simboke Indra ngelingake karo madhahi tela pohung ana ing bagor. Sedyane arep digawa menyang pasar.

“Hemm… iki ya wis arep mangkat, njaluk sangune Mbok!” Indra wangsulan karo ngadeg nguncalake gombal suwekan ana pojokan.

“Kae anane mung limang ewu, aku  lagi arep adol tela iki ana pasar, muga-muga wae wae mengko laangsung didhuwiti.” Wangsulane Mboke Indra karo ubat-ubet  naleni bagor isi tela pohung.

“Ming mang ewu, entek nggo tuku bensin Mbok…..” Indra mecucu.

Ora let suwe Indra wis nyangklong tas ireng lecek. Ing pinggir ana gambar tengkorake. Motor banjur distater, ora suwe Indra banjur nggeblas. Ibune gedhek-gedhek karo unjal ambegan.

 

1.      Tokoh utawa paraga kang ana ing pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku ….

a.    gurune Indra,  mbakyune Indra lan Indra

b.    mboke Indra lan mbayune Indra

c.    mbokne Indra lan Indra

d.    Kancane Indra lan Gurune

 

2.      Latar papan ana ing pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku …

a.    pasar

b.    omahe Indra

c.    bengkel motor

d.    tegalan

 

3.      Miturut pethikan cerkak ing ndhuwur, kedadeyane dumadi ing wanci …

a.    wayah awan bubar sekolah

b.    bangun esuk

c.    wayah mangkat sekolah

d.    wayah sore nalika padha sinau

 

4.      Miturut pethikan cerkak ing ndhuwur, watake Indra iku ….

a.    sumeh

b.    jujur

c.    nesunan

d.    apikan

 

 

 

5.      Watake mboke Indra manut pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku ….

a.    sabar lan tlaten

b.    culika lan degsura

c.    nesunan lan umuk

d.    srakah lan cethil

 

6.      Sadurunge maca cerkak nggatekake olah vokal, kayata ….

a.    Latihan pocapan a, e, i, o kanthi bener

b.    Nggatekake seru lan lirihe swara

c.    Mangerteni isine cerkak

d.    Nuwuhake rasa mantep ing ati

 

7.      Maca cerkak kudu bisa mangerteni watak lan sesipate paraga kang ana ing crita. Kaya mangkene iki tegese nggatekake ….

a.    Lagu

b.    Intonasi

c.    Wirasa

d.    Obah mosik awak

 

8.      Tuladha lelewaning basa (gaya bahasa) antitesis ana ing ukara …

a.    Sugih mlarat, enom tuwa, gedhe cilik, kabeh tumplek bleg ing lapangan.

b.    Tumindak becik aja nganti diandheg, apa maneh nganti dialang-alangi ngrembakane.

c.    Awake dhewe kudu mikir, mikir, mikir lan mikir kanthi tenanan

d.    Apa kowe arep mulih, apa kowe arep turu kene, apa kowe arep lunga, aku ora nggagas.

 

9.      Sadurunge nulis cerkak prayogane luwih dhisik ….

a.    gawe cengkorongan

b.    nyepakake buku crita

c.    nyepakake kamus

d.    nyepakake teks sesorah

 

10.  Urut-urutane cerkak kang lumrah yaiku ….

a.    Wiwitan crita – thukule pradondi (konflik) – gedhe-gedhene pradondi (puncak konflik) – wiwitan mendhane pradondi – wusana crita.

b.    wusana crita– thukule pradondi (konflik) – gedhe-gedhene pradondi (puncak konflik) – wiwitan crita – wiwitan mendhane pradondi.

c.    Wiwitan crita – wiwitan mendhane pradondi – wusana crita – thukule pradondi (konflik) – gedhe-gedhene pradondi (puncak konflik).

d.    gedhe-gedhene pradondi (puncak konflik) – Wiwitan crita – wiwitan mendhane pradondi  - wusana crita – thukule pradondi (konflik).

 

11.  Atmaja anggone maca cerkak apik. Obahe awak sangsaya nambahi cetha surasane crita. Kaya mangkono iku tegese Atmaja nggatekake ….

a.    Wiraga

b.    Wirama

c.    Wirasa

d.    Wicara

 

12.  Nalika maca cerkak, Atmaja nganti netesake luh, swarane keprungu katon sedhih banget. Kaya mangkono iku tegese Atmaja bisa ngetrapake ….

a.    wiraga

b.    wirama

c.    wirasa

d.    wicara

 

13.  Nalika maca cerkak uga kudu nggatekake munggah-mudhun, alon cepete, uga seru lirihe swara. Iku tegese nggatekake ….

a.   wiraga

b.   wirama

c.   wirasa

d.   wicara

 

14.  Tuladha tema kanggo cerkak kang njupuk saka kahanan lingkungan omah(masyarakat) yaiku ….

a.    Didukani guru

b.    Telat mangkat sekolah

c.    Ngrewangi ibu ngumbahi

d.    Ditimbali guru BP

 

15.   ?ptihsuwnF. Tulisan aksara jawa iku manawa katulis latin ….

a.     Patih Sumantri

b.    Raden Sukrasana

c.     Raden Suwanda

d.    Patih Suwanda

 

 

 

 

 

 

 

16.     Tulisan aksara jawa ing ngisor iki tulisen ganepana nganggo tembung kang trep!

?fh[wnHti .

a.     [ao[pn\

b.    sush

c.     buzh

d.    ti[tn\

17.    “Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa.” Unen iku manawa katulis nganggo aksara jawa ….

a.    ?c]hag[wbub]h,rukunHg[wsnTs.

b.    ?c]hag[wbub]h,rukunHg[ws[nTos.

c.    ?c]hag[wbub]h,rukunHg[wsnT[so.

d.    ?c]hag[wbub]h,rukunHg[ws[nTo[so.

18.    Paraga ing carita kang watak wantune becik, tansah mbiyantu paraga diarani paraga

a.    antagonis

b.    paragatama

c.    gantine paragatama

d.    protagonis

 

19.  Tuladha lelewaning basa ingkang kalebet  epizeuksis inggih menika ….

a.     Dikandhani kok mung plonga-plongo kaya kebo

b.     Dhuwite negara digondhil tikus dhasinan.

c.     Awake dhewe kudu mikir, mikir, mikir lan mikir kanti tenanan.

d.     Polatane ndamar kanginan

 

20.  “Atiku rasane mak ces kaya nemu banyu sewindu.” Ukara iku mugunakake lelewaning basa kang diarani ….

a.    pepindhan

b.    panyandra

c.    metafora

d.    personifikasi

 

21.  “Tembunge pedhes ngabangake kuping.” Ukara iku migunakake lelewaning basa ….

a.    metafora

b.    eufemisme

c.    litotes

d.    personifikasi

 

22.  Tumindak becik aja nganti diandheg, apa maneh nganti dialang-alangi. Ukara iku migunakake lelewaning basa ….

a.    pararelisme

b.    nntitesis

c.    epizeuksis

d.    anafora

 

23.  Urutaning carita saka wiwitan nganti pungkasan diarani ….

a.    setting

b.   tema

c.    alur

d.   konflik

 

24.  Papan lan wektu dumadine crita ing cerkak arane apa?

a.    amanat

b.    konflik

c.    alur

d.    setting

 

25.    Nanging esuke, mruput banget. Sriyanto wis tekan omahe Hartini. Kagawa rasa kuwatir kelangan priya papan ugeraning ati.

Pratelan cerkak ing ndhuwur nuduhake perangan ….

a.    tema

b.    alur

c.    irah-irahan

d.    setting

 

Wacan 2

Kanggo soal nomer 25 – 29

 

Asih unjal ambegan bareng kumbahan sing pungkasan rampung diucek. Sabun buthek tilas kumbahan disuntak, diganti banyu resik kanggo mbilasi. Nalika nedheng-nedhenge lagi mbilasi. Asih kelingan welinge ragile mau esuk sadurunge mangkat sekolah.

“Aku sesuk gawekna kolak ya Mak!”. Mangkono panjaluke.

“Iya” wangsulaneAsih cekak.

Kelingan panjaluke anake kuwi, Asih ora nerusake mbilasi. Dheweke banjur menyat saka papan mirunggan sing sok gawe umbah-umbah sing ana cedhak sumur iku. Mumpung isih esuk, Asih banjur gage ngadeg saperlu blanja kanggo gawe kolak.Ranti ragile kuwi wiwit cilik angel mangan. Awake cilik nanging tujune isih gelem modot, dadi ora kalah dhuwur karo sabarakane.Mula Asih kerep nuruti yen Ranti njaluk digawekake panganan.

 

26.  Tema kang trep karo pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku ….

a.    ibu kang ora nggatekake anake

b.    ibu kang nggugung anake

c.    ibu kang nggatekake anake

d.    ibu kang repot amarga ngurusi anake

 

27.  Watake Asih manut pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku ….

a.    tega marang anake

b.    tegel marang anake

c.    welas marang anake

d.    ngetog marang anake

 

28.  Latar papan ing pethikan cerkak iku ….

a.    ana ing kolah

b.    ana ing cedhak sumur

c.    ana ing pawon mburi

d.    ana ing emperan ngomah

 

29.  Latar wektu kang digambarake ing pethikan cerkak mau yaiku ….

a.    sore

b.    awan

c.    bengi

d.    esuk

 

30.  Kang dadi sebab Asih enggal tuku bahan kanggo gawe kolak yaiku ….

a.    amarga anggone ngumbahi wis rampung

b.    amarga panjaluke Ranti

c.    amarga banyune buthek

d.    amarga Ranti angel mangan

 

31.  Carita kang kawiwitan  saka wingenane, banjur nyritakake wingi tekan saiki diarani ….

a.    alur maju

b.    alur mundur

c.    alur campuran

d.    alur balik

 

32.  Paraga kang tansah sulaya lan ora seneng karo paraga utama diarani ….

a.    paarga protagonis

b.    paraga “pembantu

c.    paraga antagonis

d.    paraga “pelengkap

 

33.  Gawe cengkorongan crita iku sawise nemtokake ….

a.    topik

b.    alur

c.    tema

d.    paraga

 

34.  Lakuning crita iku ana perangan kang diarani tetepungan, yaiku nyritakake ….

a.    kedadean-kedadean kang njalari was-was

b.    kahanan paraga utama

c.    carane ngrampungake perkara-perkara wigati

d.    suasana kang nrenyuhake

 

35.  Dene perangan konflik iku nyritakake ….

a.    kedadean-kedadean kang njalari was-was

b.    kahanan paraga utama

c.    carane ngrampungake perkara-perkara wigati

d.    suasana kang nrenyuhake

 

Wacan 3

Kanggo soal nomer 35 38

 

Kurang mareme aku banjur tuku tiket numpak prau rakit. Sawise penumpange cukup, nahkoda ngelingake supaya kabeh penumpang nganggo klambi pelampung. Prau wiwit mlaku ngetut dawaning kali. Tanpa kendhat aku noleh kiwa tengen sinambi ngresepi sesawangan kang endah nengsemake. Ocehing manuk jalak, kacer lan thilang uga asring keprungu malah jare nahkoda prau yen lagi beja bisa ngawruhi elang jawa kang kala-kala golek mangsa ing kali. Kira-kira setengah jam prau rakit kali menyang dermaga. Udakara jam 10.00 pengunjung wis akeh banget, papan parkir sepedha motor lan mobil wis meh kebak. Bakul-bakul wis pirang-pirang ana bakso, soto, siomay, sprite, fanta lsp.

 

36.  Bab apa kang dicritakake ing pethikan cerkak ing ndhuwur?

a.    Pepelinge nahkoda

b.    Suwene numpak rakit

c.    Kahanan sakiwa tengen kali

d.    Regane tiket

37.  “Ocehing manuk jalak, kacer lan thilang uga asring keprungu malah jare nahkoda prau yen lagi beja bisa ngawruhi elang jawa kang kala-kala golek mangsa ing kali.” Tembung ngawruhi tegese ….

a.    weruh

b.    aweh kawruh

c.    ngawur

d.    duwe kawruh

 

38.  Ukara-ukara ing ngisor iki kang cocok karo isine crita yaiku ….

a.    Numpak prau rakit rasane ora marem.

b.    Elang jawa saben dina golek mangsa ing kali

c.    Jam 10.00 penumpange tambah akeh

d.    Prau wiwit mlaku nalika penumpange cukup

 

39.  Manut unggah-ungguh basa kang digunakake ing pethikan cerkak ing ndhuwur yaiku ….

a.    ngoko alus

b.    ngoko

c.    krama alus

d.    krama

 

40.  Yen ana panggedhe kang kang seda akeh kang bela sungkawa. Tembung bela sungkawa tegese ….

a.    nelakake rasa susah

b.    nelakake rasa seneng

c.    nelakake rasa bungah

d.    nelakake rasa marem

 

Wacan 3

Kanggo soal nomer 41 – 50

 

SI BELO

 

Pak Wita Kere olehe mati wis suwe, nututi sing wadon kang ndhisiki ninggal alam iki. Anake mung siji jenenge Sabariman. Nanging nalika isih cilik tansah lelaranen wae, dening wong tuwane dielih jenenge,  jeneng sakecekele wae yaiku Belo. Dadi cetha, Belo dudu anak jaran, nanging anak manungsa.

Nunggak semi wong tuwane wis padha Jenat, Belo uga dadi kere ing pasar. Umure saiki telulasan taun, dedege lencir, awake kuru aking, igane katon nggambang, rupane pucet nyengingis, ora beda karo wong kena lelara cacingen.

Dina iku sajake Belo lagi apes, anggone njejaluk separan-paran paribasane njajah desa milangkori ora oleh gawe, wetenge sing sambat njaluk ganjel kudu ngampet sawetara.

“Den …… nyuwun kawelasan ……., kalih dinten kula dereng kambon sekul”. Wong sing ditembungi sajak  ora ngrewes marang pisambate mung liwat wae ora noleh. Bola-bali BelO njaluk kawelasan wong sing liwat sangarepe, ana wong kang noleh kanthi ngucap ”Sori …. ora duwe dhuwit cilik”. Wong mau banjur nerusake lakune. Belo tetep kaliren tanpa ana wong sing peduli. Anggone ngampet ngelih nganti keturon.

Jam papat sore Belo Nglilir, weruh wong padha ngadeg, lanang wadon, gedhe cilik sauruting ratan. Belo kelingan yen sore iku bakal ana tamu agung, rawuh saka manca negara tindak ing Ngayogyakarta.

“Wadhuh-wadhuh gagahe”. Aloke Belo nalika montor iku liwat sangarepe. Samburine ana iring-iringan montor lan mobil, sing nonton padha sorak, mratandhani yen tamune wis teka temenan. Wong-wong padha ngawe-awe tandha kurmat lan gembiraning atine.

Lakune montor lan mobil sing liwat wis entek. Belo nglumpruk tanpa daya, dening wong sing weruh Belo diangkat lan dipasrahake mobil Palang Merah sing jaga sacedhake ratan kono. Awake Belo sing ringkih ambruk, ora kuwat nahan nyawa kanggo urip sateruse .

Esuke wong-wong padha alok sawise maca layang kabar, yen ana bocah mati ndadak, ora dingerteni ahli warise. Belo dadi kondhang, ing atase kere bisa mlebu koran, mesthi wae ya beda yen ana penggedhe yen dikabarake sedane, mesthi akeh sing bela sungkawa.

 

41.    Sadurunge diganti jeneng Belo, jeneng maune Sabariman. Apa sebabe dening wong tuwane banjur diganti Belo?

a.    Amarga jenenge ora pas karo kahanane

b.    Amarga wiwit cilik tansah lelaranen

c.    Amarga bingung arep diganti jeneng sapa

d.    Amarga bocahe bodho

 

42.    Wong tuwane Belo iku biyen dadi apa?

a.    wong sugih

b.    wong kecukupan

c.    priyayi

d.    kere

 

43.    Nunggak semi wong tuwane sing  wis padha jenat, Belo uga dadi kere ing pasar. Apa tegese tembung Jenat ing ukara iku?

a.    wis mati

b.    wis kecukupan

c.    sugih

d.    mlarat

44.    Anggone njejaluk saparan-paran paribasane njajah desa milang kori. Njajah desa milang kori tegese ….

a.    lelungan tekan ngendi-endi

b.    mlaku-mlaku

c.    lelungan seneng-seneng

d.    mlaku ngalor ngidul ora duwe tujuwan

 

45.    Crita cekak si Belo iku anggitane/karangane sapa?

a.    Kus Sudyarsana

b.    ST. I Iesmaniasita

c.    Suwardi Endraswara

d.    Krisna Miharja

 

46.    Apa sebabe Belo dadi kere?

a.    Amarga ora sekolah

b.    Amarga pancen keturunan kere

c.    Amarga usahane bangkrut

d.    Amarga diapusi wong

 

47.    Kepriye watak wantune wong sing padha liwat?

a.    Ora duwe rasa welas/mesakake

b.    Padha duwe rasa welas/mesake

c.    Padha duwe rasa kamanungsan

d.    Padha nggatekake Belo

 

48.    Apa sebabe Belo dadi kondhang?

a.    Amarga ing atase kere Belo mlebu koran

b.    Amarga matine Belo nrenyuhake

c.    Amarga Belo kere

d.    Amarga Belo ora duwe ahli waris

 

49.    Yen ana panggedhe kang kang seda akeh kang bela sungkawa. Tembung bela sungkawa tegese ….

a.    nelakake rasa susah

b.    nelakake rasa seneng

c.    nelakake rasa bungah

d.    nelakake rasa marem

 

50.    Jam papat sore Belo nglilir, weruh kang padha ngadeg, lanang wadon, gedhe cilik sauruting ratan. Belo banjur kelingan menawa sore iku bakal ana apa?

a.    Ana panggedhe kang bakal liwat ing Ngayogyakarta

b.    Ana tontonan ing Ngayogyakarta

c.    Ana balapan ing Ngayogyakarta

d.    Ana tamu agung saka manca kang rawuh ing Ngayogyakarta

 


Silabus Mapel Bahasa Jawa Terbaru


KELAS VII SEM 1

Satuan pendidikan  : SMP

Mapel                    : Bahasa Jawa

Kelas/Semester      : VII / Gasal

KI1

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI2

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam       berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI3

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI4

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

KOMPETENSI DASAR

MATERI POKOK

PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ungah-ungguh dalam kehidupan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengamati:

1.    Siswa mengamati tayangan video tentang penerapan tutur kata  yang sesuai dengan unggah –ungguh dirumah

2.    Siswa mengamati tayangan tentang penerapan tutur kata yang sesuai dengan  unggah-ungguh disekolah

 

Menanya:

Dengan dibimbing guru siswa bertanya tentang

1.       Ragam bahasa yang diterapkan

2.       Mengapa harus melakukan dengan unggah-ungguh

3.       Siapa yang menerapkan tutur kata yang sesuai dengan unggah-ungguh

4.       Bagai mana kalau tidak menerapkan unggah-ungguh

5.       Dimana tutur kata tersebut diterapkan

 

Menalar

Siswa secara kelompok mendiskusikan tentang :

1.       Bagaimana tutur kata yang tepat untuk berbagai keperluan dirumah dan disekolah

2.       Mengapa harus sesuai dengan  unggah-ungguh

3.       Bagaimana kalau  tidaksesuai dengan unggah-ungguh

 

Mencoba

Setelah berdiskusi siswa secara kelompok kemudian membuat contoh-contoh membuat percakapan atau tutur kata untuk bebagai keperluan baik dirumah maupun disekolah yang sesuai dengan unggah-ungguh Jawa

 

Mempresentasikan

Setiap kelompok kemudian menyampaikan hasil diskusi dan contoh penerapan  tutur kata yang sesuai dengan unggah-ungguh yang ada dirumah maupun disekolah secara bergantian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sikap Spritual

Penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

 

Sikap Sosial

Penilaian dengan lembar observasi tentang aktifitas siswa selama diskusi dan berinteraksi dengan temanya

 

 Test unjuk kerja

Penilaian dengan Lembar penilaian yang menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil ataupun mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas

 

Tes tertulis

Contoh soal bentuk PG

1.       Tuladhane matur nalika  nyuwun pamit marang wong tuwa  yen arep budhal sekolah kang paling trep kao unggah-ungguh yaiku

a.        Bua aku budhal siki ya!

b.       Bu kula budhal saiki ya!

c.        Bu kula mangkat tenan!

d.       Bu kula badhe bidhal samenika!

 

Contoh soal uraian

Tulisen  ature siswa lan unggah-ungguh yen arep menyang mburi!

 

 

Penugasan

Siswa mengumpulkan hasi diskusi yang telah dilakukanya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 x 40 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

·      Contoh teks percakapan dari  berbagai sumber

·      Internet.

·      Buku Referensi tentang unggah-ungguh basa Jawa.

·      Media Masa

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesasebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesasebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku kreatif, tanggung jawab, dan santun sebagai ciri khas karakter masyarakat Yogyakarta

2.4.    Memiliki perilaku percaya diri, peduli, dan santun dalam merespon suatu peristiwa.

3.1.Memahami fungsi teks lisan sesuai dengan unggah-ungguh Jawa

4.1.Menyusun teks lisan sesuai unggah ungguh Jawa  untuk berbagai keperluan. sederhana

KELAS VII SEM 2

 

KELAS

SILABUS

Satuan pendidikan : SMP …

Mata Pelajaran       : Bahasa Jawa

Kelas/Semester      : VII / Genap

KI1

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI2

 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam       berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI3

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI4

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

 

KOMPETENSI DASAR

MATERI POKOK

PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Geguritan bertema sosial dan budaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.       Mengamati

a.        Siswa mengamati contoh teks/tayangan audio visual/pembacaan geguritan/pemodelan langsung tentang pembacaan geguritan bertema sosial  dan budaya.

b.       Siswa membuat catatan-catatan  penting kaitannya dengan tayangan.

2.       Menanya

Dengan dibimbing dan diarahkan oleh guru setelah mengamati siswa membuat pertanyaan kaitanya dengan pembacaan geguritan yang telah ditayangkan. Misalnya tentang:

a.    Suara

b.    Gaya

c.    Pakaian

d.    Isi

e.    Kata-kata penting dalam  

      geguritan

f.     Gerak tubuh

g.    Roman muka

3.       Menalar

Setelah memperoleh pertanyaan siswa kemudian berkelompok sesuai dengan kelompok yang sudah dibentuk kemudian berdiskusi untuk mencari jawaban dari berbagai pertanyaan yan sudah dikumpulkan kemudian guru  mengarahkan agar tema diskusi mengerucut kearah geguritan, apa itu geguritan, bagaimana membuatnya, apa saja yang harus diperhatikan waktu membuat geguritan dll.

4.       Mencoba

Setelah memperoleh pengetahuan tentang geguritan kemudian siswa secara berkelompok menyusun sebuah geguritan sederhana.

5.       Mengkomunikasikan

Secara bergantian setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi dan hasil penyusunan geguritannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sikap Spritual

Penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

Sikap Sosial

Penilaian dengan lembar observasi tentang aktifitas siswa selama diskusi dan berinteraksi dengan temanya Test unjuk kerja

Penilaian dengan Lembar penilaian yang menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil ataupun mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas

 Tes tertulis

Contoh soal bentuk PG

1.      Nalika maca geguritan kudu banter rindhike lan sero . Bab kuwi sing diarani kudu nggatekake …

a.        wicara

b.       wirama

c.        wirasa

d.       wiraga

Contoh soal uraian:

Tulisen  wosing isi geguritan kang ana ing tayangan kang wis koksemak!

 

Penugasan

Siswa menyusun geguritan bertema sosial secara individu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 x 40 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh Teks Geguritan

Buku Referensi tentang geguritan

Media Massa

internet

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesasebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku kreatif, tanggung jawab, dan santun sebagai ciri khas karakter masyarakat Yogyakarta

2.4.    Memiliki perilaku percaya diri, peduli, dan santun dalam merespon suatu peristiwa.

3.4. Memahami (geguritan).  

4.4. Menyusun geguritan sederhana.

 


 

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tembang dolanan dan Macapat kinanthi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.       Mengamati

Siswa mengamati tayangan sekelompok anak yang sedang mendendangkan tembang dolanan dan Kinanthi

2.       Menanya

Setelah mengamati dengan seksama siswa dengan bimbingan guru membuat pertanyaan yang berkaitan dengan tembang dolanan dan Kinanthi yang telah didendangkan misalnya tentang:

a.        Judul lagu

b.       Isi lagu

c.        Manfaat tembang dolanan

d.       Siapa yang mendendangkan

e.       Jenis jenis tembang dolanan yang lain serta manfaatnya

3.       Menalar

Siswa berkelompok untuk membahas pertanyaan-pertanyan yang telah terkumpul

4.       Mencoba

Siswa secara berkelompok mencoba mendendangkan tembang dolanan dan Kinanthi yang tadi telah ditayangkan.

5.       Mengkomunikasikan

Setiap kelompok maju untuk menyampaikan hasil diskusi kelompoknya serta mencoba mendendangkan tembang dolanan dan Kinanthi yang telah ditayangkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sikap Spritual

Penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

Sikap Sosial

Penilaian dengan lembar observasi tentang aktifitas siswa selama diskusi dan berinteraksi dengan temanya

Test unjuk kerja

Penilaian dengan Lembar penilaian yang menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil ataupun mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas

 Tes tertulis

Contoh soal bentuk PG

2.     Wosing isi tembang dolanan “Gundhul-gundhul Pacul”, yaitu …

a.     Dadi bocah kudu sregep sinau

b.     Dadi  bocah aja gelelengan.

c.     Dadi bocah kudu ngerti isin.

d.     Dadi bocah aja kuminter.

Contoh soal uraian

Tulisen  piwulang kang becik saka isine tembang dolanan / tembang Kinanthi.

 

Penugasan

Siswa mengumpulkan hasil diskusi tentang isi tembang dolanan/Kinanthi yang telah dipelajari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 x 40 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh Teks Tembang Dolanan

Teks Tembang Kinanthi

Buku Referensi tentang Temabng Dolanan dan Kinanthi

internet

 

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesasebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesasebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku kreatif, tanggung jawab, dan santun sebagai ciri khas karakter masyarakat Yogyakarta

2.4.    Memiliki perilaku percaya diri, peduli, dan santun dalam merespon suatu peristiwa.

3.5.  Memahami  lagu dolanan dan

   tembang Macapat Kinanthi

.

4.5.   Melagukan lagu dolanan dan tembang Macapat Kinanthi


1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aksara Jawa nglegena , sandhangan lan pasangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.       Mengamati

Siswa mengamati naskah/ teks sederhana bertulisan jawa.

2.       Menanya

Siswa membuat pertanyaan yang berhubungan naskah misalnya:

a.        Sandhangan apa saja yang ada dalam naskah

b.       Pasangan apa saja yang ada dalam naskah

3.       Menalar

Secara berkelompok siswa berdiskusi untuk mengelompokan atau menandai  yang sandhangan dan menandai yang pasangan.

Kemudian siswa mendiskusikan fungsi dari sandhangan dan pasangan yang telah ditemukan.

4.       Mencoba

Siswa mencoba menulis jawa berdasar pegetahuan yang telah ditemukan tersebut.

5.       Mengkomunikasikan

Siswa menyampaikan hasil diskusi  ke depan kelas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sikap Spritual

Penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

 

Sikap Sosial

Penilaian dengan lembar observasi tentang aktifitas siswa selama diskusi dan berinteraksi dengan temanya Test unjuk kerja

Penilaian dengan Lembar penilaian yang menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil ataupun mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas

 Tes tertulis

Contoh soal bentuk PG

3.     Sandhangan apa wae kang tinemu ing ukara:

?ajini=dirifumunu=ai=lqi.

a.        wulu, pepet, taling

b.       wulu, suku, cecak

c.        wulu, pepet, cecak

d.       wulu, pepet, taling.

Contoh soal uraian

Ukara iki salinen mawa aksara Jawa:

Dadi murid kudu taberi.

 

Penugasan

Menyalin naskah beraksara Jawa ke dalam huruf latin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 x 40 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh Teks sederhana beraksara Jawa

Buku pedoman penulisan dengan huruf Jawa

Media massa

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesasebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesasebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua

.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku kreatif, tanggung jawab, dan santun sebagai ciri khas karakter masyarakat Yogyakarta

2.4.    Memiliki perilaku percaya diri, peduli, dan santun dalam merespon suatu peristiwa.

3.6    Memahami teks khusus yang berupa kalimat sederhana beraksara Jawa

 

4.6.  Membaca  dan menulis kalimat sederhana beraksara Jawa.

 

VIII SEM 1

SILABUS

Satuan pendidikan : SMP N ……………

Kelas/Semester      : VIII / Gajil

Kompetensi Inti     :

KI1

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI2

 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalamberinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI3

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI4

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori.

KOMPETENSI DASAR

MATERI POKOK

PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

 

 

 

 

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esasebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esasebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang MahaEsauntuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antar pribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku demokratis, kreatif,  dan santun dalam membahas suatu masalah atau sudut pandang.

2.4.    Memiliki rasa percaya diri dalam mengungkap karya sastra Jawa.

3.1      Memahami berbagai fungsi teks lisan sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

Meminta perhatian, memuji, meminta ijin dengan bahasa yang benar

Mengamati:

1.       Siswa mengamati tayangan video tentang penerapan tutur kata  yang sesuai meminta perhatian, memuji, meminta ijin

 

Menanya:

Dengan dibimbing guru siswa bertanya tentang

1.       Ragam bahasa yang diterapkan

2.       Mengapa harus melakukan dengan unggah-ungguh

3.       Siapa yang menerapkan tutur kata yang sesuai dengan unggah-ungguh

4.       Bagaimana kalau tidak menerapkan unggah-ungguh

5.       Dimana tutur kata tersebut diterapkan

 

Menalar

Siswa secara kelompok mendiskusikan tentang :

1.       Bagaimana tutur kata yang tepat untuk berbagai keperluan

2.       Mengapa harus disesuaikan dengan  unggah-ungguh

3.       Bagaimana kalau  tidak sesuai dengan unggah-ungguh

 

Mencoba

Setelah berdiskusi siswa secara kelompok kemudian membuat contoh-contoh membuat percakapan atau tutur kata untuk bebagai keperluan  meminta ijin, memuji, meminta perhatian baik dirumah maupun disekolah yang sesuai dengan unggah-ungguh

 

Mempresentasikan

Setiap kelompok kemudian menyampaikan hasil diskusi dan contoh penerapan  tutur kata untuk meminta ijin, meminta perhatian, memuji  yang sesuai dengan unggah-ungguh yang ada diruah maupun disekolah secara bergantian

Sikap Spritual

Penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

Sikap Sosial

Penilaian dengan lembar observasi tentang aktifitas siswa selama diskusi dan berinteraksi dengan temanya Test unjuk kerja

Penilaian dengan Lembar penilaian yang menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil ataupun mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas

 Tes tertulis

Contoh soal bentuk PG

Kepriye anggonmu matur nalika nyuwun idi palilah melu kemah

a.       Bu aku melu kemah ya

b.      Bu aku kemah

c.       Bu kula nyuwun idi palilah badhe kemah

d.      Bu kula dipun parengke kemah nggih.

 

 

 

Contoh soal uraian

Tulisen gunemeu yen arep nyuwun dhuwit kanggo mbayar studi tour!

 

 

Penugasan

Siswa mengumpulkan hasi  diskusi yang telah dilakukanya

6 x 40 menit

·         Contoh teks percakapan dari  berbagai sumber

·         Internet.

·         Buku Referensi tentang unggah-ungguh basa Jawa.

·         Media Masa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.1. Menyusun teks lisan untuk berbagai keperluan di rumah dan sekolah sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esasebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esasebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang MahaEsauntuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antar pribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku demokratis, kreatif,  dan santun dalam membahas suatu masalah atau sudut pandang.

2.4.    Memiliki rasa percaya diri dalam mengungkap karya sastra Jawa.

3.2. Memahami strategi menyimak berita berbahasa Jawa.

Berita berbahasa jawa

Mengamati

Siswa mengamati rekanya yang sedang membaca berita berbahasa Jawa

 

Menanya

Dengan dibimbing guru siswa bertanya tetang

1.       Apa   isi berita

2.       Bagaimana membaca beritanya

3.       Bagaimana sikapnya ketika membaca

4.       Bertanya tentang penggunaan bahasa dalam teks  /tayangan yang diamati.

 

 

Mengasosiasi /Menalar

Setelah berkelompok siswa mendiskusikan berita  yang sudah dibaca didepan. Yang dibicarakan adalah

1.       Apa   isi berita yang sudah dibacakan rekanya

2.       Bagaimana tehnik membacanya

3.       Bagaimana sikapnya ketika membaca

4.       Mendiskusikan  tanggapan terhadap informasi-informasi dalam  teks berita berbahasa Jawa.

5.       Mendiskusikan  tanggapan terhadap gambaran  social yang ada dalam teks berita berbahasa Jawa

Eksperimen/ eksplorasi

Langkah berikutnya adalah siswa menyusun tanggapan dengan runtut dan baik  atas  berita  yang sudah dibacakan didepan

 

Menyusun teks tanggapan terhadap informasi dari teks berita berbahasa Jawa yang diamati dalam bentuk tulisan sesuai dengan kaidah dan kesantunan dalam berbahasa.

 

Membuat Jejaring

Siswa membacakan tanggapanya atas isi berita  yang sudah dibacakan oleh temanya.

 

Sikap Spritual

Penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

 

Sikap Sosial

Penilaian dengan lembar observasi tentang aktifitas siswa selama diskusi dan berinteraksi dengan temanya Test unjuk kerja

 

Penilaian dengan Lembar penilaian yang menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil ataupun mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas

 

 Tes tertulis

Contoh soal bentuk PG

1.       Yen ana kancamu kang crita pengalamane kepriye tanggapanmu sing bener?

a.       Kanthi  basa kang alus

b.      Kanthi basa kang  ora percaya

c.       Kanthi basa kang maido

d.      Ora percaya.

Contoh soal uraian

Kepriye tanggapan kang becik nalika kancamu crita pengalamane?

 

Penugasan

Siswa mengumpulkan hasi  diskusi yang telah dilakukanya

6 x 40 menit

·         Contoh teks berita berbahasa Jawa dari  berbagai sumber 

·         Internet.

·         Buku Referensi tentang  Tehnik membaca berita berbahasa  Jawa.

·         Media Masa

4.2      Menangkap informasi-informasi dalam berita berbahasa Jawa

 

 

 

 

 

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

 

 

 

 

 

 

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esasebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

 

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esasebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

 

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang MahaEsauntuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

 

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antar pribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

 

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

2.3.    Memiliki perilaku demokratis, kreatif,  dan santun dalam membahas suatu masalah atau sudut pandang.

 

2.4.    Memiliki rasa percaya diri dalam mengungkap karya sastra Jawa.

 

3.3. Memahami cara menanggapi siaran berita berbahasa Jawa.

Berita berbahasa Jawa

Mengamati

1.       Mengamati  contoh teks berita berbahasa Jawa/ tayangan audiovisual berita berbahasa Jawa.

Menanya

1.       Bertanya jawab tentang isi/ hal-hal yang ada dalam teks  /tayangan yang diamati.

Menalar

1.       Mendiskusikan  informasi-informasi dalam  teks berita berbahasa Jawa.

2.       Mendiskusikan  fakta dan opini yang ada dalam teks berita berbahasa Jawa.

3.       Mendiskusikan  struktur kebahasaan dalam teks berita berbahasa Jawa yang diamati.

4.       Menyusun tanggapan

Mencoba

·         Menyusun teks hasil diskusi dalam bentuk tulisan sesuai dengan kaidah dan kesantunan dalam berbahasa.

·         Menyusun sebuah tanggapan atas suatu berita

Mengkomunikasikan

·         Mempresentasikan hasil tulisan di depan kelas

·         Memberikan tanggapan terhadap hasil tulisan dengan sikap dan kesantunan.

Sikap Spritual

Penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

 

Sikap Sosial

Penilaian dengan lembar observasi tentang aktifitas siswa selama diskusi dan berinteraksi dengan temanya Test unjuk kerja

 

Penilaian dengan Lembar penilaian yang menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil ataupun mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas

 

Jenis Tagihan

·         Tugas Individu

Mengidentifikasi   hal-hal yang berhubungan dengan teks berita berbahasa Jawa.

·         Tugas  Kelompok

Mengidentifikasi   hal-hal yang berhubungan dengan teks berita berbahasa Jawa.

 

 Menyusun teks berita berbahasa Jawa sesuai kaidah kebahasaan dan kesantunan berbahasa.

·         Tes tertulis berkaitan dengan isi teks berita berbahasa Jawa.

 

Bentuk Instrumen

·         Unjuk  Kerja

Menbawakan  teks  berita berbahasa Jawa.

·      Uraian dan pilihan ganda tentang struktur isi dan dan cirri bahasa teks berita berbahasa Jawa.

·         Format pengamatan sikap untuk menilai rasa percaya diri, kesantunan dan kecermatan penggunaan bahasa dalam membawakan teks berita berbahasa Jawa.

2 X 2 jp

·         Contoh teks berita berbahasa Jawa dari  berbagai sumber 

·         Internet.

·         Buku Referensi tentang  Tehnik membaca berita berbahasa  Jawa.

·         Media Masa

 

4.3.Menyusun tanggapan dari siaran berita berbahasa Jawa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

 

 

 

 

 

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esasebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

 

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esasebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

 

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang MahaEsauntuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

 

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antar pribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

 

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

2.3.    Memiliki perilaku demokratis, kreatif,  dan santun dalam membahas suatu masalah atau sudut pandang.

 

2.4.    Memiliki rasa percaya diri dalam mengungkap karya sastra Jawa.

 

3.4. Memahami cerita pendek berbahasa Jawa (cerkak).

Cerkak

Mengamati

Siswa mengamati cerkak yang sudah disiapkan

 

Menanya

Dengan bimbingan guru siswa bertanya  tentang:

1.       Unsur intrinsik cerkak

2.       Ajaran budi pekerti dalam cerkak

3.       Isi cerkak

4.       Unsur instringksik cerkak

 

Mengasosiasi /Menalar

Setelah mencermati tayang kemudian secara berkelompok siswa mendiskusikan tentang

1.       Unsur itringsik cerkak

2.       Ajaran budi pekerti dalam cerkak

3.       Isi cerkak

4.       Mendiskusikan  unsur-unsur dalam cerita cekak yakni tema, alur, tokoh, perwatakan, latar, nilai pendidikan/amanat/ pesan.

5.       Mendiskusikan  refleksi isi cerita cekak terhadap gambaran  social

 

Mencoba

Siswa bekerja sama dalam satu kelompok untuk menentukan unsur intringsik dalam cerkak serta mencari ajaran budi pekerti yang ada dalam cerkak

 

 

Membuat Jejaring

Siswa menyampaikan hasil diskusinya didepan kelas secara bergantian kemudian menyusun sebuah kesimpulan

.

Sikap Spritual

Penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

 

Sikap Sosial

Penilaian dengan lembar observasi tentang aktifitas siswa selama diskusi dan berinteraksi dengan temanya

 

Test unjuk kerja

Penilaian dengan Lembar penilaian yang menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil ataupun mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas

 

·          Tugas Individu

Mengidentifikasi   unsur-unsur intrinsik dalam  cerita cekak.

·         Tugas Kelompok

Mengidentifikasi   unsur-unsur intrinsik dalam  cerita cekak.

Mengurai isi cerkak yang diamati  sesuai kaidah kebahasaan dan kesantunan berbahasa.

·         Tes tertulis berkaitan dengan unsur-unsur intrinsik cerita cekak .

Bentuk Instrumen

·         Unjuk  Kerja

Membacakan teks cerita cekak dengan tehnik yang tepat. (4 W).

·      Uraian dan pilihan ganda tentang  unsur-unsur cerita cekak.

Format pengamatan sikap untuk menilai rasa percaya diri, kesantunan dan kecermatan penggunaan bahasa dalam membacakan teks cerita cekak.Tes

 

6×40 menit

·         Contoh teks  cerita cekak dari  berbagai sumber

·         Internet.

·         Buku Referensi tentang  karya sastra Jawa cerkak.

·         Media Masa

 

4.4. Mengurai unsur-unsur cerkak.

KELAS VIII SEM 2

SILABUS

Satuan pendidikan : SMP N ………………..

Kelas/Semester      : VIII / Genap

KI1

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI2

 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam       berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI3

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI4

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

KOMPETENSI DASAR

MATERI POKOK

PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

Geguritan

Terintegrasi pada KD di KI 3 dan 4

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesasebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku kreatif, tanggung jawab, dan santun sebagai ciri khas karakter masyarakat Yogyakarta

2.4.    Memiliki perilaku percaya diri, peduli, dan santun dalam merespon suatu peristiwa.

3.5.  Memahami puisi Jawa (geguritan).

.

1.Pengenalan Geguritan

2.Perbedaan bahasa dalam geguritan dengan bahasa lisan

3.Mengartikan kata-kata dalam geguritan

4.Memaknai isi geguritan

5.Teori teknik membaca Geguritan

6.Praktik membaca geguritan

Mengamati

·   Membaca geguritan dengan cermat

 

Menanya

·   Mendorong siswa menanyakan hal yang ada dalam geguritan, misalnya makna kata, tema, rima, dll.

·  Mendorong siswa menanyakan teknik membaca geguritan yang baik

·   Mendorong siswa menanyakan hal-hal yang harus dilakukan sebelum membaca geuritan

 

Mengeksplorasikan

·   Mendiskusikan isi geguritan

·   Mendiskusikan ciri/fitur geguritan

·   Memparafrase geguritan

·   Mendiskusikan cara membaca geguritan yang baik

·   Mendiskusikan hal-hal yang harus dilakukakn sebelum membaca geguritan

 

 

Mengasosiasi

·   Menemukan contoh geguritan yang bertema sama

·         Mengidentifikasi cara membaca geguritan yang bertema lain

 

Mengomunikasikan

  • Mempresentasikan hasil diskusi tentang geguritan dan ciri/fitur geguritan
  • Mempraktikkan membaca geguritan dengan teknik yang benar
  • Menanggapi praktik geguritan yang dilakukan oleh teman

 

Sikap Spritual

Penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

Sikap Sosial

Penilaian dengan lembar observasi tentang aktifitas siswa selama diskusi dan berinteraksi dengan temanya Test unjuk kerja

Penilaian dengan Lembar penilaian yang menilai kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil ataupun mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas

Jenis tagihan  ;

·      Tugas individu

Mencari teks geguritan yang bertema sama.

 

Bentuk instrument :

·      Format pengamatan untuk menilai keaktifan dalam diskusi

·      Sikap Spritual, penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

·      Sikap Sosial, penilaian dengan lembar observasi tentang aktifitas siswa selama diskusi dan berinteraksi dengan temanya

·      Uji petik kerja

Meringkas isi geguritan dalam bentuk kalimat

  • Soal Uraian bebas dan pilihan ganda tentang fitur dan isi teks geguritan
  • Uji petik kerja membaca geguritan
  • Format pengamatan membaca geguritan
  • Sikap Spritual, penilaian dengan angket yang berisi tentang sikap perilaku spiritual siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya

 

6 x 40 menit

·     Contoh teks geguritan

·     Buku referensi tentang genre geguritan 

6.5.  Membaca  geguritan .

TEGESE TEMBUNG


TEMBUNG WIGATI WACAN “RASULAN”

ariyaya: dina riyaya(hari raya)

rancag : lancar

nglodhangake: merloke

mirunggan: mligi (khusus)

sawetawis :sawetara

saperangan: sabageyan

nengsemake: nyenengake

murih: supaya

gumyak: rame, seneng-seneng 

regeng: rame

lumintu: oleh gantine

saiyeg saeka kapti: manunggal ing tekad/kekarepan

cumithak (cithak + seselan um): dicithak

tepungan: kenalan

tan katalompen: aja nganti kelalen/ora kelalen

diantu: ditunggu

diluru: digoleki

dithinthingi: dipilihi

TEKS PRANATAADICARA


PELANTIKAN PENGURUS OSIS

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Nuwun,

Dhumateng Bapak Kepala sekolah SMP Tunas Muda ingkang dhahat kinurmatan, Bapak Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak/Ibu Guru, Karyawan, saha para siswa ingkang tansah winantu ing suka basuki.

Keparenga kula mambeng saha nggempil kamardikan panjenengan sadaya, awit kula piniji saking panitya kinen ngaturaken urut reroncening Upacara Pelantikan Pengurus SMP Tunas Muda Periode 2011/1012

Nanging saderengipun kula ngaturaken rantamaning adicara punika, sumangga kula dherekaken ngonjukaken puji syukur wonten ngarsa delem Gusti Ingkang Maha agung, karana sih wilasa miwah barokah ingkang rumentah dhumateng panjenengan sedaya dalasan kula, saengga ing kalenggahan punika taksih saged kempal manunggal kanthi pinayungan karaharjan, tebih saking rubeda nir ing sambekala. Amin.

Nun inggih para lenggah ingkang sinuba ing pakurmatan, keparengan panatacara murwakani lekasing sedya ingkang punika enggal badhe binuka lampahing titilaksana Upacara Pelantikan Pengurus OSIS SMP Tunas Muda Periode 2011/1012, kanthi ngaturaken reroncening adicara ingkang sampun karantam dening panitya, nun inggih:

1. Purwaka

2. Atur palapuran saking Wk. Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan ing mangke badhe dipunsalirani dening Bapak

Rudy Rumanta, S.Pd.

3. Kepyakan/Pelantikan Pengurus OSIS kalajengaken tanggap sabda saking

Bapak Kepala Sekolah.

4. Atur sapala saking pangarsa OSIS enggal

5. Pandonga ing mangke badhe dipunsalirani dening seksi kerohanian agami Islam

6. Panutup.

Para lenggah ingkang winantu ing bagya mulya, makaten menggah urut reroncening Upacara Pelantikan OSIS SMP Tunas Muda Periode 2011/1012. Kasuwun wontena suka lilaning penggalih para lenggah tansah hanjenengi ngantos dumugi paripurnaning gati. Nuwun, nuwun, matur nuwun.

…………………………………………………………………………………..

Para lenggah ingkang satuhu kinurmatan,

Sumangga adicara punika kapurwakan kanthi ndedonga miturut kapitadosanipun sowing-sowang, ndedonga kasumanggakaken…….cekap.

Adicara ingkang angka kalih nenggih atur palapuran Wk. Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan. Dhumateng ngarsanipun Bapak Rudy Rumanto, S.Pd. wekdal kula sumanggakaken.

…………………………………………………………………………………..

Makaten punika atur palapuran dening Wk. Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, ngancik adicara angka tiga nenggih kepyakan/ Pelantikan Pengurus OSIS kalajengaken tanggap sabda saking Bapak kepala Sekolah SMP Tunas Muda ingkang winantu ing pakurmatan Panjenenganipun Bapak Drs. Suradi, M.Pd. Pramila dhumateng Pengurus OSIS enggal, kula aturi majeng ing sasana ingkang cumawis saperlu nindakaken upacara punika lan kasuwun kersaa Bapak Kepala Sekolah paring tandha simbolis Pelantikan Pengurus OSIS enggal punika. Nuwun.

…………………………………………………………………………………..

Para lenggah ingkang satuhu kinurmatan,

Makaten punika adicara Pelantikan Pengurus OSIS saha tanggap sabda saking Bapak Kepala Sekolah SMP Tunas Muda. Kanthi kepyakan punika ateges dinten punika Pengurus OSIS sampun resmi kalantik lan jejibahan punapa kemawon ingkang magepokan kaliyan OSIS sampun kedah kasangkul saha katindakaken kanthi samesthinipun. Suamangga samya caos panjurung amrih pengurus OSIS enggal punika tansah pinaringan rahayu, gampil ing pamikir, saha gangsar anggenipun ngayahi sesanggeman punika. Amin.

Tumapak laksitaning adicara candhakipun nenggih atur sapala saking pangarsa OSIS enggal. Dhumateng pangarsaning Pengurus OSIS enggal, panjenenganipun Mas Bagus Panggah Widagdo kula sumanggakaken.

…………………………………………………………………………………..

Adicara salajengipun inggih punka pandonga, ingkang badhe dipunselirani dening seksi kerohanian Agama Islam. Pramila dhumateng Ibu Ulin Nuha, S.Pd. wekdal saha sasana wicara kula aturaken.

…………………………………………………………………………………..

Para lenggah ingkang bagya mulya,

Pinangka pungkasaning adicara, nenggih panutup. Pramila kula ingkang piniji pinangka pambiwara ing Upacara Pelantikan Pengurus OSIS Periode 2011/1012 punika ngaturakenb agunging panuwun saha nyuwun pangaksami mbokbilih kathah bab ingkang boten mranani penggalih panjenengan sadaya. Wusananing atur dhumateng Pengurus OSIS Periode 2011/1012 ingkang sampun kalantik, kula ngaturaken sugeng makarya, mugi tansah manggih karaharjan, rahayu ingkang pinanggih, widada ingkang jinangka.

Para lenggah ingkang dhahar kinurmatan, sumangga adicara punuika kita pungkasi kanthi ndedonga miturut kapitadosanipun sowang-sowang, ndedonga kasumanggakaken …….cekap.

Nuwun, nuwun, Matur nuwun.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

 

TEGESE TEMBUNG:

Ø Dhahat : banget (sangat)

Ø Winantu : binarengan ing ( bersama-sama di )

Ø Suka basuki : bungah, aweh; rahayu, slamet, raharja, widada, sugeng

Ø Winantu ing suka basuki : bebarengan diparingi kabungahan lan keslametan (mendapatkan kebahagiaan dan keseamatan)

Ø Mambeng (pambeng) : ngalangi (menghalangi); pambeng : alangan (halangan)

Ø Gempil : cuwil sethithik

Ø Nggempil kamardikan : nyuwil/ngurangi sethithik kamardikan (mengurangi sedikit kemerdekaan)

Ø Piniji : dipiji, dipatah, didhapuk, dipitaya, dipercaya

Ø Reroncening/reroncen : susunananing/susunan;

Ø Rantaman : rancangan, program, rencana

Ø Karana : awit, sebab, jalaran (sebab/karena)

Ø Sih : asih, katresnan; kawelasan

Ø Wilasa (S/Kw) : ngenggar-enggar, dolanan, (bersenang-senang/bermain-main)

Ø Sih wilasa : kawelasan (dikasihi )

Ø Rumentah (rentah) : tumiba, dhumawah, tumeka (dilimpahkan)

Ø Pinayungan (paying) : dipayungi (mendapat perlindungan)

Ø Rubeda : pakewuh, alangan

Ø Nir /Kw : ilang, tanpa

Ø Sambekala : kacilakan, alangan

Ø Sinuba, S/Kw(suba) : endah, kaendahan, becik ; disungga-sungga, dihormati banget

Ø Murwakani (purwa) : miwiti, memulai

Ø Lekasing sedya : wiwitaning karep

Ø Titilaksana : adicara, acara

Ø Karantam : diprogram, dirancang, direncanakan

Ø Purwaka : pambuka (pembukaan)

Ø Kepyakan : peresmian, pelantikan

Ø Hanjenengi (njenengi) : melu nunggoni ing parepatan lsp

Ø Paripurnaning gati : rampunge gawe, rampunge acara

Ø Gati Kw : laku, tindak

Ø Kapitadosan : kapercayan (kepercayaan), gegebengan, (agama)

Ø Sowang-sowang : dhewe-dhewe, piyambak-piyambak

Ø Kasumanggakaken : dipersilakan

Ø Nenggih : yaiku, (yaitu)

Ø Winantu ing pakurmatan : tansah dipunkurmati (yang selalu dihormati)

Ø Sasana S/Kw : papan, enggon, palungguhan (piwulang, pituduh)

Ø Tanggap sabda : waluyan, tanggap wacana, sesorah, pidato

Ø Sabda /S , Kw : swara, gunem, tetembungan

Ø Jejibahan : ayahan, tugas, pakaryan

Ø Magepokan : sesambungan (yang ada hubungannya dengan …)

Ø Kasangkul : nindakake gaweyan,

Ø Panjurung : panyengkuyung, pambiyantu (dukungan)

Ø Gangsar : gancar, lancer, ora ana alangan

Ø Sesanggeman : ayahan, gaweyan sing kudu karampungake/katindakake

Ø Laksita S/Kw : laku

Ø Atur sapala : (sepatah kata)

Ø Pambiwara : pranatacara, panatacara, pranata adicara, MC

Ø Nyuwun pangaksami : nyuwun pangapura, njaluk pangapura (minta maaf)

Ø Mboten mranani penggalih : kurang berkenan di hati

Ø Widada ingkang jinangka : katekan sing dikarepake (terlaksana apa yang dicita-citakan)

Ø Sugeng makarya : selamat bekerja

Pranatacara = wong kang jejibahane nglumantarake adicara

Rantaman = susunan acara/urut-urutaning adicara

Sih sutresna = ditresnani/sih katresnan

Njaluk lilah = nyuwun idin

Kita = awake dhewe

Tanggap wacana = atur pangandikan/pidhato

Karantam = karacik/kasusun

Rancag = lancar

Ndhapuk = gawe

Kiprah = kridhane

Bombong = mogkog(bangga)

Ngadeg jajar = ngadeg jejer

Jawat asta = salaman

PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


LAMPIRAN : II

PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

NOMOR       :

TENTANG   : MATA PELAJARAN BAHASA JAWA SEBAGAI MUATAN LOKAL DI

                         SEKOLAH / MADRASAH

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA JAWA

SMP/MTs 2013

 

KELAS VII

 

 

KOMPETENSI INTI

 

 

KOMPETENSI DASAR

1.      Menghargai dan menghayati ajaran    agama yang dianutnya

     1.1 Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

   1.2 Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku kreatif, tanggung jawab, dan santun sebagai ciri khas karakter masyarakat Yogyakarta

2.4.    Memiliki perilaku percaya diri, peduli, dan santun dalam merespon suatu peristiwa.

3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

3.1.Memahami fungsi teks lisan sesuai dengan unggah-ungguh Jawa

3.2.    Memahami tujuan, fungsi menceritakan pengalaman

3.3.    Memahami cangkriman dan parikan.

3.4.    Memahami (geguritan).

3.5.    Memahami  lagu dolanan dan tembang Macapat Kinanthi

3.6.    Memahami teks khusus yang berupa kalimat sederhana beraksara Jawa.

4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

4.1.  Menyusun teks lisan sesuai unggah ungguh Jawa

  untuk berbagai keperluan. sederhana

4.2.    Menyusun teks lisan dan tulis untuk menceritakan

        pengalaman .

4.3.    Menyusun  cangkriman dan parikan secara sederhana.

4.4.    Menyusun geguritan sederhana.

4.5.    Melagukan lagu dolanan dan tembang Macapat Kinanthi

4.6.    Membaca dan menulis kalimat sederhana beraksara Jawa.

 

KELAS VIII

 

KOMPETENSI INTI

 

 

KOMPETENSI DASAR

1.      Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai ciri khas keistimewaan DIY

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku demokratis, kreatif, dan santun dalam membahas suatu masalah atau sudut pandang .

2.4.    Memiliki rasa percaya diri dalam mengungkap karya sastra Jawa.

3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

3.1.Memahami berbagai fungsi  teks lisan  sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

3.2.    Memahami strategi menyimak berita berbahasa Jawa.

3.3.    Memahami cara menanggapi siaran berita berbahasa Jawa

3.4.    Memahami cerita pendek berbahasa Jawa (cerkak).

 

3.5.    Memahami puisi Jawa (geguritan).

3.6.    Memahami tembang Macapat Pangkur dan Maskumambang

3.7.    Memahami teks khusus yang berupa kalimat sederhana beraksara Jawa.

4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

4.1.Menyusun teks lisan untuk berbagai keperluan dirumah dan sekolah  sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

4.2.    Menangkap informasi-informasi dalam berita berbahasa Jawa

4.3.    Menyusun tanggapan dari siaran berita berbahasa Jawa

4.4.    Mengurai unsur-unsur cerkak.

4.5.    Membaca  geguritan .

4.6.    Melagukan tembang Macapat Pangkur dan Maskumambang

4.7.    Membaca dan menulis kalimat beraksara Jawa.

KELAS IX

 

KOMPETENSI INTI

 

 

KOMPETENSI DASAR

1.      Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkaya ragam bahasa dan budaya Indonesia.

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antar pribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku kreatif dan bertanggung jawab dalam menghasilkan karya

2.4.    Memiliki rasa percaya diri  dalam melestarikan budaya jawa

3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

3.1.Memahami teks untuk , menyatakan berbagai maksud dan  tujuan dalam masyarakat sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

3.2.    Memahami  tentang pranatacara (MC) dalam kegiatan sederhana.

3.3.    Memahami  sesorah (pidato) sederhana berbahasa Jawa.

3.4.    Memahami  karya jurnalistik Jawa.

3.5.    Memahami paragraf sederhana beraksara Jawa.

4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

1.1. Menyusun teks lisan untuk menyatakan setuju/ tidak setuju, menanggapi jawaban tidak benar, memberi semangat, menyatakan harapan atau doa, menyatakan ikut berbahagia maupun berbela sungkawa dengan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks, serta sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

1.2.Menyusun teks pranatacara (MC) kegiatan sederhana.

1.3.    Menyusun teks sesorah (pidato) kegiatan sederhana.

1.4.    Menyusun karya jurnalistik Jawa.

1.5.    Membaca paragraf sederhana beraksara Jawa.

1.6.    Menulis paragraf sederhana beraksara