Download kisi-kisi kilik link menika >>>>>>> KISI-KISI UTS BASA JAWA KELAS VII SEM 1 TAUN 2012
Sumangga para kadang ingkang dereng UKG Basa Jawa, menika wonten kisi-kisi kaliyan sekedhik materi UKG. Mugi-mugi wonten manfaatipun. Sumangga klik link ing ngandhap menika!
1. Serat Tripama menika anggitanipun ….
a. Sri Mangkunagara IV
b. Sri Paku Buwana IV
c. R. Ng. Ranggawarsita
d. Sri Paku Alam VIII
2. Serat Tripama dipunanggit wonten ing sekar….
a. Sinom
b. Asmaradana
c. Dhandhanggula
d. Mijil Lanjut membaca
Tembang Pangkur, Cengkok Kasmaran, Laras Pelog Pathet Nem
(B. Arintoko, 1981 : 22 – 23)
(Serat Wulangreh, Paku Buwana IV, ing Sri hartuti, 2007 : 29 – 30)
sekar: tembang
pangkur: araning tembang macapat
winarna:dicritakake
lelabuhan: pangorbanan
kanggo: dianggo tumrap
wong: manungsa
prayoga: becik
urip: gesang (krama)
ala: elek
becik: apik
puniku: iku
adat: pakulinan
waton: aturan/paugeran/pathokan
dipunkadulu: dingerteni
miwah: lan/saha
tata krama: sopan santun
kaesthi: diupaya
siyang: awan
ratri: bengi
Struktur metrum tembang pangkur:
a. Guru wilangan lan guru lagune
Pada:
1. 8 a
2. 11 i
3. 8 u
4. 7 a
5. 12 u
6. 8 a
7. 8 i
b. B. Guru gatrane : 7 gatra
Isining Tembang Pangkur:
Tembang pangkur kang dicritakake,
lelabuhane tumrap wong urip,
kudu ngerti ala lan becik,
prayogane ngertenana,
adat waton iku kudu dingerteni,
lan ana ing tata krama,
diupaya awan bengi
(Serat Wulangreh, Paku Buwana IV, ing Sri hartuti, 2007 : 29 – 30)
sekar: tembang
pangkur: araning tembang macapat
winarna:dicritakake
lelabuhan: pangorbanan
kanggo: dianggo tumrap
wong: manungsa
prayoga: becik
urip: gesang (krama)
ala: elek
becik: apik
puniku: iku
adat: pakulinan
waton: aturan/paugeran/pathokan
dipunkadulu: dingerteni
miwah: lan/saha
tata krama: sopan santun
kaesthi: diupaya
siyang: awan
ratri: bengi
Struktur metrum tembang pangkur:
a. Guru wilangan lan guru lagune
Pada:
1. 8 a
2. 11 i
3. 8 u
4. 7 a
5. 12 u
6. 8 a
7. 8 i
b. B. Guru gatrane : 7 gatra
Isining Tembang Pangkur:
Tembang pangkur kang dicritakake,
lelabuhane tumrap wong urip,
kudu ngerti ala lan becik,
prayogane ngertenana,
adat waton iku kudu dingerteni,
lan ana ing tata krama,
diupaya awan bengi
Para Kanca Guru Basa Jawa ingkang kula tresnani, menika kula aturaken Kisi-Kisi Uji Kompetensi Bahasa Daerah, mugi-mugi migunani. Sumangga dipunklik link ing ngandhap menika matur nuwun.
Kisi-kisi Uji Kompetensi Mapel Bahasa Jawa 2012
Para kanca guru ingkang ngersakaken latihan soal UKG online saged klik link ing ngandhap menika, namung winates mapel tartamtu, basa jawa boten wonten.
Pelaksanaan UKG tahun 2012 dilakukan dengan 2 cara, yakni melalui sistem online dan manual (paper pencil test). Kegiatan UKG direncanakan akan dilakukan dengan jadwal sebagai berikut:
1. Tanggal 30 Juli hingga 12 Agustus 2012 ditujukan bagi guru yang sudah bersertifikat dan bersifat online.
2. Untuk Kepala Sekolah dan Pengawas UKG dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 bersifat online.
3. Ujian manual (paper pencil test) dilaksanakan pada 4 September 2012.
4. Untuk guru yang belum bersertifikat UKG dilaksanakan pada tahun 2013.
Untuk peserta yang ikut dalam UKG nanti, Bapak/Ibu Guru bisa mengecek melalui link yang terkait dengan Kemdiknas. Begitu pula untuk kisi-kisi mata pelajaran yang akan diikuti. Berikut ini adalah link yang dimaksud:
Daftar Peserta dan Kisi-kisi UKG 2012 silahkan cek disini
Kisi-Kisi Bahasa Indonesia
1 Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Jenjang : SMP/SMA
Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) l 1. Mengungkapkan secara lisan wacana nonsastra
Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar)
1.1 Menggunakan wacana lisan untuk wawancara
Indikator Esensia
1.1.1 Disajikan penggalan teks wawancara, guru dapat menentukan jenis pertanyaan yang cocok dengan kutipan.
1.1.2 Disajikan sebuah pertanyaan untuk wawancara, guru dapat menentukan jawaban yang harus disampaikan narasumber dengan benar
1.2 Menggunakan wacana lisan untuk presentasi laporan dan pidato
1.2.1 Disajikan penggalan pidato, guru dapat memilih kalimat yang tidak sesuai dengan konteksnya.
1.2.2 Disajikan penggalan pidato, guru dapat menentukan jenis komponen pidato yang sesuai dengan penggalan tersebut.
1.2.3 Disajikan sebuah konteks berpidato, guru dapat menentukan kalimat pembuka/penutup pidato yang benar.
1.3 Menggunakan wacana lisan untuk diskusi
Indikator Esensia
1.3.1 Disajikan pernyataan yang disampaikan dalam diskusi, guru dapat menentukan pernyataan persetujuan atau tidak persetujuan yang tepat.
1.3.2 Disajikan sebuah konteks diskusi, guru dapat memilih komponen diskusi yang seharusnya ada.
2. Mengungkapkan wacana tulis nonsastra
2.1 Menulis pesan singkat dan surat
Indikator Esensia
2.1.1 Disajikan konteks kebutuhan pembuatan surat dinas, guru dapat menentukan pembuka surat yang tepat.
2.1.2 Disajikan konteks kebutuhan pembuatan surat dinas, guru dapat menentukan penutup surat yang tepat.
2.1.3 Disajikan konteks pembuatan surat pribadi, guru dapat menentukan isi surat pribadi yang santun.
2.1.4 Disajikan konteks kelembagaan pembuat surat, guru dapat memilih penulisan kepala surat yang tepat. 2.1.5 Disajikan konteks kebutuhan menulis memo dari seorang pejabat, guru dapat memilih kalimat isi memo yang tepat .
2.2 Menulis teks berita
Indikator Esensia
2.2.1 Disajikan sebuah berita, guru dapat menentukan kelemahan penulisan berita tersebut.
2.3 Menulis slogan, poster, dan iklan baris
Indikator Esensia
2.3.1 Disajikan sebuah slogan, guru dapat menentukan kelemahan slogan tersebut.
2.4 Menulis karya ilmiah
Indikator Esensia
2.4.1 Disajikan tema sebuah karangan, guru dapat menentukan komponen isi karangan secara tepat.
2.4.2 Disajikan sebuah kutipan dari buku yang disertai dengan identitas buku, guru dapat menentukan kutipan yang tepat.
2.4.3 Disajikan identitas tiga buku, guru dapat menuliskan daftar pustaka secara tepat. Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 2 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial
2.4.4 Disajikan sebuah konteks penulisan karya ilmiah, guru dapat menentukan penulisan judul yang tepat. 2.4.5 Disajikan penggalan karya ilmiah, guru dapat menentukan penggalan tersebut termasuk dalam komponen apa.
2.5 Menulis paragraf
Indikator Esensia
2.5.1 Disajikan sebuah paragraf yang bagian awalnya dirumpangkan, guru dapat memilih kalimat yang tepat mengawali paragraf.
2.5.2 Disajikan sebuah paragraf yang bagian akhirnya dirumpangkan, guru dapat memilih kalimat yang tepat mengawali paragraf.
2.5.3 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat menentukan paragraf lain yang pola pengembangannya sama. 2.5.4 Disajikan sebuah paragraf yang penanda hubung antarkalimatnya dihilangkan, guru dapat memilih kata hubung yang paling tepat.
2.6 Menulis kalimat dan penggunaan ejaan
Indikator Esensia
2.6.1 disajikan sebuah kalimat yang salah beberapa ejaannya, guru dapat memilih kalimat yang ejaannya benar
2.6.2 Disajikan kalimat yang tidak efektif, guru dapat menentukan kalimat efektifnya
3. Memahami wacana nonsastra
3.1 Memahami berbagai teks
Indikator Esensia
3.1.1 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat memilih kalimat topik yang tepat.
3.1.2 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat memilih kalimat penjelas yang tidak mendukung isi paragraf.
3.1.3 Disajikan sebuah paragraf, guru dapat memilih ide pokok yang tepat.
3.1.4 Disajikan satu penggalan teks, guru dapat menentukan makna kalimat yang selaras dengan teks (secara tersirat).
3.2 Menyimpulkan dan merangkum isi suatu teks
Indikator Esensia
3.2.1 Disajikan satu penggalan teks, guru dapat memilih simpulan yang cocok dengan isi teks.
3.2.2 Disajikan satu penggalan teks, guru dapat menentukan rangkuman yang relevan dengan isi teks.
3.3 Membedakan antara fakta dan opini dalam teks
Indikator Esensia
3.3.1 Disajikan sebuah teks, guru dapat memilih fakta yang terdapat dalam teks secara benar.
3.3.2Disajikan sebuah teks, guru dapat memilih opini yang terdapat dalam teks secara benar.
3.4 Mengubah sajian grafik, tabel, atau bagan menjadi uraian
Indikator Esensia
3.4.1 Disajikan sebuah tabel, guru dapat menentukan simpulan isi tabel secara benar.
3.4.2 Disajikan sebuah diagram, guru dapat menentukan simpulan isi tabel secara benar.
4. Membacakan dan membawakan karya sastra
4.1 Membacakan cerita pendek atau novel
Indikator Esensia
4.1.1 Berdasarkan kutipan cerpen atau novel, guru dapat menyimpulkan cara bercerita dengan memperhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi
4.2 Membacakan puisi
Indikator Esensia
4.2.1 Berdasarkan kutipan puisi, guru dapat menyimpulkan cara membaca puisi dengan memperhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi
4.3 Membawakan atau
Indikator Esensia
4.3.1 Berdasarkan kutipan dialog drama, guru dapat menyimpulkan Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 3 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial memerankan drama cara memerankan drama dengan memperhatikan lafal, intonasi, ekspresi, dan lakuan 5. Memahami ragam teks sastra
5.1 Memahami unsurunsur puisi lama dan baru
Indikator Esensia
5.1.1 Guru dapat menyimpulkan pesan puisi dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan.
5.1.2 Guru dapat menyimpulkan tema puisi dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan 5.1.3 Guru dapat melengkapi puisi dengan mempertimbangkan rima berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan
5.1.4 Guru dapat melengkapi puisi dengan pilihan dan makna kata yang tepat, berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan
5.1.5 Guru dapat menentukan makna puisi dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan
5.1.6 Guru dapat melengkapi puisi dengan mempertimbangkan majas yang tepat, berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan \
5.1.7 Guru dapat menentukan pencitraan dengan tepat, berdasarkan kutipan puisi yang sajikan
5.2 Memahami unsurunsur cerita pendek atau novel
Indikator Esensia
5.2.1 Guru dapat menyimpulkan tema cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.2 Guru dapat menganalisis watak tokoh dengan tepat berdasarkan kutipan cerpen atau novel yang disediakan. 5.2.3 Guru dapat menentukan latar cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.4 Guru dapat menentukan sudut pandang cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.5 Guru dapat menentukan alur cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.2.6 Guru dapat menentukan pesan cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan. 5.3 Memahami unsurunsur drama 5.3.1 Guru dapat menentukan alur drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan. 5.3.2 Guru dapat menentukan pesan drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan. 5.3.3 Guru dapat menentukan tema drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan. 5.3.4 Guru dapat menentukan latar drama, berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan tokoh. 6. Mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui karya sastra 6.1 Menulis pantun sesuai dengan syarat pantun 6.1.1 Disajikan sebuah pantun, guru dapat memilih dengan tepat pantun yang sejenis. 6.1.2 Guru dapat melengkapi pantun dengan tepat berdasarkan isi atau sampiran pantun yang disajikan. 6.1.3 Guru dapat melengkapi pantun dengan rima yang tepat dari pantun yang dirumpangkan. 6.2 Menulis dongeng 6.2.1 Guru dapat menyusun kembali dongeng dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang kalimat-kalimatnya diacak. 6.2.2 Guru dapat melengkapi dongeng dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang dirumpangkan. 6.2.3 Guru dapat menentukan tokoh dongeng dengan tepat berdasarkan dongeng yang dirumpangkan. 6.3 Menulis puisi bebas 6.3.1 Guru mampu menyusun kembali puisi dengan isi yang tepat Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 4 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial berdasarkan kutipan puisi yang larik-lariknya diacak 6.3.2 Guru mampu menyusun rima dan isi puisi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan. 6.4 Menulis drama 6.4.1 Guru menyusun dialog drama dengan tepat, berdasarkan ilustrasi yang disajikan 6.4.2 Guru melengkapi keterangan lakuan drama, berdasarkan dialog yang disajikan 6.5 Menulis cerpen 6.5.1 Guru dapat menyusun kembali alur cerpen dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang kalimat-kalimatnya diacak. 6.5.2 Guru dapat melengkapi cerpen dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang dirumpangkan. 6.5.3 Guru dapat menentukan tokoh cerpen dengan tepat berdasarkan cerpen yang dirumpangkan. 6.6 Menulis kritik dan esai 6.6.1 Berdasarkan ilustrasi yang diberikan, guru dapat menulis isi kritik 6.6.2 Guru bisa memilih tulisan kritik yang bahasanya santun 7. Memiliki Kompetensi. Pedagogis Pembela-jaran Bahasa Indonesia 7. 1 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran menyimak yang mendidik 7.1.1 Setelah disajikan sebuah KD “menyimak” guru dapat memilih indikator yang tepat 7.1.2 Disajikan KD “menyimak” guru dapat memilih rancangan materi pembelajaran yang tepat 7.1.3 Disajikan rancangan pembelajaran dengan KD “menyimak” guru dapat memilih media yang tepat 7.1.4 Guru dapat memilih jenis evaluasi pembelajaran menyimak dengan KD “menyimak” 7.1.5 Disajikan situasi penilaian pembelajaran menyimak dengan KD “menyimak” guru dapat memilih jenis pertanyaan yang sesuai dengan prinsip pembelajaran BI yang mendidik 7.2 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbicara yg mendidik 7.2.1 Guru dapat memilih materi yang sesuai dengan KD “berbicara” 7.2.2 Disajikan sebuah metode pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan KD “berbicara” guru dapat memperbaiki langkah pembelajaran yang kurang tepat. 7.2.3 Setelah disajikan KD ”berbicara” guru dapat memilih jenis tes yang tepat 7.3 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran membaca yg mendidik 7.3.1 Disajikan sebuah KD “membaca” guru dapat memilih indikator yang sesuai dengan KD tersebut. 7.3.2 Disajikan KD “membaca“ guru dapat memilih metode yang tepat. 7.3.3 Disajikan konteks pelaksanaan pembelajaran membaca dengan KD “tertentu” guru dapat memilih media yang tepat. Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 5 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial 7.4 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran menulis yg mendidik 7.4.1 Setelah disajikan KD “menulis” guru dapat memilih indikator yang tepat 7.4.2 Disajikan KD ”menulis” guru dapat memilih materi pembelajaran yang tepat 7.4.3 Disajikan sebuah konteks metode pembelajaran menulis guru dapat menentukan KD yang sesuai dengan rancangan metode tersebut. 7.4.4 Disajikan gambar-gambar media pembelajaran menulis guru dapat menentukan KD yang sesuai dengan rancangan media tersebut. 7.4.5 Disajikan konteks pembelajaran menulis dengan KD “tertentu” guru dapat memilih metode dan merancang pelaksanaan pembelajaran dengan benar. 8. Memiliki Kompetensi Pedagogis Pembelajaran Sastra Indonesia (puisi, prosa fiksi, drama) 8.1 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran menyimak unsur dan nilai karya sastra yang mendidik 8.1.1 Disajikan KD “menyimak sastra” guru dapat memilih materi yang tepat. 8.1.2 Disajikan KD “menyimak sastra” guru dapat menentukan teknik evaluasi yang tepat 8.1.3 Disajikan KD “menyimak sastra” guru dapat menentukan jenis penilaian yang tepat. 8.2 Menyusun RPP, melaksanaka, dan mengevaluasi pembelajaran berbicara unsur dan nilai karya sastra yang mendidik 8.2.1 Disajikan sebuah konteks pembelajaran berbicara sastra dengan KD ”tertentu” guru dapat menilai materi yang tepat. 8.2.2 Disajikan konteks pembelajaran berbicara sastra dengan KD “tertentu” guru dapat menganalisis rancangan pembelajaran yang sesuai dengan KD tersebut. 8.2.3 Disajikan KD “berbicara sastra” guru dapat memilih media yang tepat 8.2.4 Disajikan sebuah kriteria penilaian “berbicara sastra” guru dapat menilai ketepatan criteria tersebut. 8.3 Menyusun RPP, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran membaca unsur dan nilai karya sastra yang mendidik 8.3.1 Disajikan sebuah KD “tertentu” guru dapat menentukan sumber belajar yang tepat. 8.3.2 Disajikan KD ”membaca sastra”. Guru dapat memilih materi yang tepat. 8.3.3 Disajikan KD “Membaca sastra” guru dapat memilih materi yang tepat 8.4 Menyusun RPP, melaksanakan, dan 8.4.1 Disajikan indikator pembelajaran guru dapat memilih KD “menulis sastra” yang tepat untuk indikator tersebut Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 6 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi) Kompetensi Guru Mata pelajaran(Kompetensi Dasar) Indikator Esensial mengevaluasi pembelajaran menulis kreatif karya sastra yang mendidik 8.4.2 Disajikan KD “menulis sastra “ guru dapat memilih rancangan pembelajaran yang tepat 8.4.3 Disajikan KD ”menulis sastra” guru dapat memilih media yang tepat 8.4.4 Disajikan tabel penilaian dengan KD “menulis sastra” guru dapat menentukan alat penilaian yang kurang tepat
Wangsulana pitakonan-pitakoan ing ngisor iki kanthi milih wangsulan kang paling bener!
Wacan 1
Kanggo soal no. 1 – 8
NANDUR PARI
Beras dadi kabutuhane masyarakat, mula ya ora nggumunake manawa ora sethithik beras kang kudu dicawisake. Dene kang kajibah nyukupi beras ora liya para among tani, srana nggarap sawah nandur pari.
Pangolahe lemah kawiwitan gawe pawinihan. Cara iku kajumbuhake karo kahananing lahan. Yen ing sawah kono banyune angel, adate katindakake kanthi ngurit. Ngurit yaiku ndhedher wiji pari kang isih wulen, dene kretegan yaiku pari kang disebar garingan tanpa dilebi banyu.
Sinambi ngenteni gedhene winih, Pak Tani nuli nggarap sawah. Sawah dilebi nuli diluku, luwih dhisik sawah disukoni, yaiku maculi pojok-pojoking sawah kang ora bakal kaambah dening luku. Nyukoni iku bisa uga katindakake sawise diluku, bakda iku, lemah dilebi lan dileremake sawatara dina supaya suket lan gegodhongan padha bosok dadi lemi. Tindak mangkono iku arane didhayungake. Sinambi ngenteni anggone ndhayungake, lumrahe pak tani nampingi utawa nembok galengan supaya ora padha bolong, bisa wutuh, rapi lan rata.
Watara setengah sasi tandur wiwit ijo, mracihnani yen urip, diarani nglilir. Watara umur sesasi diwatun utawa digosrok. Kajaba kanggo ngilangi suket sing ngganggu, uga duwe tujuan nggemburake lemah. Bakda iku tanduran dirabuk. Ora antara sasi tandur dadi ijo royo-royo, gumadhung. Tandur mekar, mundhak gedhe lan dhuwur. Ora suwe maneh mlecuti, siji loro katon wulene. Dene yen wulen pari wis jumedhul kabeh, arane mrekatak. Bakda iku wulen kang mentes padha tumungkul, dene sing gabug padha ndangak. Saya suwe pari saya kuning. Yen wis mangkono becike sawah disat supaya nyepetake pari padha tuwa. Sawise sesaji “wiwitan” dileksanani, pari banjur dipanen.
1. Damel pawinihan menika kajumbuhaken kaliyan menapa? Lanjut membaca
Kangge ningkataken Kompetensi Guru Basa Jawa SD, SMP Kabupaten Gunungkidul ing babagan tembang macapat, kala dinten Kemis tanggal 10 Mei 2012 dipunadani Sarasehan Tembang Macapat ingkang mapan wonten RBC CULINARY. Sarasehan menika dipunpandhegani dening panjenenganipun Ibu Dwi Endang S, S.Pd.,M.M.(Kepala Sekolah SD Piyaman 1). Nalika mbikak sarasean ngendikakaken bilih Sarasehan Tembang Macapat menika nggadhahi ancas kangge ningkataken kompetensi Guru SD/SMP babagan tembang macapat saha kangge nguri-uri amrih lestantun saha ngrembakanipun seni tembang macapat. Wonten ing sarasehan menika ugi dipunrawuhi panjenenganipun bapak Dwiyanto Budi Utomo Kasie Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY. Bapak Dwiyanto Budi Utomo kagungan pangajab bilih sasampunipun sarasehan saha gladhen tembang macapat menika, ing samangke para Bapak/ibu Guru SD/SMP saged nularaken dhumateng para siswanipun.
Enjoy
Beauty of Mathematics !!!!!!!
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Brilliant, isn’t it?
And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Now, take a look at this…
101%
From a strictly mathematical viewpoint:
What Equals 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?
We have all been in situations where someone wants you to
GIVE OVER 100%.
How about ACHIEVING 101%?
What equals 100% in life?
Here’s a little mathematical formula that might help
answer these questions:
If:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
If:
H-A-R-D-W-O- R- K
8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%
And:
K-N-O-W-L-E- D-G-E
11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%
But:
A-T-T-I-T-U- D-E
1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%
THEN, look how far the love of God will take you:
L-O-V-E-O-F- G-O-D
12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%
Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:
While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!
It’s up to you if you share this with your friends & loved ones just
the way I did..
Have a nice day & God bless!!
from Meta cafe
Menawi ngersakaken sofware ingkang saged ngonvert saking TV dhateng PC sumangga klik link ngandhap menika!
Klik ING NGIKI!
PARA KADANG INGKANG NGERSAKAKEN GAMERCAHS SUMANGGA KLIK LINK ING NGANDHAP MENIKA KANGGE NGIRANGI STRESS !!!!!!
SUMANGGA DIPUNKLIK!
Para kadang ingkang taksih ngginakaken Windows XP, menika kula aturaken 100 Keyboard Shortcuts kangge WIin XP, sinaosa sampun kalebet ketingglan makaten, mugi-mugi wonten paedahipun.
CTRL+C (Copy)
CTRL+X (Cut)
CTRL+V (Paste)
CTRL+Z (Undo)
DELETE (Delete)
SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
CTRL while dragging an item (Copy the selected item)
CTRL+SHIFT while dragging an item (Create a shortcut to the selected item)
F2 key (Rename the selected item)
CTRL+RIGHT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next word)
CTRL+LEFT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous word)
CTRL+DOWN ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next paragraph)
CTRL+UP ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous paragraph)
CTRL+SHIFT with any of the arrow keys (Highlight a block of text)
SHIFT with any of the arrow keys (Select more than one item in a window or on the desktop, or select text in a document)
CTRL+A (Select all)
F3 key (Search for a file or a folder) Lanjut membaca
SERAT WULANGREH
ANGGITANIPUN SUNAN PAKUBUWANA IV
|
NO |
NAMA TEMBANG |
JUMLAH PADA/BAIT |
| 1 | Dhandhanggula | 8 |
| 2 | Kinanthi | 16 |
| 3 | Gambuh | 17 |
| 4 | Pangkur | 17 |
| 5 | Maskumambang | 34 |
| 6 | Megatruh | 17 |
| 7 | Durma | 12 |
| 8 | Wirangrong | 27 |
| 9 | Pocung | 23 |
| 10 | Mijil | 26 |
| 11 | Asmaradana | 28 |
| 12 | Sinom | 33 |
| 13 | Girisa
Dhandhanggula Lamun sira anggeguru kaki, amiliha manungsa kang nyata, ingkang becik martabate, sarta kang wruh ing ukum, kangibadah, lan kang wirangi, sokur oleh wong tapa, ingkang wus amungkul, tan mikir pawehing liyan, iku pantes sira guronan kaki, sartane kawruhana. Kinanthi Padha gulangen ing kalbu, ing sasmita amrih lantip, aja pijer mangan nendra, kaprawiran den kaesthi, pesunen sariranira, sudanen dhahar lan guling. |
25 |
Lomba Tingkat IV Tahun 2012 dilaksanakan di Bumi Perkemahan Babarsari tangga 9 s.d. 12 Februari 2012. Loma Tingkat Regu Pramuka Penggalang Empat Tahun 2012 (LT-IV 2012) lebih dititik beratkan pada bidang pengembangan diri Pramuka Penggalang yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual, dan sosial sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Sedangkan pelaksanaannya menggunkan metode beragam, sehingga para peserta dapat merasakan, mempelajari, menghayati kegiatan yang dilombakan. Dengan demikian setelah mengikuti kegiatan Lomba Tingkat IV para peserta akan mendapat bekal dalam proses pembentukan karakternya.
Dalam kegiatan Lomba Tingkat IV taun 2012 Gugus Depan 023-024 Pangkalan SMP N 1 Wonosari berhasil membuktikan kebolehannya dalam berkompetisi, terutama pada bidang Teknologi Informasi dapat merebut emas . Gugus Depan Gunungkidul 025-024 akhirnya dapat mempersembahkan meraih 6 Emas, 1 perak dan 6 perunggu.
DAFTAR PEROLEHAN KEJUARAAN LT- IV SMP N 1 WONOSARI
REGU PUTRA
|
NO |
JENIS LOMBA |
EMAS |
PERAK |
PERUNGGU |
| 1 | ADMINISTRASI REGU |
|
* |
|
| 2 | TEKNOLOGI INFORMASI |
* |
||
| 3 | SEJARAH BANGSA |
* |
||
| 4 | HALANG RINTANG |
* |
||
| 5 | MEMBUAT JAMU TRADISIONAL |
* |
||
| 6 | MASAKAN KHAS DAERAH |
* |
REGU PUTRI
|
NO |
JENIS LOMBA |
EMAS |
PERAK |
PERUNGGU |
| 1 | ADMINISTRASI REGU |
|
* |
|
| 2 | BUDAYA DAERAH |
* |
||
| 3 | SEJARAH BANGSA |
* |
||
| 4 | PIDATO |
* |
|
|
| 5 | PETA PITA |
* |
||
| 6 | TALI TEMALI |
* |
SERAT TRIPAMA
(Dhandhanggula)
Yogyanira kang para prajurit
lamun bisa sami anulada,
kadya nguni caritane,
andelira sang Prabu
Sasrabahu ing Mahespati,
aran Patih Suwanda
lelabuhanipun,
kang ginelung tri prakara,
guna kaya purun ingkang den antepi,
nuhoni trah utama.
Tembung wigati:
yogya: becike
lamun: manawa
anuada: niru/conto
tripakra: telung prakara
nuhoni: netepi
Lire lelabuhan triprakawis,
guna bisa saneskareng karya,
binudi dadi unggule,
kaya sayektinipun,
duk bantu prang Magada Nagri,
amboyong putri dhomas,
katur ratunipun,
purune sampun tetela,
aprang tandhing lan ditya Ngalengka aji,
Suwanda mati ngrana.
Tembung wigati:
triprakawis: telung prakara
mati ngrana:mati sajroning paprangan
duk: nalika
ditya: buta
Ngalengka aji: ratu ing Ngalengka
Magada nagri: negara Magada
Dhomas: wolung atus
KINANTHI
Nadyan asor wijilipun,
yen kalakuane becik,
utawa sugih carita,
carita kang dadi misil,
iku pantes raketana,
darapon mundhaking budi.
Poma-poma wekasingsun,
mring kang maca layang iki,
lair batin den estokna,
saunine layang iki,
lan den bekti mring wong tuwa,
ing lair praptaning batin.
Tembung wigati:
nadyan: sanajan
asor: ala
darapon: supaya
poma-poma: wanti-wanti
praptaning: tekaning
SINOM
Amenangi jaman edan,
ewuh aya ing pambudi,
melu edan nora tahan,
yen tan melu anglakoni,
boya kaduman melik,
kaliren wekasanipun,
ndilalah kersa Allah,
begja- begjane kang lali,
luwih begja kang eling lawan waspada.
Tembung wigati:
amenangi: ndenangi/ngalami
boya: ora
waspada: ngati-ati
DHANDHANGGULA
Lamun sira anggeguru kaki,
amiliha manungsa kang nyata,
ingkang becik martabate,
sarta kang wruh ing kukum,
kang ngibadah lan kang wirangi,
sokur oleh wong tapa,
ingkang wus amungkul,
tan mikir pawehing liyan,
iku pantes sira guronana kaki,
sartane kawruhana.
Tembung wigati:
martabat: pakarti, tumindak
wong tapa: wong sing seneng tirakat, prihatin
lamun: manawa
sira: kowe
wirangi: ora tumindak sing gawe wirang
amungkul: wis ora mikir kadonyan/bandha
sartane: lan uga
kawruhana: ngertenana
Merga Narkoba, Wong 41 Tiwas Saben Dina
Bebayane narkoba, saya ngincim bangsa Indonesia. Saka asile panaliten kang katindakake dening Badan Narkotika Nasional bebarengan karo Universitas Indonesia nyebutake, wong 41 tiwas saben dinane utawa wong 15 ewu tiwas saben taun merga ngonsumsi narkoba. Kang mrihatinake, ewasemono cacahing pengguna ora saya suda nanging malah saya ndadra. Dhata ing Direktorat Narkotika lan Psikotropika Bareskrim Mabes Polri nuduhake, ing tahun 2000 – 2003 cacahe pengguna watara wong 5 ewu setaun. Nanging ing semester kapindho taun iki cacahe ndrebala dadi wong 16 ewu.
Direktorat Narkotika lan Psikotropika Brigjen Indradi Tanos nambahake, cacahe dhuwit sing diblanjakake kanggo tuku narkoba uga mundhak akeh. Taun 2005 cacahe dhuwit sing dienggo tuku narkoba ditapsir Rp. 8 trilyun. Nanging ing taun 2006 iki gunggunge mundhak dadi Rp. 11,3 trilyun . Kanggo mbrastha narkoba mau polisi mbudidaya tumindak persuasif. Pangajabe pengguna mau gelem tobat lan ninggalake pakulinan anggone ngonsumsi narkoba.
Sumber :Kalawarti Panyebar Semangat
Tugas:
Sugeng makarya para siswa!
Cara Cepat meningkatkan Backlink dan PageRank
Cara Cepat meningkatkan Backlink dan PageRank – Trik meningkatkan backlink dan PageRank ini saya baca ketika berkunjung di blog sahabat, kemudian saya lihat widget alexa yang terpampang di sidebar blognya. Woowww…. backlink nya banyak sekali, hingga puluhan ribu. Sudah lama sebenarnya saya menemukan posting seperti ini, namun dulu saya sanksi apakah benar cara ini bisa berhasil menigkatkan PR dan backlink. Setelah saya membacanya kembali dan masih kurang yakin atas backlink yang saya lihat di alexa-nya sayapun kembali bagi mengunjungi blog-blog yang telah mengikuti cara ini. Dan ternyata benar, blog-blog yang menerapkan cara ini PR meningkat namun yang paling menonjol adalah backlink yang dimiliki blog-blog tersebut sungguh banyak sekali.
Jika kita memiliki PR yang bagus dan backlink yang banyak, maka sangat cocok jika kita ikut program semacam paid reviews. Saya sungguh menyesal tidak menerapkan cara ini sejak dulu. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Karna saya ingin memonetizekan blog ini ke program paid reviews.
Caranya sangatlah gampang, anda hanya tinggal copy link yang berada di bawah ini dengan syarat anda harus menghapus link pada peringkat 1 dari daftar, lalu pindahkan yang tadinya nomor 2 menjadi nomor 1, nomor 3 menjadi nomor 2, nomor 4 menjadi nomor 3, dst. Kemudian masukan link blog anda sendiri pada urutan paling bawah ( nomor 10). Dan silahkan ajak teman anda untuk mengikuti cara ini serta sebarkan cara ini ke banyak teman-teman anda.
www.trianjarpriyanta.wordpress.com
Keterangan :
Jika anda mampu mengajak lima orang saja untuk mengcopy artikel ini maka jumlah backlink yang akan didapat adalah :
Posisi 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jumlah backlink = 5
Posisi 8, jumlah backlink = 25
Posisi 7, jumlah backlink = 125
Posisi 6, jumlah backlink = 625
Posisi 5, jumlah backlink = 3,125
Posisi 4, jumlah backlink =15,625
Posisi 3, jumlah backlink = 78,125
Posisi 2, jumlah backlink = 390,625
Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125
Dan nama dari alamat blog dapat dimasukan kata kunci yang anda inginkan yang juga dapat menarik perhatian untuk segera diklik. Dari sisi SEO anda sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung downline mengklik link anda maka anda juga mendapat traffic tambahan.
Saya sarankan anda mencoba trik mudah meningkatkan backlink dan pagerank ini dan silakan copy sebarkan artikel ini ke teman-teman anda. Hilangkan link nomor 1 dan masukan alamat blog anda pada nomor 10. Buktikan sendiri hasilnya setelah itu baru komentar.
Peringatan :
Artikel ini harus permanen selamanya di blog anda, anda tidak boleh menghapusnya.
SEJARAHE SUMPAH PEMUDA
Saben tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia padha mengeti dina Sumpah Pemuda. Kadadean kasebut dipengeti saben taun. Amarga lelakon mau dadi daya kekuwatan kanggo nggugah rasa semangat lan tekade bangsa Indonesia anggone bisa uwal saka regemane kaum penjajah.
Ing sakawit bangsa Walanda tekane ana ing bumi Indonesia iku mung arep dagang. Gegandhengan nyumurupi kemakmurane negara Indonesia banjur tuwuh karepe kepengin nguwasani. Kabeh kekarepane mau banjur dileksanakake kanthi cara-cara kang kasar lan julig banget. Wekasane bangsa Walanda bisa nguwasani bumi Nuswantara sakisine nganti telung atus seket taun lawase.
Ana sawetara priyayi kang ngendika, manawa kalahe bangsa Indonesia dhek rikala nglawan Walanda amarga gegamane kalah modern. Bab iku mujudake sawijining alesan sing kurang trep utawa kurang gumathok. Coba saiki kita priksani Perang Diponegoro. Pangeran Diponegoro anggone nglawan penjajah Walanda nganti limang taun suwene yaiku taun 1825 – 1830. Ing samengko kita bandingake karo Perang Dunia I kang suwene mung patang taun lawase yaiku taun 1914 – 1918.
Kanthi mangkono Perang Diponegoro bisa kanggo bukti manawa kekuwatan rakyat sing nyawiji dadi sawijining kekuwatan sing ampuh, ora gampang dikalahake. Bukti liyane maneh yaiku rikala perang kamardikan kabeh rakyat Indonesia anggolongake tekad nyawiji ngusir penjajah Walanda saka bumi Indonesia. Dadi cekak aose kalahe bangsa Indonesia anggone nglawan penjajah iku amarga ora ana persatuan lan kesatuan antarane bangsa Indonesia dhewe.
Gegandhengan bukti-bukti kang wis nyata manawa persatuan lan kesatuan iku mujudake gegaman kang ampuh, pemudha-pemudha kang wektu iku isih asipat kesukuan lan kedhaerahan padha nganakake konggres. Konggres Pemudha sing kapisan yaiku tanggal 2 Mei 1926. Dene Konggres Pemudha sing kapindho tanggal 28 Oktober 1928. Ana ing Konggres Pemuda sing Kapindho iku organisasi-organisasi kepemudaan kaya ta Yong Java, Yong Sumatra, Yong Selebes, Yong Ambon padha nyawiji ngikrarake persatuan Indonesia. Dene ikrar kasebut kanthi jeneng Sumpah Pemuda.
(Djarot Heru Santosa, 2008:73)
Apa tegese tembung-tembung kang magepokan karo wacan ing nduwur!
Wangsulana pitakonan ing ngisor kanthi ganep lan migunakake basa krama kang trep!
NANDUR PARI
Beras dadi kabutuhane masyarakat, mula ya ora nggumunake manawa ora sethithik beras kang kudu dicawisake. Dene kang kajibah nyukupi beras ora liya para among tani, srana nggarap sawah nandur pari. Mungguh kaya ngapa lan kepriye carane nindakake nggarap sawah, mbok manawa ana becike yen diandharake sawatara, wiwit gawe winih tumekane panen.
Dhek jaman biyen, nalika irigasi durung tumata, sadurunge ngancik ngolah lemah padha nganggo petungan mangsa. Dene mangsa kang diugemi yaiku mangsa kanem lan uga ngungak lintang luku kang wis katon manjer ing sisih wetan. Lumrahe pangolahe lemah kawiwitan gawe pawinihan. Gawe winih mono ana kang nganggo ngurit/nyebar. Cara-cara iku kajumbuhake karo kahananing lahan. Yen ing sawah kono banyune angel, adate katindakake kanthi ngurit. Ngurit yaiku ndhedher wiji pari kang isih wulen, dene kretegan yaiku pari kang disebar garingan tanpa dilebi banyu. Kekarone wiji pari iku kadhedher ana ing lemah garing. Dene nyebar, wiji didhedher ing lemah teles, wujud gabah kang wis nokol/thokol.
Sinambi ngenteni gedhene winih, Pak Tani nuli nggarap sawah. Sawah dilebi nuli diluku, luwih dhisik sawah disukoni, yaiku maculi pojok-pojoking sawah kang ora bakal kaambah dening luku. Nyukoni iku bisa uga katindakake sawise diluku, Bakda iku, lemah dilebi lan dileremake sawatara dina supaya suket lan gegodhongan padha bosok dadi lemi. Tindak mangkono iku arane didhayungake. Sinambi ngenteni anggone ndhayungake, lumrahe pak tani nampingi utawa nembok galengan supaya ora padha bolong, bisa wutuh, rapi lan rata.
Sawise cukup anggone ndhayungake, lemah dilumahake, tegese digawe rata srana digaru. Kanthi mangkono brongkalan-brongkalan lemah padha ajur, satemah lemah dilawet dadi leleran. Yen wis mangkono lahan siap ditanduri. Supaya tandur bisa tumata larikane, katon runtut, luwih dhisik nancepake kepala, yaiku tancepan tandur kang bakal dadi panutan.
Kanggo rerangken tandur, ora lali dicawisake sesaji kanggo panuwun lan panyuwun marang Gusti. Sawise dipasrahake nganggo didupani, sajen banjur dikepung sing padha arep tandur, lumrahe para wanita. Piranti sing kanggo tandur yaiku wilah sing diwenehi tetenger kang padha elete. Piranti iki diarani klathakan utawa blak. Blak ditrapake manut kepala, nuli saben tetenger ditancepi winih. Mangkono sabanjure lumaku mundur.
Watara setengah sasi tandur wiwit ijo, mracihnani yen urip, diarani nglilir. Watara umur sesasi diwatun utawa digosrok. Kajaba kanggo ngilangi suket sing ngganggu, uga duwe tujuan nggemburake lemah. Bakda iku tandur dirabuk. Ora antara sasi tandur dadi ijo royo-royo, gumadhung. Tandur mekar, mundhak gedhe lan dhuwur. Ora suwe maneh mlecuti, siji loro katon wulene. Dene yen wulen pari wis jumedhul kabeh, arane mrekatak. Bakda iku wulen kang mentes padha tumungkul, dene sing gabug padha ndangak. Saya suwe pari saya kuning. Yen wis mangkono becike sawah disat supaya nyepetake pari padha tuwa. Sawise sesaji “wiwitan” dileksanani, pari banjur dipanen.
Supaya panenane apik, mesthine para among tani padha nindakake Panca Usaha Tani kang digiyarake dening Penyuluh Pertanian, yaiku:
1. pamilihing bibit unggul
2. pangolahing lemah
3. pangrabuking lemah
4. ngature ilining oncoran (irigasi)
5. mbrastha ama manawa perlu
Sabanjure Panca Usaha Tani dingrembakakake dadi Sapta Usaha Tani, katambah:
6. pangedoling kasil panenan (pemasaran)
7. Pasca panen (pangrumate kasil lan lemah sawise panen).
(Drs. Sofwan, dkk, 1996: 7 – 8)
Pitakon-pitakon ing ngisor iki wangsulana!
Wangsulana kanthi milih jawaban kang wus cumawis!
|
SOAL |
WANGSULAN |
|
|
Jeneng lan Gunane Piranti Tetanen tradisional
PRANATACARA
Pranata adicara asring sinebat master of ceremony (MC), pambiwara, pranata adicara, pranata titilaksana, utawi pranata laksitaning adicara. Regeng, rancak, nges lan botenipun satunggaling adicara saperangan ageng dados tanggel jawabipun pranatacara . Pranata adicara menika salah satunggaling paraga ingkang nggadhahi jejibahan nglantaraken titilaksana ing satunggaling upacara adat temanten, kesripahan, resmi/formal, pepanggihan, pasamuan, pengaosan, utawi pentas lan sapanunggalanipun.
Sarat ingkang baku dados pranatacara utawi pamedharsabda wonten 3:
1. Olah swara
Olah swara utawi swanten ingkang sae dipunwastani gandhang. Gandhang tegesipun sera boten mbrebeki, lirih tansah angenaki.
2. Olah raga lan olah busana
Pangolahing raga magepokan kaliyan sikep, solah bawa, kasusilan lan subasita. Sinengkuyung busana ingkang pantes
3. Olah basa lan sastra
Supados saged ngolah basa lan sastra pranatacara/pamendharsabda kedah mangertos paramasastra. Kanthi pangertosan paramasastra pranatacara/pamedarsabda saged ndhapuk mocap, tembung, ukara, wacana kanthi laras lan leres. Laras tegesipun pranatacara saged ngrantam saha mbabar titi laksana trep kaliyan kawontenan saha swasana. Leres tegesipun prantacara saged ngginakaken basa ingkang trep kaliyan paramasastra.
SESORAH
Sesorah ing Basa Indonesia pidato tembung liyane sesorah medhar sabda. Medhar tegese ngandharake, sabda tegese omongan. Dadi sesorah yaiku medharake gagasan kanthi lisan ing sangarepe wong akeh.
Bab sing kudu digatekake wong sesorah :
A. BASA
Basa sing digunakake kudu laras karo patrap, kahanan lan sapa sing diadhepi. Basa krama digunakake menawa ngadhepi para sesepuh, resmi utawa khusus. Basa ngoko digunakake menawa ngadhepi bocah-bocah. Basa sing digunakake kudu runtut, patrap pamilihing tetembungan lan gampang ditampa. Uga bisa nggunakake basa kang endah manut susastra.
Urut-urutanipun sesorah :
1. Salam Pambuka
Isine ngucapake salam marang para tamu minangka tanda sapa aruh lan pakurmatan.
2. Pamuji
Isine mamuji syukur dhumateng Gusti ingkang Maha Asih supaya acara saged kalaksanan kanthi lancar.
3. Isi/wigatining atur
Isine ngaturake wosing gati acara/sesorah, upamane pambagya harja, sukuran lan sapanunggalane.
4. Pangarep-arep
Isine nyuwun donga pengestu dhumateng para rawuh, supaya apa kang digayuh saged kalaksanan. Upamane : dadi temanten saged rukun lan tentrem kulawargane nganti kaki nini.
5. Panutup
Isine nyuwun pangapunten menawa wonten kalepatan kekirangan anggone nampa para rawuh. Lan ngaturake panuwun marang para rawuh ingkang sampun kersa nglonggarake wektu rawuh ing acara kasebut. Dipungkasi kanthi nuwun utawi salam.
B. ISI
Isinipun kedah mentes, patrap karo kahanan wektu iku. Isi sing diandharake boten kadaluwarsa, narik kawigaten sing ngrungokke. Ing isine sesorah saged ugi nggunakake geguritan utawa tembang kangge selingan supaya sesorah bisa luwih apik.
C. Solah Bawa
Solah bawa ingkang patrap lumrahe astane ngapurancang. Menawa sesorahe nggunakake mimbar, astane tetep wonten sadhuwuring mimbar. Kejaba iku solah bawa kudu dipatrapke karo busana. Busana aja katon nyleneh, aja nganti warnane nyenther (nyolok mripat), lan busana saged dipatrapake kaliyan swasana.
Wonten malih ingkang kedah digatekake nalika sesorah : 4 W :
1. Wicara
Wicara nalika sesorah kedah cetha, tegese ora bindheng. Upamane kudu cetha bedane a, o, t, th, e, e, d, dh.
2. Wiraga
Wiraga sesorah kedahipun patrap kaliyan swasana badan kudu teteg, jejeg, mantep, astane ngapurancang. Praen ulat sumeh, grapyak, ora besengut.
3. Wirama
Nalika sesorah wiramane ingkang patrap, boten keseron, boten bengok-bengok, lan aja kelirihen.
4. Wirasa
Nalika sesorah wirasa dipatrapake karo swasana, upamane layatan boten sami kaliyan syukuran. Aja nganthi gojegan.
TULADHA PRANATA ADICARA
ING LINGKUNGAN MASYARAKAT
ADICARA PENGETAN MAULUD NABI
Assalamu’alaikum Wr.WB.
Bapak Lurah Desa … ingkang satuhu kinabekten.
Wonten ngarsanipun Ustadz … ingkang dahat kinormatan.
Warga masyarakat Desa … ingkang kula tresnani.
Langkung rumiyin sumangga kita ngaturaken puji syukur wonten ngarsanipun Allah SWT, ingkang sampun paring karaharjan saha kamulyan dhumateng kita sedaya saengga wonten ing wekdal menika kita saged makempal wonten ing Bale Desa ….. menika saperlu ngawontenaken Pengetan Maulud Nabi ing taun menika, kanthi nir rubeda kalis ing sambekala.
Namung saderengipun adicara kawiwitan, langkung rumiyin kula minangka pranata adicara badhe ngaturaken menggah urut-urutanipun adicara pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika.
Adicara ingkang sapisan pambuka
Adicara ingkang kaping kalih atur palapuran saking Ketua Panitia
Adicara ingkang kaping tiga atur pangandikan saking Bapak Lurah
Adicara ingkang kaping sekawan Pengaosan ingkang samangkeh badhe kawedharaken dening panjenenganipun Ustadz ….. saking ….
Adicara ingkang pungkasan inggih menika panutup.
Makaten menggah tata rakiting adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika.
Kaum …. ingkang kinormatan, sumangga adicara ing wekdal menika enggal kawiwitan.
Adicara ingkang kapisan inggih menika pambuka. Sumangga adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika kita bikak kanthi waosan Basmallah sesarengan. ….. Mugi-mugi kanthi waosan Basmallah kalawau Gusti Allah paring rohmat dhumateng kita sedaya saengga wiwit purwa madya lan wusananipun saged lumampah kanthi sae boten wonten alangan satunggal menapa.
Acara salajengipun atur palapuran saking ketua Panitia. Wonten ngarsanipun Bp. …. kula sumanggakaken.
………………….. Makaten atur palapuran saking ketua panitia.
Kita ngancik adicara ingkang kaping tiga inggih menika atur pangandikan saking Bapak Kepala Desa. Wonten ngarsanipun Bapak ……… kula sumanggakaken .
………………………………………………………………………………..
Adicara salajengipun waosan Ayat Suci Al Qur’an. Dhumateng sedherek/adhik/Bpk ………….. kasumanggakaken
Para ….. ingkang kinormatan salajengipun kita ngancik adicara ingkang kaping gangsal inggih menika Pengaosan ingkang badhe kaandharaken dening panjenenganipun Ustadz ……… kasuwun wonten ing pungkasaning pengaosan ing samangke Ustadz …. dipuntutup kanthi donga keslametan. Wonten ngarsanipun Ustadz …… kasumanggakaken.
Makaten pengaosan ingkang dipunandharaken dening panjenenganipun Ustadz …. Mugi-mugi pikantuk ganjaran saking Gusti Allah. Amin
Para ……
Kita ngancik acara ingkang pungkasan inggih menika panutup. Namung saderengipun adicara ing wekdal menika katutup, kula ingkang kajibah nglumantaraken tata rakiting adicara ing wekdal menika mbok menawi wonten atur saha patrap ingkang boten nuju prana kula nyuwun agunging samudra pangaksama.
Sumangga adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika kita tutup kanthi waosan Hamdallah seserangan. Alhamdulillah …
Wassalamu’alaikum Wr.WB.
TULADHA PRANATA ADICARA
ING LINGKUNGAN SEKOLAH
ADICARA PENGETAN MAULUD NABI
Assalamu’alaikum Wr.WB.
Bapak Kepala Sekolah … ingkang satuhu kinabekten.
Wonten ngarsanipun Ustadz … ingkang dahat kinormatan.
Ibu Bapak Guru saha Karyawan TU ingkang kula ormati.
Para siswa Kelas VII, VIII, IX ingkang kula tresnani.
Langkung rumiyin sumangga kita ngaturaken puji syukur wonten ngarsanipun Allah SWT, ingkang sampun paring karaharjan saha kamulyan dhumateng kita sedaya saengga wonten ing wekdal menika kita sedaya saged makempal wonten ing papan menika saperlu ngawontenaken Pengetan Maulud Nabi, kanthi nir rubeda kalis ing sambekala.
Namung saderengipun adicara kawiwitan, langkung rumiyin kula ingkang kajibah nglumantaraken tata rakiting adicara ing wekdal menika, saderengipun adicara kawiwitan langkung rumiyin kula ngaturaken menggah urut-urutanipun adicara pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika.
Adicara ingkang sapisan pambuka
Adicara ingkang kaping kalih atur palapuran saking Ketua Panitia
Adicara ingkang kaping tiga atur pangandikan saking Bapak Kepala Sekolah
Adicara ingkang kaping sekawan Pengaosan ingkang samangkeh badhe kawedharaken dening panjenenganipun Ustadz ….. saking ….
Adicara ingkang pungkasan inggih menika panutup.
Makaten menggah tata rakiting adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika.
Para … ingkang kinormatan, sumangga adicara ing wekdal menika enggal kawiwitan.
Adicara ingkang kapisan inggih menika pambuka. Sumangga adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika kita bikak kanthi waosan Basmallah sesarengan. ….. Mugi-mugi kanthi waosan Basmallah kala wau Gusti Allah paring rohmat dhumateng kita sedaya saengga wiwit purwa madya lan wusananipun saged lumampah kanthi sae boten wonten alangan satunggal menapa.
Acara salajengipun atur palapuran saking ketua Panitia. Wonten ngarsanipun Bp. …. kula sumanggakaken.
………………….. Makaten atur palapuran saking ketua panitia.
Kita ngancik adicara ingkang kaping tiga inggih menika atur pangandikan saking Bapak Kepala Sekolah. Wonten ngarsanipun Bapak ……… kula sumanggakaken .
………………………………………………………………………………..
Adicara salajengipun waosan Ayat Suci Al Qur’an. Dhumateng sedherek ………….. Kasumanggakaken
Para ….. ingkang kinormatan salajengipun kita ngancik adicara ingkang kaping gangsal inggih menika Pengaosan ingkang badhe kaandharaken dening panjenenganipun Ustadz KH ……… kasuwun wonten ing pungkasaning pengaosan ing samangke Ustadz …. dipuntutup kanthi donga keslametan. Wonten ngarsanipun Ustadz KH …… kasumanggakaken.
Makaten pengaosan ingkang dipunandharaken dening panjenenganipun Ustadz …. Mugi-mugi pikantuk ganjaran saking Gusti Allah. Amin
Para ……
Kita ngancik acara ingkang pungkasan inggih menika panutup. Namung saderengipun adicara ing wekdal menika katutup, kula ingkang kajibah nglumantaraken tata rakiting adicara ing wekdal menika mbok menawi wonten atur saha patrap ingkang boten nuju prana kula nyuwun agunging samudra pangaksama.
Sumangga adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika kita tutup kanthi waosan Hamdallah seserangan. Alhamdulillah …
Wassalamu’alaikum Wr.WB.
Teks Wicara Pranatacara Rapat OSIS
Nuwun,
Kanthi kinurmatan Ketua OSIS sarta kabeh para kanca pengurus OSIS sing sutresna.
Minangka pranatacara aku njaluk lilah ngandharake acara rapat ing rapat OSIS iki. Nanging sadurunge ayo padha ngaturake puji syukur mring Gusti kang Maha Welas lan Asih kang wis paring kanugrahan marang kita kabeh.
Mungguh acara sing bakal dirembug karantam kaya mangkene :
Sepisan, pambuka
Kaping pindho, tanggap wacana ketua OSIS
Dene acara kang kaping telu, ndhapuk panitya inti study tour,
Kaping papat, usul-usul saka para kanca.
Sing pungkasan, panutup.
Mangkono mau para kanca, rantamaning acara rapat ing dina iki.
Mangga enggal diwiwiti supaya enggal bisa rampung.
Ngancik acara sepisan, pambuka mangga diwiwiti kanthi kanthi ndedonga manut agamane dhewe-dhewe supaya rapat bisa lancar lan kasil karo ancas tujuanane. Ndedong kawiwitan.
————————-ndonga —————————-
Matur nuwun, ……………… (cukup)
Acara kapindho, tanggap wacana dening ketua OSIS. Katur Mbak Aji Sukmawati,
sumangga.
————————tanggap wacana ——————–
Mangkono mau tanggap wacana saka ketua OSIS , muga-muga kita bisa nindakake. Amin.
Sabanjure kita bakal ndhapuk panitya inti study tour . Kanggo ndhapok panitya inti,Wektu sacukupe dakaturake Mas Bayu Putra minangka wakil ketua OSIS. Sumangga.
————————ndhapuk panitya inti ———————–
Para pengurus OSIS sing sutresna. Panitiya inti wis kadhapuk kanthi rancag. Aku ndherek mangayubagya, muga-muga bisa nindakake tugase kanthi becik, satemah study tour bisa kaleksanan kanthi sukses.
Acara sabanjure usul, panemu, pamrayoga lan liya-liyane. Sinambi nampa usulan , para kanca kang wis nampa nyamikan lan unjukan mangga didhahar lan diunjuk kanthi mardika. Sumangga kanca-kanca sing padha usul, bakal dicathet dening sekretaris inti. Rembugan usul dipimpin dening ketua inti anyar sing lagi wae kadhapuk, sumangga.
———————–usul-usul ————————–
Kanthi muji syukur rapat bisa rampung lan ndhapuk panitya inti study tour. Sabanjure panitya inti duwe tugas matur marang Pak Andri Sulistya minangka pembimbing OSIS, kepriye mungguh kiprah sanjure. Tumrap panitya inti, aku minangka wakile para kanca lan siswa ngaturake sugeng makarya.
Para kanca kanthi pamuji syukur marang Gusti kanthgi ati seneng lan bombong acara rapat wis kaleksanan. Aku minangka pranatacara yen ana atur kang ora nyenengake utawa ora runtut ukara kang dakaturake aku nyuwun pangapura. Sadurunge katutup mangga panitya inti maju ngadeg jajar saperlu nampa jawat asta pinangka tanda pangayubagya saka para kanca. Sumangga acara ditutp kanthi pamuji syukur manut tatacara agamane dhewe-dhewe. Sumangga.
—————————donga panutup ———————-
Matur nuwun.
Cengkorangan (krangka) wicara pranatacara
1. Salam pamuka
2. Sapa aruh marang tamu sing rawuh
3. Ngajak muji syukur mring Gusti
4. Maca rantamaning acara
5. Nglantarake acara/adicara mbaka sawiji kanthi wijang
6. Mungkasi acara/adicara, kanthi njaluk pangapura yen ana lupute nalika ngayahi dadi pranatacara
7. Salam panutup
Tembung-tembung wigati ing teks wicara pranatacara:
pranatacara = wong kang nglumatarake sawijining adicara
rantaman = rancangan
sih sutresna = kang di tresnani
njaluk lilah = njaluk idin/ijin
kita = awake dhewe
tanggap wacana = sesorah/pidato
karantam = dirantam/dirancang
rancag = lancar
ndhapuk = gawe
kiprah = kridhane ing sajroning acara
bombong = mongkog/marem
ngadeg jajar = ngadeg jejer
jawat asta = salaman
SESORAH
Sesorah (pidato) yaiku medharake gagasan kanthi lisan ing sangarepe wong akeh. Sesorah uga diarani Medharsabda. Medhar tegese ngandharake, sabda tegese omongan.
Urut-urutane sesorah:
1. Salam Pambuka
Isine ngucapake salam marang para rawuh/tamu, minangka tandha sapa aruh lan pakormatan. Kawiwitan tembung nuwun utawa salam liyane.
2. Pamuji
Isine muji syukur lan panuwun marang Gusti kang Maha Agung supaya adicara kang ditindakake bisa lancar, ora ana alangan saka wiwitan nganti rampung.
3. Isi/wigatining sesorah
Ngaturake apa ancas/tujuane sesorah. Tuladha adicara pepisahan siswa kelas IX, pengetan dina Kartini, ceramah bab kabudayan, agama, politik lan sosial
4. Pangarep-arep
Nyuwun donga pangestu marang para rawuh/tamu supaya apa kang dadi gegayuhane(cita-cita) bisa kaleksanan. Tuladha: sing lulus sekolah bisa oleh gawean, sing ulang taun (ambal warsa) bisa lancar sekolahe, sing dadi manten bisa tentrem anggone mbangun bale wisma, ceramah apa kang diandharake/diterangke migunani marang para tamu/rawuh
5. Panutup
Isine nyuwun pangapura marang para rawuh mbok menawa anggone sesorah/pidato ana kaluputan ing bab basa lan tindak tanduk.
Sesorah ditutup kanthi Salam utawa nuwun/matur nuwun.
TULADHA-TULADHA SESORAH
1. Tuladha sesorah ambal warsa (ulang tahun SMP)
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Nuwun,
Ingkang kinabekten Bapak Kepala Sekolah,
Ingkang pantes sinudarsana Bapak saha Ibu Guru,
Ingkang kinurmatan Bapak/Ibu Karyawan,
Para kadang wredha mudha siswa SMP Tunas Bangsa ingkang kula tresnani.
Langkung rumiyin sumangga kula panjenengan ngunjukaken puja-puji pudyastuti dhumateng ngarsanipun Gusti Ingkang Mahawikan. Inggih awit sih nugraha sarta berkahipun, kula panjenengan saged pinanggih ing papan punika kanthi bagya mulya kalis ing sambekala
Salajengipun, kula ingkang pinangka sesulihipun panitya, ngaturaken sugeng rawuh. Mugi-mugi rawuh panjenengan saged damel regenging swasana. Awit saking punika, kula ngaturaken agunging panuwun boten kesupen, kula ngaturaken gunging panuwun dhumateng Bapak Kepala Sekolah ingkang sampun paring idi palilah murih kaleksanananipun sedya pengetan ambal warsa SMP Tunas Bangsa ingkang kaping -60 ing kalenggahan siyang punika. Ugi kula ngaturaken gunging panuwun ingkang tanpa upami dhumateng Bapak/Ibu Guru sumarambah Para Karyawan ingkang kepareng paring iguh pratikel murih pratitising adicara punika. Atur panuwun ugi kula aturaken dhumateng para kadang wredha mudha siswa SMP Tunas Bangsa , ingkang asung sabiyantu ngantos adicara punika saged kaleksanan kanthi gancar.
Para Bapak, Ibu, sarta kadang mitra ingkang satuhu bagya mulya. Bilih wigatosing gati , panjenengan kasuwun rawuh ing pahargayan ambal warsa SMP Tunas Bangsa kaping-60 punika kanthi ancas, mugi-mugi pahargyan punika saged dados pecuting lampah ing dinten-dinten samangke, ngandelaken tekad majengangaken panggula wenthah umumipun, ningkataken prestasi sekolah tuwin akhlakipun para siswa mliginipun.
Menggah wedharan sajangkepipun mungguhing pengetan ambal warsa SMP Tunas Bangsa dalah pameran, bazaar, tuwin pentas seni, badhe kababar dening panjenenganipun Bapak Kepala sekolah . mugi-mugi kanthi wedharan samangke, mliginipun para siswa tumanggap ing karya bilih labuh labetipun para sesepuh tuwin alumni SMP Tunas Bangsa rikala semanten sanyata awrat. Ingkang tundhonipun saged nglajengaken semangatipun, pangurbananipun miwah ngukir prestasi ing tataran nasional punapa dene internasional. Awit saking punika, kula nyuwun dhumateng panjenenganipun Bapak kepala sekolah kersaa paring wedharan pengetan ambal warsa SMP Tunas Bangsa ingkang kaping-60 kalajengaken hambuka adicara pameran, bazaar, dalah pentas seni.
Ing wasana, sugeng mriksani ngantos paripurnaning adicara. Namung kemawon, mbokbilih lampahing adicara punika kirang mranani penggalih panjenengan, panitya nyuwun agunging pangaksami. Dene kula pribadi nyuwun lumunturing sih pangaksami menggah solah bawa dalah panataning basa ingkang tebih saking tatakrama tuwin paramasastra.
Nuwun. Wassalammu’alaikum wr.wb.
Matur nuwun.
2. Pasrah calon pinanganten kakung
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Panjenenganipun Bapak/Ibu Sena Nugroho ingkang satuhu dhahat kinurmatan.
Kula pinangka talanging basa panjenenganipun Bapak/Ibu Hadi Sugito wingking saking Toyan ,Wates , Kulon Progo
Ingkang sepisan:
Panjenenganipun Bapak/Ibu Hadi Sugito saha para pinisepuh miwah sesepuh ing Toyan Wates Kulon Progo ngaturaken salam taklim katur panjenenganipun Bapak/Ibu Sena Nugroho miwah para pinisepuh lan sesepuh wonten ing tlatah Gunung Ketur, Pakualaman Ngayogyakarta mriki kanthi atur : Assalamu’alaikum Wr.Wb. Saha kinanthenan pepuji mugi-mugi baraya ageng Bapak/Ibu Seno Nugraha dalah warga bebrayan ing mriki tansah pinaringan berkah rahmating Pangeran, suka rahayu ingkang pinanggih.
Kaping kalihipun:
Kula ingkang tinanggenah masrahaken calon penganten kakung nama bagus Permadi atmajanipun Bapak/Ibu Hadi Sugito kanthi panyuwunan mugi keparenga kadhaupaken kaliyan pun rara Wara Subadra putrinipun Bp/Ibu Seno Nugroho.
Kaping tiganipun :
Saderengipun calon penganten kakung kula pasrahaken wonten ing ngarsa panjenengan, kula ngaturaken sesanti puja-puji pudyastuti ing Gusti Ingkang Murbeng Dumadi mugi-mugi upacara ijab qobul miwah pahargyan wiwahan ingkang badhe katindakaken sageda kalampahan kanthi wilujeng kalis ing sambekala.
Ing samangke calon penganten kakung kula pasrahaken ing panjenengan Ingkang punika , mbokbilih samudayanipun ingkang magepokan kaliyan tata cara ijab qobul sampun satata, keparengan ijabing calon pinanganten enggal katindakna.
Wasana kula ingkang tinanggenah masrahaken putra calon panganten kakung bok bilih wonten kuciwaning atur miwah kiranging suba sita, nyuwun sih lumunturing samodra pangaksami, Nuwun.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
3. Tuladha sesorah Sripah
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Inna Lillahi wa inna illaihi rooji’un 3X
Panjenenganipun Baraya ageng Bapak. Budi Santosa ingkang katemben nandhang dhuhkita ingkang dhahat kinurmatan.
Panjenenganipun para ta’jizah kakung putri ingkang dhahat kinurmatan.
Langkung rumiyin sumangga sesarengan boten kendhat ngaturaken puji syukur konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah SWT ingkang sampun kepareng paring karohmatan dhumateng kula lan panjenengan sedaya awujud gumelaring kabagaswaran satemah saged kempal manunggal ing dalem duhkita mriki saperlu caos pakurmatan ingkang pungkasan dhumateng almarhumah Ibu Sutini Budi Santosa. Ingkang salajengipun keparenga kula matur minangka sesulihipun warganing bebrayan ing dhusun Jati Srana mriki
Ingkang sepisan:
Warganing bebrayan ing dhusun Jati Srana ngaturaken ndherek bela sungkawa, awit sedanipun Almarhumah Ibu Sutini Budi Santosa.
Kita warganing bebrayan nglenggana punapa ingkang panjenengan raosaken, punapa ingkang panjenengan sandhang, kita rerencang ngindhit sungkawa panjenengan mugi andayanana saged ngenthengaken raosing panalangsa lan dhuhkita.
Kaping kalih:
m Warganing bebrayan ing dhusun Jati Srana sami anekseni, bilih nalika sugengipun Almarhumah Ibu Sutini Budi Santosa sae tumindakipun dhateng bebrayan, mungkul ing panembah lan ngibadah, boten nate damel sakserik dhateng sesami.
Mila paseksen punika mugi kapriksanana ing Pangeran, satemah kepareng paring kanugrahan dhateng alusipun Almarhumah Ibu Sutini Budi Santosa.
Kaping tiga:
Warganing bebrayan ndherek memuji lan ndedonga, mugi-mugi Gusti Allah SWT, paring pangapunten sadaya dosanipun, paring ganjaran sedaya ngamal kasaenanipun, dipun paringana panggenan ingkang prayogi lan mugi kalebet seda ingkang khusnul khotimah. Amin.
Dene kulawarga ingkang tinilar mugi kaparingana manah ekhlas, sabar lan pasrah, lila nampi panduming Gusti Ingkang Maha Agung.
Cekap semanten atur kula minangka sesulihipun warganing bebrayan ing dhusun Jati Srana, wonten kirang trapsilaning atur kula, kula nyuwun pangapunten.
Bilahit taufiq wal hidayah.Wassalamu’alaikum wr.wb.
Matur nuwun.
4. Atur panampi calon panganten kakung
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Panjenenganipun Bapak/Ibu Hadi Sugito dalah rombongan calon besan saking Toyan Wates Kulon Progo ingkang dhahat kinurmatan.
Kula ingkang tinanggenah pinangka talanging basa panjenenganipun Bapak Seno Nugroho kekalih:
Ingkang sepisan :
Ngaturaken pambagya rahayu wilujeng sarawuh panjenengan sedaya, ingkang sampun kanthi sugeng basuki ngiringaken calon penganten kakung saking Toyan Wates Kulon Progo dumugi ing wismanipun Bapak Seno Nugroho mriki.
Ingkang kaping kalih :
Menggah kasugengan saha salam taklimipun Bapak Hadi Sugito sarimbit sampun kula tampi kanthi atur: Wangalaikum salam Wr. Wb.
Ingkang kaping tiganipun:
Bilih pasrah panjenengan calon panganten kakung pun Bagus Permadi kula tampi kanthi suka pirenaning penggalih, lan samangke sasampunipun dumugi ing titi wancinipun miwah samudayanipun sampun satata ing gati badhe kula ijab qobulaken miwah kawiwaha kaliyan anak kula pun Rara Wara Subadra.
Ingkang kaping sekawanipun:
Kula sadaya nyuwun tambahing donga pangestu para tamu sadaya mugi-mugi ijab miwah pawiwahaning putra pinanganten sarimbit tansaha manggih rahayu wilujeng lulus kalis nir ing sambekala.
Wasana hambokbilih wonten kiranging trapsila, buja krama miwah cewet, kuciwa lan lacuting atur anggen kula nampi rawuh panjenengan sedaya, mugi diagung ing pangaksama.
Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.
Tuladha isi (topik) sesorah:
1. Syukuran nalika dadi siswa berprestasi
2. Tanggap warsa (ulang tahun) sekolah minangka wakil siswa
3. Mangayubagya kanca kang kapilih dadi pengurus OSIS
4. Syukuran lulus sekolah
5. Ketua panitia ing pentas seni pengetan dina Kamardikan.
6. Syukuran bisa oleh pagaweyan.
7. Pengetan dina Kartini
8. Pengetan dina Pahlawan
9. Supitan/Khitanan
10. Ngresmekake gedung