PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


LAMPIRAN : II

PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

NOMOR       :

TENTANG   : MATA PELAJARAN BAHASA JAWA SEBAGAI MUATAN LOKAL DI

                         SEKOLAH / MADRASAH

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA JAWA

SMP/MTs 2013

 

KELAS VII

 

 

KOMPETENSI INTI

 

 

KOMPETENSI DASAR

1.      Menghargai dan menghayati ajaran    agama yang dianutnya

     1.1 Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

   1.2 Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku kreatif, tanggung jawab, dan santun sebagai ciri khas karakter masyarakat Yogyakarta

2.4.    Memiliki perilaku percaya diri, peduli, dan santun dalam merespon suatu peristiwa.

3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

3.1.Memahami fungsi teks lisan sesuai dengan unggah-ungguh Jawa

3.2.    Memahami tujuan, fungsi menceritakan pengalaman

3.3.    Memahami cangkriman dan parikan.

3.4.    Memahami (geguritan).

3.5.    Memahami  lagu dolanan dan tembang Macapat Kinanthi

3.6.    Memahami teks khusus yang berupa kalimat sederhana beraksara Jawa.

4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

4.1.  Menyusun teks lisan sesuai unggah ungguh Jawa

  untuk berbagai keperluan. sederhana

4.2.    Menyusun teks lisan dan tulis untuk menceritakan

        pengalaman .

4.3.    Menyusun  cangkriman dan parikan secara sederhana.

4.4.    Menyusun geguritan sederhana.

4.5.    Melagukan lagu dolanan dan tembang Macapat Kinanthi

4.6.    Membaca dan menulis kalimat sederhana beraksara Jawa.

 

KELAS VIII

 

KOMPETENSI INTI

 

 

KOMPETENSI DASAR

1.      Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai ciri khas keistimewaan DIY

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku demokratis, kreatif, dan santun dalam membahas suatu masalah atau sudut pandang .

2.4.    Memiliki rasa percaya diri dalam mengungkap karya sastra Jawa.

3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

3.1.Memahami berbagai fungsi  teks lisan  sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

3.2.    Memahami strategi menyimak berita berbahasa Jawa.

3.3.    Memahami cara menanggapi siaran berita berbahasa Jawa

3.4.    Memahami cerita pendek berbahasa Jawa (cerkak).

 

3.5.    Memahami puisi Jawa (geguritan).

3.6.    Memahami tembang Macapat Pangkur dan Maskumambang

3.7.    Memahami teks khusus yang berupa kalimat sederhana beraksara Jawa.

4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

4.1.Menyusun teks lisan untuk berbagai keperluan dirumah dan sekolah  sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

4.2.    Menangkap informasi-informasi dalam berita berbahasa Jawa

4.3.    Menyusun tanggapan dari siaran berita berbahasa Jawa

4.4.    Mengurai unsur-unsur cerkak.

4.5.    Membaca  geguritan .

4.6.    Melagukan tembang Macapat Pangkur dan Maskumambang

4.7.    Membaca dan menulis kalimat beraksara Jawa.

KELAS IX

 

KOMPETENSI INTI

 

 

KOMPETENSI DASAR

1.      Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

1.1.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkaya ragam bahasa dan budaya Indonesia.

1.2.Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.3.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

2.1.Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antar pribadi dengan teman, guru, dan orang tua.

2.2.    Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2.3.    Memiliki perilaku kreatif dan bertanggung jawab dalam menghasilkan karya

2.4.    Memiliki rasa percaya diri  dalam melestarikan budaya jawa

3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

3.1.Memahami teks untuk , menyatakan berbagai maksud dan  tujuan dalam masyarakat sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

3.2.    Memahami  tentang pranatacara (MC) dalam kegiatan sederhana.

3.3.    Memahami  sesorah (pidato) sederhana berbahasa Jawa.

3.4.    Memahami  karya jurnalistik Jawa.

3.5.    Memahami paragraf sederhana beraksara Jawa.

4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

1.1. Menyusun teks lisan untuk menyatakan setuju/ tidak setuju, menanggapi jawaban tidak benar, memberi semangat, menyatakan harapan atau doa, menyatakan ikut berbahagia maupun berbela sungkawa dengan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks, serta sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.

1.2.Menyusun teks pranatacara (MC) kegiatan sederhana.

1.3.    Menyusun teks sesorah (pidato) kegiatan sederhana.

1.4.    Menyusun karya jurnalistik Jawa.

1.5.    Membaca paragraf sederhana beraksara Jawa.

1.6.    Menulis paragraf sederhana beraksara

DRAF KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA JAWA KURIKULUM 2013


DRAF KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA JAWA SMP/MTs. KUR 2013

 

KELAS VII

 

 

KOMPETENSI INTI

 

 

KOMPETENSI DASAR

  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkaya ragam bahasa dan budaya Indonesia.1.2      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.1.3      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

  1. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
2.1      Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antar pribadi dengan teman, guru, dan orang tua.2.2      Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.2.3      Memiliki perilaku kreatif, tanggung jawab, dan santun sebagai ciri khas karakter masyarakat Yogyakarta sebagai daerah istimewa dalam bermusyawarah mengenai suatu masalah yang terjadi di masyarakat.

2.4      Memiliki perilaku percaya diri, peduli, dan santun dalam merespon suatu peristiwa.

  1. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
3.1      Memahami teks lisan berupa sapaan, pamitan, ucapan terima kasih, dan permintaan maaf yang sesuai dengan unggah-ungguh Jawa untuk menjalin kedekatan pribadi dengan orang lain di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.3.2      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis untuk menceritakan pengalaman pribadi / kegiatan/ kejadian/ peristiwa pendek.3.3      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis untuk menanggapi cerita pengalaman pribadi.

3.4      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis dari teks khusus yang memuat cangkriman dan parikan.

3.5      Memahami tujuan, struktur teks, unsur kebahasaan, dan pesan moral dari teks lisan dan tulis yang berupa puisi Jawa (geguritan).

3.6      Memahami tujuan, struktur teks, unsur kebahasaan, dan pesan moral dari teks lisan dan tulis yang berupa lagu dolanan dan tembang Macapat Kinanthi

3.7      Memahami teks khusus yang berupa kalimat sederhana beraksara Jawa.

  1. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori
4.1      Menyusun teks lisan untuk mengucapkan dan merespon sapaan, pamitan, ucapan terima kasih, dan permintaan maaf dengan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks, serta sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.4.2      Menyusun teks lisan dan tulis untuk menceritakan pengalaman pribadi / kegiatan/ kejadian/ peristiwa pendek dengan unsur unggah-ungguh yang benar dan sesuai konteks.4.3      Menyusun teks khusus yang memuat cangkriman dan parikan dengan memperhatikan tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan secara benar dan sesuai dengan konteks.

4.4      Menyusun teks lisan dan tulis untuk mengungkapkan perasaan terhadap berbagai hal dalam bentuk puisi Jawa (geguritan).

4.5      Mengungkapkan pesan moral dalam geguritan

4.6      Melagukan lagu dolanan dan tembang Macapat Kinanthi

4.7      Mengungkapkan pesan dalam lagu dolanan dan tembang Macapat Kinanthi[PDS1]

4.8      Membaca kalimat sederhana beraksara Jawa.

4.9      Menulis kalimat sederhana beraksara Jawa.

 

 

 

KELAS VIII

 

 

KOMPETENSI INTI

 

 

KOMPETENSI DASAR

  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakartauntuk memperkaya ragam bahasa dan budaya Indonesia.1.2      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.1.3      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

  1. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
2.1      Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua.2.2      Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.2.3      Memiliki perilaku demokratis, kreatif, dan santun dalam berdebat mengenai suatu masalah atau sudut pandang .

2.4      Memiliki perilaku jujur dan percaya diri dalam mengungkapkan kembali tujuan, cara, serta hasil penyelenggaraan suatu kegiatan

2.5      Memiliki perilaku jujur dan percaya diri dalam pengungkapan kembali suatu peristiwa yang dialami diri sendiri maupun orang lain.

  1. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
3.1      Memahami teks untuk meminta perhatian, mengecek pemahaman, memuji, dan meminta izin atau permisi dengan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks, serta sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.3.2      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis untuk menceritakan siaran berita berbahasa Jawa.3.3      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis untuk menanggapi siaran berita berbahasa Jawa

3.4      Memahami tujuan, struktur teks, unsur kebahasaan, dan pesan moral dari teks lisan dan tulis yang berupa cerita pendek berbahasa Jawa (cerkak).

3.5      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis untuk menanggapi cerita pendek berbahasa Jawa (cerkak).

3.6      Memahami tujuan, struktur teks, unsur kebahasaan, dan pesan moral dari teks lisan dan tulis yang berupa puisi Jawa (geguritan).

3.7      Memahami tujuan, struktur teks, unsur kebahasaan, dan pesan moral dari teks lisan dan tulis yang berupa tembang Macapat Pangkur dan Maskumambang

3.8      Memahami teks khusus yang berupa kalimat sederhana beraksara Jawa.

  1. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori
4.1      Menyusun teks lisan untuk mengucapkan dan merespon permintaan perhatian, pengecekan pemahaman, pujian, dan permintaan izin atau permisi dengan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks, serta sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.4.2      Menangkap informasi-informasi dalam berita berbahasa Jawa4.3      Menyusun teks lisan dan tulis untuk menanggapi informasi-informasi dalam siaran berita berbahasa Jawa

4.4      Mengurai unsur-unsur intrinsik (tema, tokoh, latar, dan pesan moral) dalam cerita pendek berbahasa Jawa (cerkak).

4.5      Membaca teks tulis puisi Jawa (geguritan) dengan pelafan, intonasi, dan gesture, dan kostum yang sesuai.

4.6      Melagukan tembang Macapat Pangkur dan Maskumambang

4.7      Menangkap pesan dalam tembang Macapat Pangkur dan Maskumambang

4.8      Membaca kalimat beraksara Jawa.

4.9      Menulis kalimat beraksara Jawa[PDS2] .

 

KELAS IX

 

 

KOMPETENSI INTI

 

 

KOMPETENSI DASAR

  1. Menghargai dan menghayati ajaran agamayang dianutnya
1.1      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesasebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakartauntuk memperkaya ragam bahasa dan budaya Indonesia.1.2      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.1.3      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa sebagai sarana menyampaikan informasi lisan dan tulis.

1.4      Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Jawa sebagai anugerah Tuhan Yang Mahaesa untuk mengajarkan pendidikan karakter, adat, sopan-santun berbahasa serta bertingkah laku yang menjalin sistem tata hubungan masyarakat Jawa.

  1. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
2.1      Menghargai dan menghayati kesantunan dalam berbahasa dan bertingkah laku dalam melaksanakan komunikasi fungsional antarpribadi dengan teman, guru, dan orang tua.2.2      Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Jawa yang penuh makna sebagai ciri khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.2.3      Memiliki perilaku demokratis, kreatif, dan penuh dengan unggah-ungguh (kesantunan) dalam membantah sebuah sudut pandang tentang suatu masalah.

2.4      Memiliki perilaku jujur dalam percaya diri dalam mengungkapan kembali suatu informasi dari hasil kegiatan ilmiah.

  1. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
3.1      Memahami teks untuk , menyatakan setuju/ tidak setuju, menanggapi jawaban tidak benar, memberi semangat, menyatakan harapan atau doa, menyatakan ikut berbahagia maupun berbela sungkawa.3.2      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis pranatacara (MC) dalam kegiatan sederhana.3.3      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis untuk menanggapi pranatacara (MC) dalam kegiatan sederhana.

3.4      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis yang memuat sesorah (pidato) sederhana berbahasa Jawa.

3.5      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis untuk menanggapi sesorah (pidato) sederhana berbahasa Jawa.

3.6      Memahami tujuan, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari teks lisan dan tulis yang berupa karya jurnalistik Jawa.

3.7      Memahami paragraf sederhana beraksara Jawa.

  1. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori
4.1      Menyusun teks lisan untuk menyatakan setuju/ tidak setuju, menanggapi jawaban tidak benar, memberi semangat, menyatakan harapan atau doa, menyatakan ikut berbahagia maupun berbela sungkawa dengan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks, serta sesuai dengan unggah-ungguh Jawa.4.2      Menyusun kerangka pokok dari teks lisan dan tulis pranatacara (MC) kegiatan sederhana.4.3      Mengembangkan kerangka pokok teks lisan dan tulis pranatacara (MC) kegiatan sederhana.

4.4      Menyusun kerangka pokok dari teks lisan dan tulis sesorah (pidato) kegiatan sederhana.

4.5      Menyusun teks lisan dan tulis untuk menanggapi sesorah (pidato) dalam kegiatan sederhana.

4.6      Menyusun teks lisan dan tulis karya jurnalistik Jawa dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat.

4.7      Membaca paragraf sederhana beraksara Jawa.

4.8      Menulis paragraf sederhana beraksara Jawa

           

 


 [PDS1]Inihilangsajakarenasamadengan 3.6

 [PDS2]Apabedanyadengan 4.9, 4.10 kelas VII sebaiknaydibuatbergradasi

Materi Pelajaran Kelas VII Sem. II


SEJARAHE SUMPAH PEMUDA

Saben tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia padha mengeti dina Sumpah Pemuda. Kadadean kasebut dipengeti saben taun. Amarga lelakon mau dadi daya kekuwatan kanggo nggugah rasa semangat lan tekade bangsa Indonesia anggone bisa uwal saka regemane kaum penjajah.

Ing sakawit bangsa Walanda tekane ana ing bumi Indonesia iku mung arep dagang. Gegandhengan nyumurupi kemakmurane negara Indonesia banjur tuwuh karepe kepengin nguwasani. Kabeh kekarepane mau banjur dileksanakake kanthi cara-cara kang kasar lan julig banget. Wekasane bangsa Walanda bisa nguwasani bumi Nuswantara sakisine nganti telung atus seket taun lawase.

Ana sawetara priyayi kang ngendika, manawa kalahe bangsa Indonesia dhek rikala nglawan Walanda amarga gegamane kalah modern. Bab iku mujudake sawijining alesan sing kurang trep utawa kurang gumathok. Coba saiki kita priksani Perang Diponegoro. Pangeran Diponegoro anggone nglawan penjajah Walanda nganti limang taun suwene yaiku taun 1825 – 1830. Ing samengko kita bandingake karo Perang Dunia I kang suwene mung patang taun lawase yaiku taun 1914 – 1918.

Kanthi mangkono Perang Diponegoro bisa kanggo bukti manawa kekuwatan rakyat sing nyawiji dadi sawijining kekuwatan sing ampuh, ora gampang dikalahake. Bukti liyane maneh yaiku rikala perang kamardikan kabeh rakyat Indonesia anggolongake tekad nyawiji ngusir penjajah Walanda saka bumi Indonesia. Dadi cekak aose kalahe bangsa Indonesia anggone nglawan penjajah iku amarga ora ana persatuan lan kesatuan antarane bangsa Indonesia dhewe.

Gegandhengan bukti-bukti kang wis nyata manawa persatuan lan kesatuan iku mujudake gegaman kang ampuh, pemudha-pemudha kang wektu iku isih asipat kesukuan lan kedhaerahan padha nganakake konggres. Konggres Pemudha sing kapisan yaiku tanggal 2 Mei 1926. Dene Konggres Pemudha sing kapindho tanggal 28 Oktober 1928. Ana ing Konggres Pemuda sing Kapindho iku organisasi-organisasi kepemudaan kaya ta Yong Java, Yong Sumatra, Yong Selebes, Yong Ambon padha nyawiji ngikrarake persatuan Indonesia. Dene ikrar kasebut kanthi jeneng Sumpah Pemuda.

(Djarot Heru Santosa, 2008:73)

Apa tegese tembung-tembung kang magepokan karo wacan ing nduwur!

  1. uwal:ucul
  2. regemane: gegemane
  3. julig:licik
  4. modern:maju
  5. gumathok:cetha aturane
  6. nyawiji: dadi siji
  7. cekak aose:intine/wose
  8. asipat kesukuan: asipat ing sakiwa tengene sawijining suku
  9. konggres:rapat kanggo ngrembug sawijining perkara
  10. ikrar: janji
  11. sakawit:wiwitane
  12. nyumurupi: ngerteni

Wangsulana pitakonan ing ngisor kanthi ganep lan migunakake basa krama kang trep!

  1. Saben tanggal pira bangsa Indonesia mengeti dina Sumpah Pemuda?
  2. Apa tujuan sakawit bangsa Walanda teka ana ing Indonesia?
  3. Apa sebabe bangsa Walanda kepengin nguwasani Indonesia?
  4. Wenehana tuladha cara-cara julig lan kasar bangsa Walanda kanggo nguwasani Indonesia!
  5. Apa sebabe bangsa Indonesia kalah mungsuh kaum penjajah?
  6. Wenehana bukti manawa kekuwatan rakyat kang nyawiji dadi kekuwatan kang ampuh kanggo ngadhepi penjajah!
  7. Kapan Konggres Pemuda Kapisan diadani?
  8. Kapan Konggres Pemuda Kapindho diadani?
  9. Sebutna organisasi pemudha kang padha melu konggres ing Konggres Pemudha Kapindho!
  10. Sebutna isi ikrar Sumpah Pemudha !

Materi Kls_IX_KD.5.1


PRANATACARA

Pranata adicara asring sinebat master of ceremony (MC), pambiwara, pranata adicara, pranata titilaksana, utawi pranata laksitaning adicara. Regeng, rancak, nges lan botenipun satunggaling adicara saperangan ageng dados tanggel jawabipun pranatacara . Pranata adicara menika salah satunggaling paraga ingkang nggadhahi jejibahan nglantaraken titilaksana ing satunggaling upacara adat temanten, kesripahan, resmi/formal, pepanggihan, pasamuan, pengaosan, utawi pentas lan sapanunggalanipun.

Sarat ingkang baku dados pranatacara utawi pamedharsabda wonten 3:

1. Olah swara

Olah swara utawi swanten ingkang sae dipunwastani gandhang. Gandhang tegesipun sera boten mbrebeki, lirih tansah angenaki.

2. Olah raga lan olah busana

Pangolahing raga magepokan kaliyan sikep, solah bawa, kasusilan lan subasita. Sinengkuyung busana ingkang pantes

3. Olah basa lan sastra

Supados saged ngolah basa lan sastra pranatacara/pamendharsabda kedah mangertos paramasastra. Kanthi pangertosan paramasastra pranatacara/pamedarsabda saged ndhapuk mocap, tembung, ukara, wacana kanthi laras lan leres. Laras tegesipun pranatacara saged ngrantam saha mbabar titi laksana trep kaliyan kawontenan saha swasana. Leres tegesipun prantacara saged ngginakaken basa ingkang trep kaliyan paramasastra.

SESORAH

Sesorah ing Basa Indonesia pidato tembung liyane sesorah medhar sabda. Medhar tegese ngandharake, sabda tegese omongan. Dadi sesorah yaiku medharake gagasan kanthi lisan ing sangarepe wong akeh.

Bab sing kudu digatekake wong sesorah :

A. BASA

Basa sing digunakake kudu laras karo patrap, kahanan lan sapa sing diadhepi. Basa krama digunakake menawa ngadhepi para sesepuh, resmi utawa khusus. Basa ngoko digunakake menawa ngadhepi bocah-bocah. Basa sing digunakake kudu runtut, patrap pamilihing tetembungan lan gampang ditampa. Uga bisa nggunakake basa kang endah manut susastra.

Urut-urutanipun sesorah :

1. Salam Pambuka

Isine ngucapake salam marang para tamu minangka tanda sapa aruh lan pakurmatan.

2. Pamuji

Isine mamuji syukur dhumateng Gusti ingkang Maha Asih supaya acara saged kalaksanan kanthi lancar.

3. Isi/wigatining atur

Isine ngaturake wosing gati acara/sesorah, upamane pambagya harja, sukuran lan sapanunggalane.

4. Pangarep-arep

Isine nyuwun donga pengestu dhumateng para rawuh, supaya apa kang digayuh saged kalaksanan. Upamane : dadi temanten saged rukun lan tentrem kulawargane nganti kaki nini.

5. Panutup

Isine nyuwun pangapunten menawa wonten kalepatan kekirangan anggone nampa para rawuh. Lan ngaturake panuwun marang para rawuh ingkang sampun kersa nglonggarake wektu rawuh ing acara kasebut. Dipungkasi kanthi nuwun utawi salam.

B. ISI

Isinipun kedah mentes, patrap karo kahanan wektu iku. Isi sing diandharake boten kadaluwarsa, narik kawigaten sing ngrungokke. Ing isine sesorah saged ugi nggunakake geguritan utawa tembang kangge selingan supaya sesorah bisa luwih apik.

C. Solah Bawa

Solah bawa ingkang patrap lumrahe astane ngapurancang. Menawa sesorahe nggunakake mimbar, astane tetep wonten sadhuwuring mimbar. Kejaba iku solah bawa kudu dipatrapke karo busana. Busana aja katon nyleneh, aja nganti warnane nyenther (nyolok mripat), lan busana saged dipatrapake kaliyan swasana.

Wonten malih ingkang kedah digatekake nalika sesorah : 4 W :

1. Wicara

Wicara nalika sesorah kedah cetha, tegese ora bindheng. Upamane kudu cetha bedane a, o, t, th, e, e, d, dh.

2. Wiraga

Wiraga sesorah kedahipun patrap kaliyan swasana badan kudu teteg, jejeg, mantep, astane ngapurancang. Praen ulat sumeh, grapyak, ora besengut.

3. Wirama

Nalika sesorah wiramane ingkang patrap, boten keseron, boten bengok-bengok, lan aja kelirihen.

4. Wirasa

Nalika sesorah wirasa dipatrapake karo swasana, upamane layatan boten sami kaliyan syukuran. Aja nganthi gojegan.

TULADHA PRANATA ADICARA

ING LINGKUNGAN MASYARAKAT

ADICARA PENGETAN MAULUD NABI

Assalamu’alaikum Wr.WB.

Bapak Lurah Desa … ingkang satuhu kinabekten.

Wonten ngarsanipun Ustadz … ingkang dahat kinormatan.

Warga masyarakat Desa … ingkang kula tresnani.

Langkung rumiyin sumangga kita ngaturaken puji syukur wonten ngarsanipun Allah SWT, ingkang sampun paring karaharjan saha kamulyan dhumateng kita sedaya saengga wonten ing wekdal menika kita saged makempal wonten ing Bale Desa ….. menika saperlu ngawontenaken Pengetan Maulud Nabi ing taun menika, kanthi nir rubeda kalis ing sambekala.

Namung saderengipun adicara kawiwitan, langkung rumiyin kula minangka pranata adicara badhe ngaturaken menggah urut-urutanipun adicara pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika.

Adicara ingkang sapisan pambuka

Adicara ingkang kaping kalih atur palapuran saking Ketua Panitia

Adicara ingkang kaping tiga atur pangandikan saking Bapak Lurah

Adicara ingkang kaping sekawan Pengaosan ingkang samangkeh badhe kawedharaken dening panjenenganipun Ustadz ….. saking ….

Adicara ingkang pungkasan inggih menika panutup.

Makaten menggah tata rakiting adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika.

Kaum …. ingkang kinormatan, sumangga adicara ing wekdal menika enggal kawiwitan.

Adicara ingkang kapisan inggih menika pambuka. Sumangga adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika kita bikak kanthi waosan Basmallah sesarengan. ….. Mugi-mugi kanthi waosan Basmallah kalawau Gusti Allah paring rohmat dhumateng kita sedaya saengga wiwit purwa madya lan wusananipun saged lumampah kanthi sae boten wonten alangan satunggal menapa.

Acara salajengipun atur palapuran saking ketua Panitia. Wonten ngarsanipun Bp. …. kula sumanggakaken.

………………….. Makaten atur palapuran saking ketua panitia.

Kita ngancik adicara ingkang kaping tiga inggih menika atur pangandikan saking Bapak Kepala Desa. Wonten ngarsanipun Bapak ……… kula sumanggakaken .

………………………………………………………………………………..

Adicara salajengipun waosan Ayat Suci Al Qur’an. Dhumateng sedherek/adhik/Bpk ………….. kasumanggakaken

Para ….. ingkang kinormatan salajengipun kita ngancik adicara ingkang kaping gangsal inggih menika Pengaosan ingkang badhe kaandharaken dening panjenenganipun Ustadz ……… kasuwun wonten ing pungkasaning pengaosan ing samangke Ustadz …. dipuntutup kanthi donga keslametan. Wonten ngarsanipun Ustadz …… kasumanggakaken.

Makaten pengaosan ingkang dipunandharaken dening panjenenganipun Ustadz …. Mugi-mugi pikantuk ganjaran saking Gusti Allah. Amin

Para ……

Kita ngancik acara ingkang pungkasan inggih menika panutup. Namung saderengipun adicara ing wekdal menika katutup, kula ingkang kajibah nglumantaraken tata rakiting adicara ing wekdal menika mbok menawi wonten atur saha patrap ingkang boten nuju prana kula nyuwun agunging samudra pangaksama.

Sumangga adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika kita tutup kanthi waosan Hamdallah seserangan. Alhamdulillah …

Wassalamu’alaikum Wr.WB.

TULADHA PRANATA ADICARA

ING LINGKUNGAN SEKOLAH

ADICARA PENGETAN MAULUD NABI

Assalamu’alaikum Wr.WB.

Bapak Kepala Sekolah … ingkang satuhu kinabekten.

Wonten ngarsanipun Ustadz … ingkang dahat kinormatan.

Ibu Bapak Guru saha Karyawan TU ingkang kula ormati.

Para siswa Kelas VII, VIII, IX ingkang kula tresnani.

Langkung rumiyin sumangga kita ngaturaken puji syukur wonten ngarsanipun Allah SWT, ingkang sampun paring karaharjan saha kamulyan dhumateng kita sedaya saengga wonten ing wekdal menika kita sedaya saged makempal wonten ing papan menika saperlu ngawontenaken Pengetan Maulud Nabi, kanthi nir rubeda kalis ing sambekala.

Namung saderengipun adicara kawiwitan, langkung rumiyin kula ingkang kajibah nglumantaraken tata rakiting adicara ing wekdal menika, saderengipun adicara kawiwitan langkung rumiyin kula ngaturaken menggah urut-urutanipun adicara pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika.

Adicara ingkang sapisan pambuka

Adicara ingkang kaping kalih atur palapuran saking Ketua Panitia

Adicara ingkang kaping tiga atur pangandikan saking Bapak Kepala Sekolah

Adicara ingkang kaping sekawan Pengaosan ingkang samangkeh badhe kawedharaken dening panjenenganipun Ustadz ….. saking ….

Adicara ingkang pungkasan inggih menika panutup.

Makaten menggah tata rakiting adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika.

Para … ingkang kinormatan, sumangga adicara ing wekdal menika enggal kawiwitan.

Adicara ingkang kapisan inggih menika pambuka. Sumangga adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika kita bikak kanthi waosan Basmallah sesarengan. ….. Mugi-mugi kanthi waosan Basmallah kala wau Gusti Allah paring rohmat dhumateng kita sedaya saengga wiwit purwa madya lan wusananipun saged lumampah kanthi sae boten wonten alangan satunggal menapa.

Acara salajengipun atur palapuran saking ketua Panitia. Wonten ngarsanipun Bp. …. kula sumanggakaken.

………………….. Makaten atur palapuran saking ketua panitia.

Kita ngancik adicara ingkang kaping tiga inggih menika atur pangandikan saking Bapak Kepala Sekolah. Wonten ngarsanipun Bapak ……… kula sumanggakaken .

………………………………………………………………………………..

Adicara salajengipun waosan Ayat Suci Al Qur’an. Dhumateng sedherek ………….. Kasumanggakaken

Para ….. ingkang kinormatan salajengipun kita ngancik adicara ingkang kaping gangsal inggih menika Pengaosan ingkang badhe kaandharaken dening panjenenganipun Ustadz KH ……… kasuwun wonten ing pungkasaning pengaosan ing samangke Ustadz …. dipuntutup kanthi donga keslametan. Wonten ngarsanipun Ustadz KH …… kasumanggakaken.

Makaten pengaosan ingkang dipunandharaken dening panjenenganipun Ustadz …. Mugi-mugi pikantuk ganjaran saking Gusti Allah. Amin

Para ……

Kita ngancik acara ingkang pungkasan inggih menika panutup. Namung saderengipun adicara ing wekdal menika katutup, kula ingkang kajibah nglumantaraken tata rakiting adicara ing wekdal menika mbok menawi wonten atur saha patrap ingkang boten nuju prana kula nyuwun agunging samudra pangaksama.

Sumangga adicara Pengetan Maulud Nabi ing wekdal menika kita tutup kanthi waosan Hamdallah seserangan. Alhamdulillah …

Wassalamu’alaikum Wr.WB.

Teks Wicara Pranatacara Rapat OSIS

Nuwun,

Kanthi kinurmatan Ketua OSIS sarta kabeh para kanca pengurus OSIS sing sutresna.

Minangka pranatacara aku njaluk lilah ngandharake acara rapat ing rapat OSIS iki. Nanging sadurunge ayo padha ngaturake puji syukur mring Gusti kang Maha Welas lan Asih kang wis paring kanugrahan marang kita kabeh.

Mungguh acara sing bakal dirembug karantam kaya mangkene :

Sepisan, pambuka

Kaping pindho, tanggap wacana ketua OSIS

Dene acara kang kaping telu, ndhapuk panitya inti study tour,

Kaping papat, usul-usul saka para kanca.

Sing pungkasan, panutup.

Mangkono mau para kanca, rantamaning acara rapat ing dina iki.

Mangga enggal diwiwiti supaya enggal bisa rampung.

Ngancik acara sepisan, pambuka mangga diwiwiti kanthi kanthi ndedonga manut agamane dhewe-dhewe supaya rapat bisa lancar lan kasil karo ancas tujuanane. Ndedong kawiwitan.

————————-ndonga —————————-

Matur nuwun, ……………… (cukup)

Acara kapindho, tanggap wacana dening ketua OSIS. Katur Mbak Aji Sukmawati,

sumangga.

————————tanggap wacana ——————–

Mangkono mau tanggap wacana saka ketua OSIS , muga-muga kita bisa nindakake. Amin.

Sabanjure kita bakal ndhapuk panitya inti study tour . Kanggo ndhapok panitya inti,Wektu sacukupe dakaturake Mas Bayu Putra minangka wakil ketua OSIS. Sumangga.

————————ndhapuk panitya inti ———————–

Para pengurus OSIS sing sutresna. Panitiya inti wis kadhapuk kanthi rancag. Aku ndherek mangayubagya, muga-muga bisa nindakake tugase kanthi becik, satemah study tour bisa kaleksanan kanthi sukses.

Acara sabanjure usul, panemu, pamrayoga lan liya-liyane. Sinambi nampa usulan , para kanca kang wis nampa nyamikan lan unjukan mangga didhahar lan diunjuk kanthi mardika. Sumangga kanca-kanca sing padha usul, bakal dicathet dening sekretaris inti. Rembugan usul dipimpin dening ketua inti anyar sing lagi wae kadhapuk, sumangga.

———————–usul-usul ————————–

Kanthi muji syukur rapat bisa rampung lan ndhapuk panitya inti study tour. Sabanjure panitya inti duwe tugas matur marang Pak Andri Sulistya minangka pembimbing OSIS, kepriye mungguh kiprah sanjure. Tumrap panitya inti, aku minangka wakile para kanca lan siswa ngaturake sugeng makarya.

Para kanca kanthi pamuji syukur marang Gusti kanthgi ati seneng lan bombong acara rapat wis kaleksanan. Aku minangka pranatacara yen ana atur kang ora nyenengake utawa ora runtut ukara kang dakaturake aku nyuwun pangapura. Sadurunge katutup mangga panitya inti maju ngadeg jajar saperlu nampa jawat asta pinangka tanda pangayubagya saka para kanca. Sumangga acara ditutp kanthi pamuji syukur manut tatacara agamane dhewe-dhewe. Sumangga.

—————————donga panutup ———————-

Matur nuwun.

Cengkorangan (krangka) wicara pranatacara

1. Salam pamuka

2. Sapa aruh marang tamu sing rawuh

3. Ngajak muji syukur mring Gusti

4. Maca rantamaning acara

5. Nglantarake acara/adicara mbaka sawiji kanthi wijang

6. Mungkasi acara/adicara, kanthi njaluk pangapura yen ana lupute nalika ngayahi dadi pranatacara

7. Salam panutup

Tembung-tembung wigati ing teks wicara pranatacara:

pranatacara = wong kang nglumatarake sawijining adicara

rantaman = rancangan

sih sutresna = kang di tresnani

njaluk lilah = njaluk idin/ijin

kita = awake dhewe

tanggap wacana = sesorah/pidato

karantam = dirantam/dirancang

rancag = lancar

ndhapuk = gawe

kiprah = kridhane ing sajroning acara

bombong = mongkog/marem

ngadeg jajar = ngadeg jejer

jawat asta = salaman